Tekan Kemiskinan di Sumenep, BRIDA dan UIN Madura Bongkar Strategi Penguatan Ekonomi

Sabtu, 15 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Detikzone.id — Upaya menekan angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep terus didorong melalui kebijakan yang berbasis data dan riset. Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menggelar Focus Group Discussion (FGD) kedua untuk membedah faktor penguatan ekonomi masyarakat sebagai salah satu strategi mengurangi kemiskinan.

FGD bertema “Analisis Faktor Penguatan Ekonomi Masyarakat terhadap Penurunan Kemiskinan di Kabupaten Sumenep” tersebut berlangsung di Kantor BRIDA Kabupaten Sumenep, Kamis (13/8/2026).

Forum tersebut dipimpin Sekretaris BRIDA Kabupaten Sumenep Khaeru Ahmadi bersama Peneliti Ahli Pertama Mohammad Alfin Wityanto. Tim peneliti UIN Madura turut hadir untuk memaparkan perkembangan riset yang telah dilakukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) juga dilibatkan dalam forum tersebut, di antaranya Dinsos P3A, Bappeda, DPMPTSP, DPMD, DKUPP, Diskominfo, Disdik, serta PUTR Kabupaten Sumenep.

Keterlibatan lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam memperkaya data dan sudut pandang penelitian. Sebab, persoalan kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan pendapatan masyarakat, tetapi juga menyentuh aspek pekerjaan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, investasi, hingga pembangunan infrastruktur.

Riset Didorong Jadi Dasar Kebijakan

Sekretaris BRIDA Kabupaten Sumenep Khaeru Ahmadi mengatakan FGD tersebut diharapkan mampu menghasilkan riset yang kredibel dan dapat digunakan sebagai rujukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan pada tahun-tahun mendatang.

“Dari hasil diskusi ini akan menjadi langkah penting dalam menyempurnakan hasil penelitian agar dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan berbasis riset,” ujarnya.

Menurutnya, penelitian perlu dilakukan secara komprehensif dengan menggabungkan data dari berbagai instansi terkait serta didukung kajian literatur yang kuat.

Dengan demikian, hasil penelitian diharapkan memiliki validitas ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan pemerintah daerah.

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti UIN Madura, Prof. H. Muhammad Ali Al-Humaidy, didampingi anggota peneliti Sri Rizqi Wahyuningrum dan Fatati Nuryana, memaparkan hasil riset yang telah dilakukan.

Penelitian tersebut diarahkan untuk menemukan faktor-faktor yang dapat memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap penurunan kemiskinan di Kabupaten Sumenep.

“Kami siap bersinergi untuk menghasilkan riset berbasis data dan inovasi demi mendukung kegiatan pembangunan, serta kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sumenep,” tandas Prof. H. Muhammad Ali Al-Humaidy.

Jangan Berhenti di Meja Diskusi

Hasil penelitian yang tengah disusun tersebut nantinya diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen akademik. Data dan rekomendasi yang dihasilkan akan terus disempurnakan agar dapat menjadi masukan bagi pengambil kebijakan di Kabupaten Sumenep.

Langkah tersebut dinilai penting agar kebijakan penanggulangan kemiskinan tidak hanya berdasarkan asumsi, tetapi memiliki pijakan data yang kuat dan sesuai dengan kondisi masyarakat.

Melalui kolaborasi BRIDA dan UIN Madura, pemerintah daerah berharap lahir rekomendasi yang dapat membantu menentukan program penguatan ekonomi masyarakat secara lebih tepat sasaran.

Pada akhirnya, riset tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap penyusunan program pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumenep.

 

Berita Terkait

Fajar Baru Kamtibmas Probolinggo: Lepas AKBP Rico dengan Pendekatan Humanis, Sambut AKBP Lucky dengan Sinergi
Bupati Sumenep Dorong Kreativitas Anak Lewat Lomba Mewarnai LAKONALAKONE
UKW Dewan Pers di Surabaya Tuntas, Wartawan Didorong Makin Profesional di Era Digital
Aroma Kejanggalan Proyek Pengadaan Langsung Dikdaya Probolinggo, Jawaban Normatif Kadikdaya Picu Tanda Tanya
Pelaksanaan UKW Dewan Pers dan LUKW Unitomo Surabaya Sukses, 29 Wartawan Dinyatakan Kompeten
Gempur Stunting, Dinkes Probolinggo Satukan Barisan Puskesmas dan Rumah Sakit
Kominfo Jatim Luncurkan “PERISAI ANAK”, Inovasi Bentengi Generasi Muda di Ruang Digital
Menembus Batas Digital: RT-RW Kota Probolinggo Jadi Ujung Tombak Perlindungan Sosial

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Fajar Baru Kamtibmas Probolinggo: Lepas AKBP Rico dengan Pendekatan Humanis, Sambut AKBP Lucky dengan Sinergi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Bupati Sumenep Dorong Kreativitas Anak Lewat Lomba Mewarnai LAKONALAKONE

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:24 WIB

UKW Dewan Pers di Surabaya Tuntas, Wartawan Didorong Makin Profesional di Era Digital

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Aroma Kejanggalan Proyek Pengadaan Langsung Dikdaya Probolinggo, Jawaban Normatif Kadikdaya Picu Tanda Tanya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Pelaksanaan UKW Dewan Pers dan LUKW Unitomo Surabaya Sukses, 29 Wartawan Dinyatakan Kompeten

Berita Terbaru