PAMEKASAN- Ketika petani membutuhkan inovasi, akses pasar, dan teknologi untuk bertahan di tengah perubahan zaman, dukungan dari dunia usaha menjadi energi tambahan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Semangat itulah yang terlihat dalam Temu Teknologi dan Pasar Tani yang digelar CWS Penyuluh Pertanian Kabupaten Pamekasan, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi titik temu antara penyuluh pertanian, petani, pelaku UMKM, dan dunia usaha untuk bersama-sama mencari peluang, berbagi informasi, serta mendorong pertanian Pamekasan agar semakin maju dan berdaya saing.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah kegiatan tersebut, CV Ayunda Permata Sejahtera, perusahaan rokok binaan Bea Cukai Madura yang dimiliki H. Bambang Budianto, hadir sebagai sponsor utama.
Dukungan tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan dunia usaha dalam mendorong pengembangan sektor pertanian sekaligus memperkuat hubungan antara pelaku industri, petani, penyuluh, dan UMKM.
H. Bambang Budianto: Jangan Berhenti di Satu Kegiatan
Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan gong oleh Direktur CV Ayunda Permata Sejahtera, H. Bambang Budianto.
Dalam kesempatan tersebut, H. Bambang menyampaikan apresiasi kepada CWS Penyuluh Pertanian Kabupaten Pamekasan yang telah menggagas kegiatan Temu Teknologi dan Pasar Tani.
Menurutnya, kegiatan semacam itu memiliki arti penting bagi petani karena tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga membuka kesempatan untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan teknologi dan peluang usaha.
“Terima kasih untuk Penyuluh Pertanian Pamekasan yang telah melaksanakan kegiatan ini. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat dilakukan di setiap kecamatan agar petani lainnya juga dapat ikut merasakan dampak dan manfaat dari kegiatan ini,” ujarnya.
Harapan tersebut menjadi pesan agar semangat kolaborasi tidak berhenti di satu kegiatan. Semakin banyak petani mendapatkan akses terhadap informasi dan teknologi, semakin besar pula peluang mereka untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha.
Dunia Usaha Ikut Menopang Pertanian
Keterlibatan CV Ayunda Permata Sejahtera menunjukkan bahwa pembangunan sektor pertanian bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah dan petani.
Dunia usaha memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem yang mampu mempertemukan kebutuhan petani dengan teknologi, pasar, serta peluang pengembangan usaha.
Kolaborasi tersebut menjadi semakin penting karena tantangan pertanian tidak hanya berada pada proses produksi. Petani juga membutuhkan akses informasi, inovasi, pemasaran, dan jaringan usaha agar hasil pertanian memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Selain CV Ayunda Permata Sejahtera, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya PT Pupuk Indonesia, PT Meroke Tetap Jaya, PT Nufarm Indonesia, PT Pegadaian Syariah, serta sejumlah perusahaan lainnya.
Pasar Tani Jadi Ruang bagi UMKM
Tidak hanya berbicara mengenai teknologi pertanian, kegiatan tersebut juga menghadirkan Pasar Tani sebagai ruang bagi masyarakat dan pelaku UMKM untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan berbagai produk yang dihasilkan.
Keberadaan Pasar Tani menjadi bagian penting dalam membangun mata rantai ekonomi masyarakat. Produk yang dihasilkan petani dan UMKM tidak hanya berhenti pada proses produksi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk dikenal dan dipasarkan lebih luas.
Sinergi antara penyuluh, petani, UMKM, dan dunia usaha pun diharapkan terus berlanjut setelah kegiatan berakhir.
Temu Teknologi dan Pasar Tani diharapkan menjadi awal dari lahirnya berbagai inovasi, kerja sama, serta peluang usaha baru yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk CV Ayunda Permata Sejahtera sebagai sponsor utama, sektor pertanian Pamekasan diharapkan semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, semakin kuat menghadapi tantangan, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Sebab, ketika petani, penyuluh, UMKM, dan dunia usaha berjalan dalam satu langkah, ada harapan besar bahwa pertanian Pamekasan bukan hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat.
Dari sebuah gong yang dipukul sebagai tanda pembukaan, diharapkan lahir gaung kolaborasi yang lebih panjang—dari petani, untuk masa depan pertanian Pamekasan.







