HMPS IQT IAIN Madura Gelar Dies Maulidiyah Ke-10, Kaji Moderasi Beragama dan Perjuangan Ulama

Senin, 21 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamekasan – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Qur’an dan Tafsir (HMPS IQT) IAIN Madura menggelar peringatan Dies Maulidiyah ke-10 di Aula Perpustakaan IAIN Madura, Senin (21/10) pagi.

Acara tahunan ini menjadi momentum refleksi dan perayaan satu dekade perjalanan HMPS IQT sebagai wadah aspirasi mahasiswa.

Achmad Syukron Jazilan, Ketua HMPS IQT IAIN Madura, menyampaikan bahwa Dies Maulidiyah ini merupakan tradisi tahunan. Ia juga menggarisbawahi pentingnya momen ini dalam memperingati sejarah serta pencapaian prodi yang telah berkembang pesat dalam satu dekade terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dies Maulidiyah Ke-10 ini adalah momen yang patut kita syukuri. Selama 10 tahun, Prodi Ilmu Qur’an dan Tafsir terus berkembang hingga menjadi salah satu prodi unggulan di tahun 2024,” ujar Achmad Syukron.

Ia juga berharap agar mahasiswa Ilmu Qur’an dan Tafsir mampu menjadi generasi yang berdaya saing tinggi, terutama dalam penguasaan ilmu dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Rektor IAIN Madura, Syaiful Hadi, dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga atas antusiasme mahasiswa dan dosen dalam menciptakan suasana akademik yang kolaboratif di kampus. Ia menekankan pentingnya pengkajian ilmu Al-Qur’an dan tafsir dalam membangun wawasan keagamaan yang lebih luas.

“Kampus IAIN Madura, yang dikenal sebagai Kampus Tanian Lanjheng, sangat erat dengan nilai budaya dan keislaman. Dengan mengkaji Al-Qur’an dan tafsir, kami memperkuat sinergi antara pengetahuan dan kebudayaan yang menjadi identitas masyarakat Madura,” ujar Syaiful Hadi.

Rektor juga menyoroti peran Prodi Ilmu Qur’an dan Tafsir dalam menghadapi tantangan modern. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara akademisi dan mahasiswa menjadi kunci untuk mempersiapkan santri dan generasi muda yang mampu bersaing di era global.

“Kegiatan ini membantu kita membuka wawasan baru dan menjawab kebutuhan zaman, sekaligus memperkuat etos keilmuan yang berakar pada budaya lokal,” tambahnya.

Acara ini juga diramaikan oleh seminar nasional bertema “Santri, Moderasi Beragama, dan Perjuangan Ulama Nusantara.” Seminar tersebut menghadirkan dua narasumber terkemuka, yaitu Prof. Dr. Said Agil Husin Al Munawar, M.A., Guru Besar Bidang Ushul Fiqh, serta Gus Muhammad Abid, pemerhati sanad Al-Qur’an Nusantara.

Berita Terkait

Gedor 18 OPD Teknis, Pemkab Probolinggo Kunci Target Serapan APBD 80 Persen di Oktober
Dorong Perempuan Berprestasi, Bupati Fauzi Perkuat Peran Perwosi Sumenep
Bersama Puluhan Ribu Jamaah, Bupati-Wabup dan Forkopimda Sumenep Larut dalam Sholawat
Anggota DPRD Sumenep Dukung Pembangunan Pos TNI Angkatan Laut di Masalembu
Demi Keselamatan Nelayan Masalembu, Bupati Sumenep Usulkan Pembangunan Posal, Bukti Nyata Perhatian untuk Masyarakat Kepulauan
Bupati Fauzi: Sumenep Bersholawat Simbol Kebersamaan dan Kecintaan kepada Rasulullah, Pemkab Apresiasi PT Arinna Makmur Sentosa
Jaga Fisik Sejak Dini, Dinkes Probolinggo Garap Kesehatan Haji Lintas Sektor
Demi Keamanan Laut Masalembu, Bupati Sumenep Ajukan Posal, DPRD Beri Apresiasi

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:38 WIB

Gedor 18 OPD Teknis, Pemkab Probolinggo Kunci Target Serapan APBD 80 Persen di Oktober

Rabu, 2 September 2026 - 19:09 WIB

Dorong Perempuan Berprestasi, Bupati Fauzi Perkuat Peran Perwosi Sumenep

Rabu, 2 September 2026 - 13:00 WIB

Bersama Puluhan Ribu Jamaah, Bupati-Wabup dan Forkopimda Sumenep Larut dalam Sholawat

Rabu, 2 September 2026 - 12:45 WIB

Anggota DPRD Sumenep Dukung Pembangunan Pos TNI Angkatan Laut di Masalembu

Rabu, 2 September 2026 - 00:10 WIB

Demi Keselamatan Nelayan Masalembu, Bupati Sumenep Usulkan Pembangunan Posal, Bukti Nyata Perhatian untuk Masyarakat Kepulauan

Berita Terbaru