Tuban Hadirkan Tari Mustikaning Kenya di MCF 2026 Sumenep, Bupati Fauzi Ingin Budaya Jadi Ruang Kolaborasi

Jumat, 28 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto: Kabupaten Tuban menampilkan Tari Mustikaning Kenya dalam gelaran MCF 2026 di Sumenep, menjadi bagian dari semangat menjaga dan mengembangkan seni budaya.

Ket Foto: Kabupaten Tuban menampilkan Tari Mustikaning Kenya dalam gelaran MCF 2026 di Sumenep, menjadi bagian dari semangat menjaga dan mengembangkan seni budaya.

SUMENEP, Detikzone.id — Kabupaten Tuban turut membawa kekayaan seni budayanya ke Kabupaten Sumenep melalui gelaran Madura Culture Festival (MCF) 2026.

Dalam festival yang berlangsung di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep, Kabupaten Tuban menampilkan Tari Mustikaning Kenya sebagai salah satu kesenian yang merepresentasikan kekayaan budaya daerah tersebut.

Kehadiran Tuban di panggung MCF 2026 tidak hanya menjadi pertunjukan seni, tetapi juga bagian dari pertemuan budaya antardaerah. Seni tradisi dari Tuban dipertemukan dengan berbagai kesenian dari kabupaten dan kota lain di Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, keberagaman seni budaya yang hadir dalam MCF menjadi kekuatan yang perlu terus dijaga dan dikembangkan.

“Jawa Timur kaya dengan seni dan budaya yang merupakan bagian penting dari identitas setiap daerah,” kata Achmad Fauzi Wongsojudo, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, setiap daerah memiliki karakter seni budaya yang berbeda, termasuk Tuban. Perbedaan tersebut menjadi kekayaan bersama ketika dipertemukan melalui ruang kebudayaan seperti MCF.

“Madura Culture Festival ini menjadi ruang bersama untuk menjaga, melestarikan, sekaligus mengembangkan seni budaya daerah, mengingat kekayaan budaya di Madura dan kawasan Tapal Kuda merupakan aset yang harus terawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Achmad Fauzi menegaskan, perkembangan zaman tidak seharusnya membuat seni tradisi ditinggalkan. Sebaliknya, budaya perlu terus dikembangkan melalui kreativitas dan inovasi agar tetap hidup dan dekat dengan generasi muda.

“Budaya harus tetap hidup dan berkembang meskipun dengan inovasi mengikuti perkembangan zaman, tetapi jangan sampai kehilangan jati diri dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu,” tegasnya.

Selain Kabupaten Tuban, MCF 2026 juga menghadirkan kesenian dari berbagai daerah. Kabupaten Sumenep menampilkan Tari Sonar Mosem Nemor, Kota Probolinggo dengan Tari Nyareh Jukok, Kabupaten Bondowoso melalui Wirogo Singo Konah, Kota Blitar dengan Tari Pleret, Kabupaten Malang menampilkan Tari Sekar Tunjung Biru, serta Kabupaten Pasuruan dengan Tari Gelora Pesisir.

Penampilan dari Kabupaten Tuban bersama daerah lainnya menunjukkan keberagaman bentuk kesenian yang tumbuh di Jawa Timur. Setiap daerah membawa ciri khas masing-masing, namun dipertemukan dalam satu panggung di Sumenep.

Bagi Kabupaten Tuban, keikutsertaan dalam MCF menjadi momentum untuk memperkenalkan seni budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus membangun ruang interaksi dengan pelaku seni dari daerah lain.

Sementara bagi Sumenep, kehadiran berbagai daerah dalam MCF memperkuat posisi festival sebagai wadah pertukaran budaya dan kolaborasi antardaerah.

Melalui pertemuan tersebut, seni budaya tidak hanya tampil sebagai tontonan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan identitas daerah, memperkuat hubungan antarpelaku seni dan mendorong generasi muda untuk mengenal warisan budaya.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga identitas budaya daerah. Mari jadikan Madura Culture Festival sebagai ruang untuk berkarya, berkolaborasi dan memperkenalkan kekayaan seni budaya kita kepada Indonesia,” pungkas Achmad Fauzi Wongsojudo.

 

Berita Terkait

UKW Dewan Pers di Surabaya Tuntas, Wartawan Didorong Makin Profesional di Era Digital
Aroma Kejanggalan Proyek Pengadaan Langsung Dikdaya Probolinggo, Jawaban Normatif Kadikdaya Picu Tanda Tanya
Pelaksanaan UKW Dewan Pers dan LUKW Unitomo Surabaya Sukses, 29 Wartawan Dinyatakan Kompeten
Gempur Stunting, Dinkes Probolinggo Satukan Barisan Puskesmas dan Rumah Sakit
Kominfo Jatim Luncurkan “PERISAI ANAK”, Inovasi Bentengi Generasi Muda di Ruang Digital
Menembus Batas Digital: RT-RW Kota Probolinggo Jadi Ujung Tombak Perlindungan Sosial
Transparansi Dipertanyakan, Belanja Toko Daring UPT PPP Muncar Banyuwangi Tanpa Kode RUP Jadi Sorotan
Dinas PUPR Kota Kediri Layangkan Surat Klarifikasi Legalitas Rumah Makan Soto Mantenan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:24 WIB

UKW Dewan Pers di Surabaya Tuntas, Wartawan Didorong Makin Profesional di Era Digital

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Aroma Kejanggalan Proyek Pengadaan Langsung Dikdaya Probolinggo, Jawaban Normatif Kadikdaya Picu Tanda Tanya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Pelaksanaan UKW Dewan Pers dan LUKW Unitomo Surabaya Sukses, 29 Wartawan Dinyatakan Kompeten

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Gempur Stunting, Dinkes Probolinggo Satukan Barisan Puskesmas dan Rumah Sakit

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Kominfo Jatim Luncurkan “PERISAI ANAK”, Inovasi Bentengi Generasi Muda di Ruang Digital

Berita Terbaru

TNI-POLRI

Diduga Edarkan Sabu di Talango Sumenep, 2 Pria Diciduk

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:10 WIB