SAMPANG, Detikzone.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kabupaten Sampang. Dua siswi SMPN 1 Sampang, Nelza Iffad Huwaida dan Karisha Nandhea Ramadhani (Dhea), sukses mencuri perhatian dalam ajang Fashion Muslim of Batik Madura 2026 dengan memborong tiga predikat sekaligus.
Keduanya merupakan peserta binaan Sanggar Karisma Bahari Production (KBP) Kabupaten Sampang. Dalam kompetisi tersebut, Nelza berhasil meraih dua penghargaan, yakni Best Catwalk dan Juara Harapan 2, sementara Dhea menyabet predikat Best Makeup.
Ajang yang diselenggarakan Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Bakat Siswa (YPPBS) itu berlangsung di Lyco Cafe, Jalan Syamsul Arifin, Kabupaten Sampang, Sabtu (31/10/2026) malam. Kompetisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan Anniversary YPPBS ke-7 dengan mengusung tema “Muda Gaya Berbudaya”.
Penampilan keduanya menjadi bukti bahwa pembinaan bakat dan keberanian memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan potensi terbaiknya.
Ketua Sanggar KBP Sampang, Hermawan Kusumahadi, mengaku bersyukur sekaligus bangga atas pencapaian kedua anak didiknya. Menurutnya, tiga predikat yang berhasil diraih merupakan hasil dari proses pembinaan, latihan, serta keberanian peserta menghadapi persaingan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian Nelza dan Dhea. Keduanya sudah menunjukkan kemampuan terbaiknya. Nelza berhasil meraih Best Catwalk dan Juara Harapan 2, sementara Dhea mendapatkan predikat Best Makeup. Ini merupakan pencapaian yang patut diapresiasi dan menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Sanggar KBP,” ujar Hermawan.
Ia menegaskan, kompetisi bukan semata-mata tentang siapa yang membawa pulang penghargaan. Lebih dari itu, pengalaman tampil di hadapan juri dan peserta lain menjadi proses penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, keberanian, serta kepercayaan diri anak didik.
“Bagi kami, setiap anak memiliki potensi yang perlu diberikan ruang untuk berkembang. Prestasi yang diraih kali ini jangan sampai membuat mereka cepat puas, tetapi harus menjadi motivasi untuk terus belajar, berlatih, dan meningkatkan kualitas penampilan. Kami berharap ke depan mereka bisa meraih prestasi yang lebih baik lagi,” tambahnya.
Hermawan juga memberikan apresiasi kepada YPPBS yang telah menghadirkan kompetisi dengan mengangkat batik Madura sebagai unsur utama peragaan busana muslim.
Menurutnya, ajang semacam ini memiliki nilai lebih karena tidak hanya menjadi panggung kreativitas, tetapi juga sarana memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda.
Berdasarkan rekapitulasi pendaftaran, kompetisi tersebut diikuti 73 peserta yang terbagi dalam empat kategori. Rinciannya, kategori pertama sebanyak 31 peserta, kategori kedua 12 peserta, kategori ketiga tujuh peserta, dan kategori keempat 23 peserta.
Para peserta berasal dari berbagai kabupaten di Madura, meliputi Sampang, Sumenep, Pamekasan, hingga Bangkalan.
Dalam kompetisi tersebut, batik khas Madura menjadi elemen utama yang ditampilkan melalui rancangan busana muslim. Perpaduan motif tradisional dengan sentuhan desain modern menghadirkan ruang bagi peserta untuk menunjukkan kreativitas sekaligus kecintaan terhadap warisan budaya lokal.
Keberhasilan Nelza dan Dhea sekaligus menjadi kebanggaan bagi Sanggar KBP Sampang. Prestasi tersebut juga memperlihatkan bahwa generasi muda daerah mampu bersaing dan menunjukkan talenta di bidang fashion dan modeling.
Melalui semangat “Muda Gaya Berbudaya”, ajang ini menjadi pengingat bahwa mengikuti perkembangan dunia fashion tidak harus membuat generasi muda meninggalkan identitas daerah.
Justru melalui kreativitas, batik Madura dapat terus diperkenalkan, dibanggakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Penulis : Agus Junaidi







