SUMENEP, Detikzone.id — Dukungan terhadap geliat pariwisata, industri perhotelan dan ekonomi kreatif terus ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengunjungi stan kuliner dan perhotelan Baghraf dalam rangkaian Madura Culture Festival (MCF) 2026 di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep.
Kunjungan Bupati menjadi momentum untuk melihat langsung berbagai potensi dan layanan yang diperkenalkan Baghraf kepada masyarakat dalam ajang pameran pembangunan tersebut.
Tak hanya sektor kuliner, keberadaan perhotelan juga menjadi perhatian karena memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan destinasi wisata di Kabupaten Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Fauzi mengatakan, kemajuan pariwisata tidak dapat hanya mengandalkan keindahan destinasi. Berbagai sektor pendukung, termasuk perhotelan, kuliner, UMKM dan ekonomi kreatif, harus tumbuh secara beriringan.
“Pariwisata tidak bisa berjalan sendiri. Ketika wisatawan datang, tentu membutuhkan tempat menginap, kuliner, pelayanan dan berbagai aktivitas pendukung lainnya. Karena itu, semua sektor harus bergerak bersama,” ujar Bupati.
Menurutnya, keberadaan industri perhotelan memiliki peran penting dalam memberikan kenyamanan kepada wisatawan sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata daerah.
Sementara sektor kuliner juga memiliki peluang besar untuk menjadi daya tarik wisata. Sajian makanan dan minuman khas maupun kreasi kuliner lainnya dapat menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan saat berkunjung ke Sumenep.
Karena itu, Bupati mendorong pelaku usaha agar terus meningkatkan kualitas produk dan pelayanan, memperkuat kreativitas serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas promosi.
“Kita ingin produk dan layanan dari Sumenep semakin dikenal. Kualitas harus terus ditingkatkan, inovasi jangan berhenti, dan promosi harus semakin luas, termasuk melalui platform digital,” tegasnya.
Perhotelan dan Kuliner Harus Saling Menguatkan
Bupati menilai perkembangan sektor perhotelan dan kuliner memiliki efek berantai terhadap perekonomian masyarakat.
Meningkatnya kunjungan wisatawan akan membuka peluang bagi hotel, restoran, UMKM, pelaku ekonomi kreatif hingga usaha masyarakat lainnya.
Sebaliknya, semakin baik fasilitas akomodasi dan kuliner yang tersedia, semakin besar pula peluang wisatawan untuk tinggal lebih lama dan menikmati berbagai potensi yang dimiliki Sumenep.
“Kalau wisatawan semakin banyak datang dan tinggal lebih lama, tentu perputaran ekonomi masyarakat juga semakin besar. Ini yang harus kita dorong bersama,” ungkapnya.
Kehadiran stan Baghraf dalam MCF 2026 sekaligus menunjukkan bahwa pelaku usaha perhotelan memiliki ruang untuk memperkenalkan layanan dan produk kepada masyarakat secara lebih dekat.
Bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep, kolaborasi dengan dunia usaha menjadi bagian penting dalam membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan.
MCF 2026 sendiri menjadi ruang yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, UMKM, ekonomi kreatif dan masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan yang mengangkat potensi Madura.
Melalui momentum tersebut, pemerintah berharap geliat usaha perhotelan dan kuliner semakin kuat, inovatif dan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan sinergi yang semakin erat antara pemerintah dan dunia usaha, sektor pariwisata Sumenep diharapkan tidak hanya semakin dikenal, tetapi juga mampu menciptakan lapangan usaha, memperluas peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
.







