Pemkot Kediri Pastikan Uji KIR Kendaraan Optimal untuk Lindungi Keselamatan Pengguna Jalan

Senin, 2 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kediri-  Memastikan kendaraan yang beroperasi di jalan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga keselamatan masyarakat. Untuk itu, kualitas pelayanan pengujian kendaraan bermotor atau uji KIR serta kesiapan sarana pendukungnya terus menjadi perhatian Pemerintah Kota Kediri.

Hal tersebut terlihat saat Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Pemerintah Kota Kediri di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri, Senin (2/11/2026). Usai apel, Mbak Wali meninjau langsung pelayanan uji KIR untuk melihat proses pemeriksaan kendaraan bermotor sekaligus memastikan kesiapan fasilitas dan peralatan pengujian yang digunakan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, Mbak Wali melihat secara langsung tahapan pemeriksaan kendaraan bermotor. Menurutnya, uji KIR menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui kondisi kendaraan sekaligus memastikan kendaraan yang digunakan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini upaya kita bersama untuk menjaga keselamatan masyarakat dalam menggunakan jalan. Karena kalau misalnya kendaraan ini tidak melakukan uji KIR setiap enam bulan, kemudian tidak mengetahui kondisi fisik kendaraannya, ini akan berakibat fatal, salah satunya adalah terjadinya kecelakaan. Sehingga saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk melaksanakan uji KIR agar kita paham betul kondisi kendaraan yang akan digunakan,” ujarnya.

Mbak Wali berpesan agar Dinas Perhubungan memastikan seluruh peralatan pengujian kendaraan bermotor dalam kondisi baik dan memenuhi standar. Menurutnya, kelayakan peralatan sangat penting karena hasil uji KIR berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat pengguna jalan. Peralatan yang tidak berfungsi dengan baik dapat memengaruhi keakuratan hasil pemeriksaan sehingga kondisi kendaraan tidak dapat dinilai secara optimal.

“Alhamdulillah alatnya lengkap, kemudian setiap tahun juga dilakukan servis. Artinya Dishub menjaga betul standar dari masing-masing alat penguji ini. Saya lihat tadi semuanya baik dan berjalan dengan lancar,” ungkapnya.

Selain memastikan kualitas peralatan, Mbak Wali menegaskan agar pelayanan uji KIR dilaksanakan secara profesional tanpa pungutan di luar ketentuan. Prosedur pelayanan juga harus sederhana dan tidak berbelit-belit sehingga masyarakat lebih mudah mengakses layanan tersebut.

Mbak Wali turut mengingatkan pentingnya objektivitas dalam proses pengujian. Setiap kendaraan harus dinilai berdasarkan hasil pemeriksaan dan persyaratan yang berlaku.

Kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan tidak boleh dinyatakan lolos melalui kompromi. Dengan demikian, hasil pengujian benar-benar mencerminkan kondisi dan tingkat kelayakan kendaraan.

“Kita berikan layanan yang baik dan profesional kepada masyarakat. Tolong jangan ada pungutan di luar ketentuan. Jangan kita kompromi mana kala kendaraan ini tidak sesuai ketentuan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota meminta Dishub memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mempermudah masyarakat memperoleh informasi mengenai pelayanan uji KIR. Apabila belum tersedia, Dishub diminta segera menyiapkan website atau aplikasi yang memuat informasi jadwal pelayanan, prosedur, persyaratan administrasi, serta tahapan pengujian. Informasi tersebut juga perlu disebarluaskan melalui media sosial agar dapat diakses masyarakat dengan lebih mudah.

Dalam kesempatan tersebut, Mbak Wali juga mengingatkan seluruh jajaran Pemerintah Kota Kediri untuk mengevaluasi capaian realisasi anggaran dan pelaksanaan pembangunan fisik secara menyeluruh. Perencanaan pembangunan harus disusun secara matang agar pelaksanaannya berjalan optimal dan hasilnya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya masalah akibat perencanaan yang kurang baik. “Apa yang dilakukan harus benar-benar berdampak dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Jangan hanya realisasinya 100 persen namun tidak memberikan dampak pada masyarakat. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Turut mendampingi, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Pj. Sekretaris Daerah Kota Kediri Endang Kartika Sari, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Direktur BUMD, Camat, Lurah, dan tamu undangan lainnya.

Berita Terkait

Jalan Sehat Santri Sarungan Pererat Silaturahmi dan Ajak Warga Hidup Sehat
Dr. Naghfir Sabet Juara I Pembayar BPHTB Terbesar, Kontribusi Nyata untuk Pembangunan Sumenep
Setelah Arum Manis, Mangga Duren Bawa Kabupaten Probolinggo Sabet Jajaran Lima Besar di Mango Carnival Of Indonesia 2026
Raih 16 Penghargaan Sepanjang 2026, Bupati Fauzi Tegaskan Pembangunan Sumenep Hasil Kolaborasi Bersama
Borong 3 Piala Wilwatikta Awards 2026, Wali Kota Probolinggo: Ini Bukan Garis Akhir
29 Kelurahan di Probolinggo Adu Kreativitas, Sulap Buah Musiman Jadi Asa UMKM
Haul Raja-Raja Madura di Sumenep, Menghidupkan Kembali Jejak Kebesaran Para Leluhur
Lepas Kontingen Popda dan Peparpeda Jatim 2026, Mbak Wali Titip Pesan Tunjukkan Kemampuan dan Sikap Baik

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Pemkot Kediri Pastikan Uji KIR Kendaraan Optimal untuk Lindungi Keselamatan Pengguna Jalan

Senin, 2 November 2026 - 05:03 WIB

Jalan Sehat Santri Sarungan Pererat Silaturahmi dan Ajak Warga Hidup Sehat

Minggu, 1 November 2026 - 12:52 WIB

Dr. Naghfir Sabet Juara I Pembayar BPHTB Terbesar, Kontribusi Nyata untuk Pembangunan Sumenep

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:01 WIB

Setelah Arum Manis, Mangga Duren Bawa Kabupaten Probolinggo Sabet Jajaran Lima Besar di Mango Carnival Of Indonesia 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Raih 16 Penghargaan Sepanjang 2026, Bupati Fauzi Tegaskan Pembangunan Sumenep Hasil Kolaborasi Bersama

Berita Terbaru