PROBOLINGGO – Gema regenerasi dan kolaborasi kepemudaan membubung tinggi dari balik dinding Ruang Pertemuan Tengger, Kantor Bupati Probolinggo. Pada Jum’at (31/7/2026), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Probolinggo resmi menabuh genderang Musyawarah Daerah (Musda) Tahun 2026.
Forum tertinggi ini bukan sekadar agenda rutin di atas kertas, melainkan momentum krusial untuk melebur ego sektoral demi merajut arah baru kepemudaan menyongsong Indonesia Emas 2045.Mengangkat tajuk besar “Menjadi Episentrum Kolaborasi Pemuda yang Inovatif, Mandiri dan Berkarakter Menuju Indonesia Emas 2045”, hajatan besar ini dibuka langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo, M. Sjaiful Efendi.
Atmosfer ruang sidang terasa solid dengan hadirnya barisan tokoh kunci. Tampak hadir Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi, jajaran elite DPD KNPI Provinsi Jawa Timur, serta perwakilan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP). Kehadiran tokoh masyarakat dan motor penggerak pemuda dari berbagai penjuru wilayah kian menegaskan bahwa Musda kali ini membawa legitimasi kuat dari akar rumput.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam orasinya, M. Sjaiful Efendi membakar semangat forum dengan menegaskan bahwa pemuda adalah aset paling mahal yang dimiliki daerah hari ini. Masa depan Kabupaten Probolinggo tidak lagi bertumpu pada kekayaan alam semata, melainkan pada ketajaman karakter, integritas, dan kelincahan adaptasi generasi mudanya.”Melalui Musda ini, saya berharap lahir kepengurusan KNPI yang mampu menjadi perekat seluruh organisasi kepemudaan. Kedepankan persatuan, junjung tinggi nilai demokrasi, dan hadirkan program kerja yang benar-benar membumi serta menyentuh kebutuhan nyata pemuda,” cetus Sjaiful di hadapan ratusan pasang mata peserta.
Pemerintah Kabupaten Probolinggo pun melempar komitmen konkret. Sjaiful memastikan bahwa pemerintah daerah siap mengawal penuh ekosistem kepemudaan agar tetap produktif melalui skema kemitraan strategis.Langkah nyata tersebut, lanjut Sjaiful, diwujudkan melalui penguatan hilirisasi kewirausahaan muda, injeksi modal dan pendampingan UMKM, perluasan sektor ekonomi kreatif, hingga penguatan literasi digital massal. Tujuannya tegas: pemuda Probolinggo tidak boleh bermental semenjana sebagai pencari kerja, melainkan harus melompat menjadi pencipta lapangan kerja yang menggerakkan roda ekonomi daerah.
Sjaiful juga mengingatkan agar dinamika pemilihan ketua dan pengurus baru tidak menodai nilai-nilai persaudaraan. Ruang musyawarah harus diletakkan sebagai altar tertinggi untuk kepentingan organisasi, bukan panggung syahwat politik pribadi atau golongan.”Perbedaan pandangan adalah vitamin dalam demokrasi, namun semangat kebersamaan harus tetap menjadi prioritas utama. KNPI yang terpilih nanti harus mampu menjadi rumah besar yang inklusif bagi seluruh pemuda di Kabupaten Probolinggo,” cetusnya diplomatis.
Menutup arahannya, Pemkab Probolinggo menaruh harapan besar agar nakhoda KNPI yang baru mampu membawa angin segar yang berdampak instan dan nyata di tengah masyarakat.
“Selamat bermusyawarah. Semoga forum ini menghasilkan kepemimpinan yang amanah, membawa KNPI semakin maju, solid, serta siap berdiri tegak sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Kabupaten Probolinggo yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkas Sjaiful disambut riuh tepuk tangan peserta forum.
Penulis : Moch Solihin







