SUMENEP, Detikzone.id — Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026 tidak hanya menjadi ajang persaingan antarkelompok, tetapi juga menjadi ruang bagi para seniman untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menjaga keberlangsungan musik tradisional sebagai bagian dari warisan budaya Madura.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam festival tersebut.
Menurutnya, kehadiran kelompok musik tong-tong dari berbagai daerah menjadi bagian penting dalam menyukseskan festival sekaligus mempertemukan para pelaku seni dalam satu panggung budaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan memberikan penampilan terbaik dalam Festival Musik Tong-Tong Sumenep,” ujar Bupati, Minggu (6/9/2026).
Ia menilai, setiap kelompok tidak hanya menampilkan musik tong-tong, tetapi juga menghadirkan kreativitas melalui berbagai unsur pertunjukan, mulai dari dekorasi, tari, penyajian hingga aransemen musik.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Baladewa ditetapkan sebagai Juara Umum Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026.
Selain juara umum, penghargaan juga diberikan dalam sejumlah kategori.
Pada kategori Dekorasi Terbaik, penghargaan diberikan kepada Sabda Alam, Subur Makmur 99, Mega Remmeng, Putra SBR, Kaconk Madura, Pangeran Soengennep, Joko Maro, Angin Ribut, Gong Mania, dan Putra Sidingpuri.
Sementara kategori Penari Terbaik diraih oleh Peccot Ngamox, Pornama Alam, Putra SBR, Angin Ribut, dan Gong Mania.
Untuk kategori Aransemen Terbaik, penghargaan diberikan kepada Baladewa, Satsetsot, Kramat, Bagaspati, dan Subur Makmur 99.
Sedangkan kategori Penyaji Terbaik diberikan kepada Baladewa, Satsetsot, Peccot Ngamox, Kramat, Bagaspati, Subur Makmur 99, Putra SBR, Barong Ireng, Angin Ribut, dan Putra Sidingpuri.
Bupati Fauzi mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan kerja keras para peserta. Namun, menurutnya, keberhasilan sebuah festival budaya tidak semata-mata diukur dari siapa yang meraih juara.
Lebih dari itu, keterlibatan seluruh peserta menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga kesenian tradisional agar tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi berikutnya.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga dan mengembangkan seni budaya yang kita miliki,” ujarnya.
Menurut Bupati, kreativitas yang ditampilkan para peserta menunjukkan bahwa musik tong-tong memiliki ruang untuk terus berkembang mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan karakter dan akar tradisinya.
Karena itu, ia berharap Festival Musik Tong-Tong Sumenep dapat terus menjadi ruang pertemuan bagi para seniman sekaligus mendorong regenerasi pelaku seni di Madura.
Festival tersebut pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang meraih juara, tetapi juga tentang bagaimana para seniman bersama-sama menjaga musik tong-tong tetap hidup, berkembang, dikenal generasi muda, dan terus menjadi bagian dari identitas budaya Madura.
Penulis : Red







