Stan Inspektorat Disambangi Bupati Sumenep, Edukasi Antikorupsi Warnai Madura Culture Festival 2026

Jumat, 28 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto: Bupati Sumenep bersama jajaran Inspektorat saat mengunjungi stan Inspektorat pada Pameran Pembangunan MCF 2026, sekaligus menyampaikan pesan pentingnya pengawasan dan pencegahan korupsi.

Ket Foto: Bupati Sumenep bersama jajaran Inspektorat saat mengunjungi stan Inspektorat pada Pameran Pembangunan MCF 2026, sekaligus menyampaikan pesan pentingnya pengawasan dan pencegahan korupsi.

SUMENEP, Detikzone.id —  Pesan tentang pemerintahan bersih dan berintegritas mendapat ruang tersendiri dalam gelaran Madura Culture Festival (MCF) 2026. Hal itu terlihat saat Bupati Sumenep mengunjungi stan Inspektorat Kabupaten Sumenep dalam Pameran Pembangunan yang menjadi bagian dari rangkaian MCF #4.

Kehadiran Bupati di stan tersebut bukan sekadar kunjungan seremonial. Ia melihat langsung berbagai informasi yang ditampilkan Inspektorat, termasuk materi edukasi mengenai pengawasan, integritas serta pencegahan korupsi.

Stan Inspektorat tampil dengan pesan yang cukup tegas. Salah satu materi yang mencuri perhatian mengangkat kalimat “Buanglah Koruptor pada Tempatnya”, sebuah kampanye yang dikemas untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa korupsi merupakan persoalan yang harus dilawan bersama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Sumenep menegaskan, upaya membangun pemerintahan yang bersih harus dimulai dari penguatan pengawasan dan pencegahan.

Menurutnya, Inspektorat memiliki peran penting sebagai pengawas internal pemerintah. Pengawasan tidak semestinya hanya dilakukan ketika muncul persoalan, tetapi harus berjalan sejak awal untuk mencegah terjadinya penyimpangan.

“Pengawasan harus diperkuat. Jangan menunggu ada masalah baru dilakukan pemeriksaan. Pencegahan harus menjadi bagian utama,” tegasnya.

Bupati juga mendorong jajaran Inspektorat untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga independensi serta melakukan pengawasan secara objektif.

Baginya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan. Yang tidak kalah penting adalah memastikan setiap program dan anggaran benar-benar berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pemerintahan yang baik membutuhkan integritas. Karena itu, pengawasan harus menjadi kekuatan untuk memastikan pembangunan berjalan dengan benar dan manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat,” pesannya.

Kehadiran stan Inspektorat di MCF 2026 sekaligus menjadi upaya mendekatkan fungsi pengawasan kepada masyarakat. Selama ini, pengawasan pemerintahan sering dipandang sebagai urusan internal birokrasi. Melalui pameran tersebut, pesan antikorupsi justru dibawa ke ruang publik agar lebih mudah dipahami masyarakat.

Tidak hanya aparatur pemerintah, masyarakat juga memiliki peran dalam mengawal jalannya pembangunan. Kesadaran untuk menolak praktik korupsi, melaporkan dugaan penyimpangan melalui saluran yang tepat dan ikut mengawasi pembangunan menjadi bagian dari upaya menciptakan pemerintahan yang transparan.

Karena itu, pesan yang dibawa Inspektorat dalam pameran tersebut menjadi relevan dengan semangat pembangunan daerah. Pembangunan tidak hanya membutuhkan anggaran dan program, tetapi juga integritas orang-orang yang menjalankannya.

Kunjungan Bupati ke stan Inspektorat pun menjadi simbol penguatan komitmen tersebut. Pemerintah daerah ingin memastikan budaya integritas tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diterapkan dalam setiap proses penyelenggaraan pemerintahan.

Pameran Pembangunan MCF 2026 berlangsung sebagai bagian dari rangkaian Madura Culture Festival (MCF) #4, yang digelar pada 26 Agustus hingga 4 September 2026.

Berbagai perangkat daerah dan instansi turut ambil bagian untuk memperkenalkan program, inovasi serta capaian pembangunan kepada masyarakat.

Di tengah kemeriahan festival, stan Inspektorat menghadirkan pesan yang berbeda: kemajuan daerah harus berjalan beriringan dengan pemerintahan yang bersih, pengawasan yang kuat dan keberanian untuk melawan korupsi.

 

Berita Terkait

UKW Dewan Pers di Surabaya Tuntas, Wartawan Didorong Makin Profesional di Era Digital
Aroma Kejanggalan Proyek Pengadaan Langsung Dikdaya Probolinggo, Jawaban Normatif Kadikdaya Picu Tanda Tanya
Pelaksanaan UKW Dewan Pers dan LUKW Unitomo Surabaya Sukses, 29 Wartawan Dinyatakan Kompeten
Gempur Stunting, Dinkes Probolinggo Satukan Barisan Puskesmas dan Rumah Sakit
Kominfo Jatim Luncurkan “PERISAI ANAK”, Inovasi Bentengi Generasi Muda di Ruang Digital
Menembus Batas Digital: RT-RW Kota Probolinggo Jadi Ujung Tombak Perlindungan Sosial
Transparansi Dipertanyakan, Belanja Toko Daring UPT PPP Muncar Banyuwangi Tanpa Kode RUP Jadi Sorotan
Dinas PUPR Kota Kediri Layangkan Surat Klarifikasi Legalitas Rumah Makan Soto Mantenan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:24 WIB

UKW Dewan Pers di Surabaya Tuntas, Wartawan Didorong Makin Profesional di Era Digital

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Aroma Kejanggalan Proyek Pengadaan Langsung Dikdaya Probolinggo, Jawaban Normatif Kadikdaya Picu Tanda Tanya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Pelaksanaan UKW Dewan Pers dan LUKW Unitomo Surabaya Sukses, 29 Wartawan Dinyatakan Kompeten

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Gempur Stunting, Dinkes Probolinggo Satukan Barisan Puskesmas dan Rumah Sakit

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Kominfo Jatim Luncurkan “PERISAI ANAK”, Inovasi Bentengi Generasi Muda di Ruang Digital

Berita Terbaru

TNI-POLRI

Diduga Edarkan Sabu di Talango Sumenep, 2 Pria Diciduk

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:10 WIB