SANGKAPURA — Pengurus Cabang Dewan Masjid Indonesia (PC DMI), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sangkapura, dan Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Bawean menggelar kegiatan Turba (turun ke bawah) ke Masjid Baiturrahman, Dusun Bangkalan, Desa Dekatagung, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi antara pengurus organisasi keagamaan dengan para takmir masjid di wilayah Pulau Bawean.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turba ini melibatkan tiga unsur organisasi, yakni PC DMI, MUI Sangkapura, dan LTMNU Bawean. Ketiganya memiliki perhatian terhadap penguatan peran, kemakmuran, serta tata kelola masjid sebagai bagian penting dalam kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, para pengurus dapat berkomunikasi dan berdialog secara langsung dengan takmir Masjid Baiturrahman. Selain mempererat hubungan kelembagaan, pertemuan ini juga menjadi ruang untuk menyerap berbagai masukan, persoalan, serta kebutuhan pengurus masjid di tingkat bawah.
Sekretaris PC DMI Sangkapura, Moh. Nasir, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan Turba menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung kondisi masjid sekaligus membangun komunikasi dengan para takmir dalam upaya memakmurkan masjid.
Menurutnya, pengelolaan masjid membutuhkan sinergi dan perhatian bersama agar keberadaan masjid dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi jamaah dan masyarakat sekitar.
“Turba ini bukan hanya sekadar silaturahmi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan para takmir masjid, baik dalam aspek Idarah, Imarah, maupun Ri’ayah. Dari sini kita bisa bersama-sama mencari solusi dan memperkuat peran masjid di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan pelantikan pengurus takmir Masjid Baiturrahman. Pelantikan ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat kelembagaan dan memastikan pengelolaan masjid berjalan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua LTMNU Bawean, Moh. Salehuddin, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya pengelolaan masjid yang terstruktur, profesional, dan berkelanjutan melalui tiga pilar utama, yakni Idarah, Imarah, dan Ri’ayah.
Menurutnya, Idarah berkaitan dengan tata kelola organisasi masjid yang tertib dan amanah, mulai dari penyusunan struktur kepengurusan, legalitas, administrasi, hingga sistem pengawasan.
Sementara Imarah berfokus pada upaya memakmurkan masjid melalui berbagai kegiatan, seperti ibadah berjamaah, pengajian, pembinaan remaja, pendidikan, kegiatan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi umat.

Adapun Ri’ayah mencakup aspek pemeliharaan dan perawatan masjid, baik kondisi bangunan, fasilitas, kebersihan lingkungan, maupun kelengkapan sekretariat, sehingga masjid tetap nyaman dan dapat berfungsi secara optimal.
“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat dan penguatan kehidupan sosial kemasyarakatan. Karena itu, pengurus masjid harus mampu menjalankan fungsi Idarah, Imarah, dan Ri’ayah secara seimbang,” ujarnya.
Ia berharap pemahaman terhadap tiga pilar tersebut dapat menjadi dasar bagi para takmir dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan pelayanan masjid, sehingga keberadaan masjid semakin dirasakan manfaatnya oleh jamaah dan masyarakat sekitar.

Kegiatan Turba tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara organisasi keagamaan dan takmir masjid, sehingga koordinasi dalam memakmurkan masjid, meningkatkan pelayanan kepada jamaah, serta mengembangkan kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan dapat berjalan semakin baik.
Masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga terus berkembang sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan keagamaan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan di Pulau Bawean.
Penulis : Abd Hamid







