BLITAR, Detikzone.id – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blitar mulai menata ulang kekuatan politiknya. Regenerasi kader, restrukturisasi kepengurusan hingga penguatan organisasi sayap menjadi bagian dari strategi menghadapi pertarungan politik lima tahun mendatang.
Di bawah kepemimpinan Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar M Rifai, partai tersebut bahkan memasang target cukup tinggi: mengembalikan perolehan kursi DPRD Kabupaten Blitar hingga 13 bahkan 14 kursi.
Target tersebut disampaikan M Rifai dalam rangkaian Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PKB Kabupaten Blitar yang digelar selama dua hari, Sabtu (8/8/2026) dan Minggu (9/8/2026), di Kampung Coklat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Musancab menjadi momentum penting bagi PKB untuk membangun kembali struktur organisasi di tingkat kecamatan sekaligus menyiapkan mesin partai menghadapi agenda politik berikutnya.
“Di samping sebagai upaya untuk regenerasi restrukturisasi di tingkat kecamatan, kita juga menata ke depan dimulai dari awal kepengurusan ini untuk menata targetnya PKB ke depan,” kata M Rifai.

Menurutnya, setelah seluruh proses Musancab rampung, DPC PKB Kabupaten Blitar akan melanjutkannya dengan rapat kerja bersama seluruh DPAC terpilih. Forum tersebut akan menjadi ruang untuk menyusun langkah strategis dan target politik lima tahun mendatang.
Salah satu target paling jelas adalah mengembalikan kekuatan PKB di parlemen Kabupaten Blitar.
Pada Pemilu sebelumnya, PKB memperoleh 11 kursi DPRD. Kini, angka tersebut dinilai masih bisa ditingkatkan dengan target kembali mencapai capaian 13 hingga 14 kursi.
“Target lima tahun yang akan datang perolehan kursi harus naik. Dari yang kemarin 11, kita menargetkan mengembalikan suara kursi kita seperti waktu pemilu yang pertama, ada 13 sampai 14. Itu target kita,” tegasnya.
Target tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi kepengurusan baru untuk membuktikan bahwa restrukturisasi organisasi bukan sekadar pergantian nama dalam struktur, melainkan harus berujung pada penguatan suara PKB di tengah masyarakat.
Tidak hanya kursi legislatif, PKB Kabupaten Blitar juga membidik kemenangan dalam Pilkada. Namun, strategi dan formula untuk mencapai target tersebut akan dibahas lebih lanjut melalui rapat kerja tahunan.
Regenerasi Tanpa Menyingkirkan Senior
Di balik target politik tersebut, M Rifai menempatkan regenerasi kader sebagai salah satu fondasi utama organisasi.
Ia menyebut DPP dan DPW PKB telah memberikan arahan agar regenerasi dilakukan di seluruh tingkatan kepengurusan.
Namun, regenerasi yang dimaksud bukan berarti menyingkirkan kader senior. Para kader berpengalaman tetap mendapatkan ruang melalui jajaran Syuriyah sebagai dewan pertimbangan, sedangkan posisi Tanfidz sebagai pelaksana lebih diarahkan kepada generasi muda.
“Regenerasi itu sudah jadi bagian yang harus dilaksanakan oleh pengurus di tingkatan kabupaten atau kota. Bukan berarti kita membuang generasi yang tua-tua. Generasi yang tua-tua itu kita naikkan menjadi duduk di jajaran Syuriyah sebagai Dewan Pertimbangan. Kalau Tanfidz, pelaksana itu ya maklum harus anak-anak muda,” jelasnya.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa PKB Kabupaten Blitar ingin menjaga pengalaman kader senior sekaligus memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda untuk menjadi penggerak organisasi.
Anak Muda dan Teknologi Jadi Kekuatan Baru
Penguatan generasi muda juga diarahkan melalui sejumlah organisasi di lingkungan PKB, di antaranya Gemasaba, Panji Bangsa dan Garda Bangsa.
Organisasi tersebut diproyeksikan menjadi ruang bagi mahasiswa dan generasi muda yang memiliki ketertarikan terhadap dunia politik dan ingin terlibat dalam aktivitas kepartaian.
“Di Gemasaba itu kan berarti jaringannya untuk mahasiswa-mahasiswa yang berafiliasi ingin berpartai. Kita nanti punya namanya juga Panji Bangsa. Ada lagi nanti yang Garda Bangsa. Semuanya nanti kita tampung di situ,” kata M Rifai.
Tak berhenti pada regenerasi, PKB juga mulai menaruh perhatian besar terhadap kemampuan teknologi di tubuh kepengurusan.
Setiap struktur kepengurusan didorong memiliki kader milenial yang memahami teknologi informasi dan mampu mengikuti perkembangan komunikasi politik di era digital.
“Kita dalam tanda kutip mewajibkan pengurus, salah satu dari pengurus itu harus yang milenial, ngerti IT-lah, ngerti teknologi,” tegas M Rifai.
1.516 Peserta, 23 DPAC
Musancab PKB Kabupaten Blitar tersebut diikuti sekitar 1.516 peserta.
Secara administratif, PKB Kabupaten Blitar memiliki 23 DPAC, meskipun wilayah Kabupaten Blitar terdiri dari 22 kecamatan. Jumlah tersebut menjadi 23 karena Kecamatan Ponggok dibagi menjadi dua kepengurusan, yakni Ponggok 1 dan Ponggok 2.
Dengan selesainya proses Musancab, PKB Kabupaten Blitar kini mulai memasuki fase baru konsolidasi organisasi.
Restrukturisasi, regenerasi, penguatan kader muda, penguasaan teknologi hingga pembenahan mesin politik menjadi pekerjaan rumah yang harus dijalankan secara beriringan.
Sebab, target 13 hingga 14 kursi DPRD bukan sekadar angka yang tertulis dalam agenda partai. Target tersebut menjadi ukuran sejauh mana kepengurusan baru mampu mengembalikan kekuatan politik PKB di Kabupaten Blitar.
Kini, mesin partai mulai dipanaskan. Tinggal bagaimana strategi tersebut diterjemahkan menjadi kerja politik nyata di tengah masyarakat.
Penulis : Bas







