Hadiri Musyawarah Turkistan Timur, KAMMI Konsolidasikan OKP di Indonesia Kawal Isu Keumatan

Kamis, 10 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Internasional – Komunitas Diaspora Uyghur Sedunia menggelar agenda tahunan Musyawarah Persatuan Nasional Turkistan Timur ke-7 dan Pertemuan Persaudaraan Turkistan Timur ke-16 di Pendik Green Park Hotel Istanbul (8/10).

Penyelenggara mengundang delegasi dari 31 negara, untuk merumuskan langkah kongkret, mempererat kerjasama, dan memperbaharui komitmen mengawal isu pendudukan terhadap masyarakat Uyghur.

Agenda terbesar Komunitas Uyghur tahun 2024 ini turut dihadiri oleh delegasi ASEAN, di antaranya Thailand yang membawa Sheikhul Islam dan Ummatee, Malaysia mengutus Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM), Persatuan Ulama Malaysia, Partai Amanah dan Akademisi dari UNISZA dan UM, serta dari Indonesia diwakili oleh KAMMI, Muhammadiyah, Hidayatullah, PKS, HMI, NYC dan Terdepan Institut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada pembukaannya, Presiden Asosiasi Solidaritas dan Maarif Turkistan Timur dan Koordinator Persatuan Organisasi Turkistan Timur Internasional, Mr. Hidayet Oğuzhan menegaskan, bahwa pihaknya akan terus memperjuangkan dan berkonsentrasi pada usaha-usaha masyarakat Uyghur, untuk meraih haknya kembali menjadi negara yang merdeka dan berdaulat.

Dalam 4 hari delegasi yang berjumlah sekitar 200 orang dari berbagai organisasi proaktif dalam rangkaian kegiatan yang terdiri dari panel, workshop dan seminar. Adapun 6 tema utama yang menjadi fokus pembahasan dalam agenda kali ini adalah:
1. Dampak genosida secara nasional: karakteristik, hasil, dan dampaknya
2. Bahaya ekspansionis Tiongkok di Asia
3. Meningkatkan kekuatan Tiongkok dan dampak global genosida di Turkistan Timur
4. Isu Turkistan Timur dan meningkatnya pengaruh China di dunia Arab-Islam
5. Cara menghentikan genosida dan mengakhiri pendudukan
6. Prinsip dan kemerdekaan Turkistan Timur

Bidang Hubungan Luar Negeri PP KAMMI, yang diwakili oleh Ridwan El-Muhghomieru dalam sambutannya menyampaikan lima poin yang menjadi langkah kongkrit KAMMI dalam isu Turkistan Timur khususnya di lingkup Indonesia. Poin-poin ini memuat advokasi dengan pemerintah RI, mengadakan seminar edukasi, menerbitkan laporan pelanggaran HAM, konsolidasikan organisasi di Indonesia dalam mengawal isu, termasuk meningkatkan hubungan kerja sama dengan organisasi Uyghur.

“Indonesia sebagai negara muslim yang besar patut memiliki konsentrasi terhadap isu keummatan. Muslim Uyghur merupakan bagian dari umat Islam, sebagaimana dunia Islam pada umumnya, juga menjadi perhatian KAMMI sebagai salah satu OKP di Indonesia.” pungkas Ridwan.

Penulis : Ari

Berita Terkait

BPI KPNPA RI Desak Transparansi KPK dan Kepastian Hukum Kasus di Kabupaten Bogor
Aksi Kemanusiaan, Yakuza Maneges Ngawi Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Mbah Kadiran
Anggota DPRD Sumenep Hosnan Dorong Sumenep Jadi Kabupaten Kepulauan, Demi Pelayanan dan Pembangunan yang Setara
301  PROFESOR TURUN GUNUNG: MEMPERTAHANKAN ARAH DAN KEMURNIAN JALUR ILMIAH
Aksi Bocah di Pemalang Main Keranda Replika Bekas Karnaval, Warganet Bereaksi
Prof Sutan Nasomal Dorong KPK Pastikan Penelusuran Anggaran Pemkab Bogor Berbasis Bukti
Lautan Oranye Petani Tebu Kepung Istana Merdeka, Desak HPP Rp16.875 dan Copot Menko Bidang Pangan
Ansor Jatim Gelar Halaqoh Tani Muda, Dorong Inovasi dan Solusi Problem Pertanian

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 11:47 WIB

BPI KPNPA RI Desak Transparansi KPK dan Kepastian Hukum Kasus di Kabupaten Bogor

Rabu, 2 September 2026 - 21:27 WIB

Aksi Kemanusiaan, Yakuza Maneges Ngawi Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Mbah Kadiran

Rabu, 2 September 2026 - 12:36 WIB

Anggota DPRD Sumenep Hosnan Dorong Sumenep Jadi Kabupaten Kepulauan, Demi Pelayanan dan Pembangunan yang Setara

Rabu, 2 September 2026 - 12:29 WIB

301  PROFESOR TURUN GUNUNG: MEMPERTAHANKAN ARAH DAN KEMURNIAN JALUR ILMIAH

Selasa, 1 September 2026 - 19:28 WIB

Aksi Bocah di Pemalang Main Keranda Replika Bekas Karnaval, Warganet Bereaksi

Berita Terbaru