PROBOLINGGO – Inspektorat Daerah Kabupaten Probolinggo menerima kunjungan kerja dari Inspektorat Kabupaten Blitar pada Kamis (22/10/2026).Pertemuan yang berlangsung di Kantor Inspektorat Daerah Kabupaten Probolinggo ini menjadi ajang sharing session yang hangat dan penuh rasa kekeluargaan.
Rombongan dari Blitar dipimpin langsung oleh Inspektur Drs. Rully Wahyu Prasetyowanto, ME, didampingi tim pengawas desa. Mereka disambut terbuka oleh Inspektur Daerah Kabupaten Probolinggo, Imron Rosadi, S.P., M.M., bersama Inspektur Pembantu (Irban) Bidang Perekonomian, Taufiqi, S.Psi., M.Si., serta seluruh keluarga besar Inspektorat setempat.
Dalam suasana yang guyub dan santai, Rully Wahyu Prasetyowanto mengungkapkan bahwa ketertarikan timnya berkunjung ke Probolinggo dipicu oleh rasa penasaran. Mereka kerap membaca pemberitaan media massa mengenai inovasi pengawasan desa berbasis teknologi informasi (IT) yang diterapkan di Kabupaten Probolinggo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi hal tersebut, Imron Rosadi menyambut gembira kehadiran mitra kerjanya. Ia membeberkan tantangan besar yang dihadapi Probolinggo dalam mengawal 325 desa dan 5 kelurahan yang tersebar di 24 kecamatan.
“Pengawasan tidak akan berjalan optimal tanpa data yang akurat dan valid. Di sisi lain, memantau seluruh wilayah secara fisik tentu sangat berat. Karena itulah kami melahirkan inovasi SiDesa-SAE,” ujar Imron.
Aplikasi ini bertindak sebagai alat monitoring sekaligus pembinaan di tingkat kecamatan dan desa, yang laporannya dapat dipantau langsung oleh Bupati.
Secara teknis, Irban Bidang Perekonomian, Taufiqi, menjelaskan bahwa lahirnya aplikasi SiDesa-SAE merupakan langkah konkret dalam mengimplementasikan Permendagri Nomor 73 Tahun 2020. Regulasi tersebut mengamanatkan pembinaan dan pengawasan desa oleh Bupati yang dibantu oleh Camat dan Inspektorat.
“SiDesa-SAE hadir sebagai katalisator. Aplikasi ini menghubungkan estafet pengawasan antara Camat, Inspektorat, dan Bupati, sehingga monitoring penyelenggaraan desa bisa dilakukan tanpa batas ruang dan waktu,” jelas Taufiqi.
Menariknya, aplikasi ini merupakan produk hibah teknologi dari civitas akademika Universitas Nurul Jadid (UNUJA) kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
Untuk memberikan gambaran utuh, Taufiqi bersama Pejabat Fungsional Auditor (JFA) Faisal memperagakan langsung fitur-fitur unggulan yang ada di dalam sistem SiDesa-SAE. Di akhir sesi, Inspektur Kabupaten Blitar menyatakan ketertarikannya untuk memelajari sistem ini lebih dalam demi memperkuat fungsi pengawasan di daerahnya masing-masing.
Penulis : Moch Solihin







