BEM Lakukan Aksi Demo di Depan Kantor DPRD Pamekasan, Ini Tuntutannya

Jumat, 23 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamekasan- Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pamekasan melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan pada Jumat (23/8).

Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur penyediaan alat kontrasepsi bagi pelajar dan remaja dan juga mengkawal putusan Mengkawal Putusan MK No. 60/PUU-XXII/2024 & 70/PUU-XXII/2024

Mahrus Soleh, Koordinator BEM Pamekasan bilang, para mahasiswa menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari kebijakan tersebut. Menurut mereka, penyediaan alat kontrasepsi bagi pelajar dan remaja justru akan mendorong perilaku seks bebas di kalangan generasi muda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menilai bahwa kebijakan ini sangat berbahaya bagi masa depan generasi muda. Alih-alih mencegah, justru akan memfasilitasi perilaku seks bebas,” ungkapnya.

Selain penolakan PP. No. 28 tahun 2024, para demonstran juga menuntut dan mengkawal putusan MK yang menurut mereka DPR RI mencoba untuk mengakali putusan hanya demi kepentingan kelompok tertentu.

“Kami mendesak DPRD untuk mendengarkan suara kami dan membawa tuntutan ini ke tingkat pusat. Kebijakan ini harus di ikuti karena putusan MK bersifat Final dan Binding ,” tegas Mahrus.

Aksi ini sempat memanas ketika para demonstran berusaha merangsek masuk ke dalam gedung DPRD Pamekasan karena tidak kunjung ditemui oleh perwakilan dewan.

Namun, situasi berhasil dikendalikan oleh aparat kepolisian yang mengawal jalannya demonstrasi.

Sementara itu, Ali Masykur, anggota DPRD Pamekasan, menyatakan dukungannya terhadap tuntutan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa pihaknya juga menolak PP dan siap mengkawal putusan MK dan akan segera menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada pemerintah pusat.

“Kami di DPRD Pamekasan sepakat bahwa peraturan ini tidak sesuai dengan nilai-nilai yang kita junjung. Kami tidak akan menganggarkan pengadaan alat kontrasepsi bagi pelajar dan remaja di Pamekasan dan kami mentaati putusan MK karena sudah Final” ujarnya.

Aliansi BEM Pamekasan menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal isu ini dan siap melakukan aksi lanjutan jika tuntutan mereka tidak dipenuhi

Penulis : Lil

Berita Terkait

Dari Sertijab hingga SPJ BOS, KKKS Pasongsongan Satukan Langkah Perkuat Tata Kelola Pendidikan
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SDN Padangdangan I Bangun Budaya Karakter Lewat 12 Gerakan Pembiasaan
Siswi SMPN 1 Sampang, Nelza dan Dhea Binaan Sanggar KBP Sabet Tiga Predikat di Fashion Muslim of Batik Madura 2026
Busana Adat dan Bahasa Madura Warnai Peringatan Hari Jadi Sumenep ke-757 di SDN Soddara I Sumenep
KKG Gugus 02 Pasongsongan Bergerak Maju: Guru Belajar Canva AI, Menghadirkan Pembelajaran yang Lebih Kreatif dan Interaktif
Pimpin Rapat Perdana, Agus Sugianto Perkuat Sinergi dan Pendidikan Karakter di SDN Padangdangan I
Harumkan Nama Sumenep di Ajang Internasional, Lima Siswa SMP Integral Luqman Al Hakim Borong Medali HKIMO 2026
Harumkan Nama Sumenep di Panggung Nasional, Putri Anggota JSI Awan Dania Siswi SMAN 2 Sumenep Sabet Juara 1 Pencak Silat

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:53 WIB

Dari Sertijab hingga SPJ BOS, KKKS Pasongsongan Satukan Langkah Perkuat Tata Kelola Pendidikan

Senin, 2 November 2026 - 11:26 WIB

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SDN Padangdangan I Bangun Budaya Karakter Lewat 12 Gerakan Pembiasaan

Minggu, 1 November 2026 - 02:05 WIB

Siswi SMPN 1 Sampang, Nelza dan Dhea Binaan Sanggar KBP Sabet Tiga Predikat di Fashion Muslim of Batik Madura 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Busana Adat dan Bahasa Madura Warnai Peringatan Hari Jadi Sumenep ke-757 di SDN Soddara I Sumenep

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:06 WIB

KKG Gugus 02 Pasongsongan Bergerak Maju: Guru Belajar Canva AI, Menghadirkan Pembelajaran yang Lebih Kreatif dan Interaktif

Berita Terbaru