Pemalang- Warga di sekitar jalur Pantura Comal-Ampelgading Pemalang resah. Gerai penjualan minuman beralkohol jaringan Outlet 23 HWG diduga masih nekat beroperasi secara diam-diam di tengah protes warga pasca dirobohkanya dua tempat prostitusi di desa Ujunggede Ampelgading Pemalang beberapa hari lalu.
Berdasarkan pantauan di lapangan dalam sepekan terakhir, aktivitas di sekitar lokasi gerai tampak tertutup dari luar. Pintu gerbang utama sering kali setengah tertutup atau ditutup rapat pada jam-jam tertentu. Namun, transaksi jual-beli tetap terlihat berlangsung saat pembeli datang dan mengetuk pintu samping secara bergantian.
Aktivitas terselubung ini memicu kekhawatiran tokoh masyarakat dan tokoh agama serta warga setempat dan menjadi perhatian khusus Anggota DPR- RI dari Partai PKS Rizal Bawazier.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya sudah tulis surat ke Kapolres, tembusan ke Bupati dan Kepala Satpol PP Pemalang untuk tutup itu Outlet HWG, dan saya akan turun langsung kesana dalam waktu dekat ini. Jangan sampai belum ditutup,” ujarnya dengan nada geram, Sabtu (15/8).
Warga menilai modus operasional sembunyi-sembunyi ini sengaja dilakukan untuk mengelabui petugas Satpol PP dan aparat penegak hukum yang kerap melakukan patroli rutin di kawasan jalur utama Pantura Comal-Ampelgading.
“Dari luar kelihatan tutup dan lampu dipadamkan separuh, tapi kendaraan pembeli yang keluar-masuk masih sering terlihat lewat jalan tikus di sebelah ruko,” ujar salah seorang warga sekitar berinisial SV (30) yang enggan disebutkan namanya secara utuh.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Outlet 23 HWG belum bisa dikonfirmasi terkait dugaan praktik penjualan terselubung tersebut. Warga, Tokoh Masyarakat dan Ormas Ormas Islam mendesak jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkompincam ) Ampelgading dan Satpol PP Kabupaten Pemalang untuk segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) serta menindak tegas jika terbukti melanggar ketentuan izin usaha dan norma ketertiban umum.( Ragil)







