SUMENEP, detikzone.id – Kapolresta Sumenep Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H. turun langsung mengawal proses penerimaan korban insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 yang dievakuasi menggunakan KN SAR Permadi di Pelabuhan III Pelindo Kalianget, Senin (3/8/2026) dini hari.
Kapal SAR tiba sekitar pukul 00.20 WIB dengan membawa sembilan korban yang berhasil dievakuasi dari lokasi kebakaran di perairan utara Pulau Sapudi. Kedatangan para korban langsung disambut unsur Forkopimda dan instansi terkait yang telah bersiaga untuk memastikan seluruh proses penanganan berlangsung cepat, aman, dan terkoordinasi.
Dalam proses tersebut, Kapolresta Sumenep memantau secara langsung tahapan penerimaan, pendataan, hingga penanganan medis terhadap para korban. Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polresta Sumenep itu menjadi bentuk keseriusan Polri dalam memastikan seluruh korban memperoleh pelayanan terbaik pascakejadian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Polairud Polda Jawa Timur Kombes Pol. Dr. Arman Asmara Syarifuddin, S.H., S.I.K., M.H., Kabagbinopsnal Ditpolairud Polda Jatim AKBP Budi Sulistyanto, S.H., Wakapolresta Sumenep Kompol Haris Darma Sucipto, S.H., S.I.K., para pejabat utama Polresta Sumenep, Staf Ahli Pemerintah Kabupaten Sumenep, Kepala BPBD, Kepala Basarnas, Kepala KSOP Kalianget, serta personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Dinas Perhubungan, BMKG, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, hingga insan pers.
Kapolresta Sumenep Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu menjelaskan, dari sembilan korban yang tiba di Pelabuhan Kalianget, empat orang langsung dirujuk ke Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sementara lima korban lainnya diberangkatkan menuju Posko Terpusat Surabaya sesuai mekanisme penanganan yang telah ditetapkan.
“Sinergi seluruh unsur yang terlibat menjadi faktor penting dalam memastikan proses evakuasi dan penanganan korban berlangsung secara cepat, tepat, dan humanis,” ujar Kapolresta.
Ia menegaskan, kehadiran Polri bersama seluruh instansi terkait merupakan wujud komitmen negara dalam memberikan perlindungan dan pelayanan maksimal kepada masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi darurat kemanusiaan.
Proses evakuasi dan penanganan korban berlangsung tertib berkat koordinasi yang solid antara seluruh unsur yang terlibat. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, Basarnas, tenaga kesehatan, dan berbagai instansi lainnya terus bersinergi agar seluruh korban memperoleh penanganan terbaik, sementara proses pencarian terhadap korban lain yang belum ditemukan masih terus dilakukan.







