Pjs Bupati Blitar Dr Jumadi Tinjau Inovasi Pertanian Petani Muda di Wates

Kamis, 7 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blitar, Detikzone.id – Pjs. Bupati Blitar, Dr. Ir. Jumadi, M.MT., melakukan kunjungan langsung ke Kecamatan Wates untuk melihat dari dekat inovasi yang digagas oleh para petani muda Pada Selasa (29/10/2024).

Dalam kunjungan tersebut, Pjs. Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar, Camat Wates, serta sejumlah penyuluh dan petani lokal. Dr. Jumadi mengungkapkan apresiasinya terhadap semangat dan kreativitas para petani yang mampu mengatasi kendala alam dengan pendekatan berbasis teknologi.

“Saya sangat mengapresiasi semangat para petani muda di Wates yang tidak hanya bertani, tetapi juga berinovasi. Mereka mampu menghadirkan melon sebagai komoditas unggulan meskipun menghadapi keterbatasan air dan kondisi alam yang kurang mendukung,” ujar Dr. Jumadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melon dari Wates yang dibudidayakan dengan teknologi rumah kaca atau greenhouse ini tidak hanya menawarkan kualitas yang terjaga, tetapi juga membuka peluang baru bagi sektor pertanian di Blitar. Teknologi tersebut memungkinkan para petani untuk menanam melon dalam kondisi cuaca kering dengan hasil yang optimal.

“Inovasi ini tak hanya mengatasi masalah pertanian di daerah kering, tetapi juga menunjukkan bahwa anak muda bisa menjadi penggerak ekonomi di sektor agribisnis,” tambahnya.

Dr. Jumadi juga menyatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung penuh pengembangan usaha pertanian berbasis teknologi ini.

Dukungan akan diberikan melalui pendampingan teknis, pelatihan berkelanjutan, dan akses permodalan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian.

“Kami berharap melalui program-program ini, petani milenial di Blitar bisa semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal,” kata Pjs. Bupati.

Selain melon, Dr. Jumadi juga mendorong para petani di Wates untuk mengembangkan tanaman lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Diversifikasi tanaman diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Potensi di Wates ini besar, tinggal bagaimana kita bersama-sama mengelola dan mengembangkannya lebih lanjut,” ujar Jumadi.

Sementara itu, Camat Wates, Agus Zaenal Arifin, yang turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, mengungkapkan bahwa peran petani milenial di wilayahnya sangat signifikan. Generasi muda di Wates tidak hanya bekerja keras, tetapi juga terus mencari cara-cara baru untuk mengatasi tantangan dalam bertani. “Melalui penggunaan teknologi greenhouse, mereka berhasil menjaga kualitas melon yang dihasilkan, meskipun tantangan kekeringan terus mengintai,” ujar Agus.

Agus juga menambahkan bahwa melon dari Wates kini telah memiliki pasar yang stabil di Blitar dan daerah sekitarnya, dan diharapkan dapat berkembang lebih luas lagi. “Kami ingin melon dari Wates ini dikenal sebagai produk khas Blitar selatan. Ini adalah kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Wates,” ujar Agus.

Kisah sukses petani milenial di Wates ini juga membuka peluang bagi lebih banyak generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian. Agus berharap bahwa inovasi yang dilakukan oleh para petani muda ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Blitar yang menghadapi tantangan serupa. “Dengan dukungan pemerintah dan semangat inovasi dari petani muda, kami yakin Wates bisa menjadi contoh bagaimana keterbatasan alam bisa diatasi dengan teknologi dan kerja keras,” tambahnya.

Para petani milenial di Wates menyambut baik apresiasi dari pemerintah dan optimis bahwa dukungan tersebut akan mendorong mereka untuk terus berinovasi. Mereka berharap dapat memperluas pemahaman tentang teknologi terbaru dalam pertanian dan meningkatkan keterampilan mereka untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Dengan semangat dan dukungan yang terus mengalir, “Republik Melon” di Kecamatan Wates bukan hanya menjadi contoh sukses dalam bidang pertanian, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk melihat sektor pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan ide kreatif dan semangat pantang menyerah, Blitar dapat menjadi pionir dalam pertanian mandiri dan produktif di tengah keterbatasan sumber daya alam.(Adv/Kmf)

Penulis Basuki

Penulis : Basuki

Berita Terkait

Gak Jujur Gak SAE! Ribuan Warga Padati Integrity Run Puncak Probolinggo Anti Corruption Fest 2026
Bupati Sumenep: MEC 2026 Jadi Panggung Kreativitas Generasi Muda Hidupkan Kembali Warisan Keraton
Pastikan Layanan dan Fasilitas Berjalan Optimal, Tenaga Ahli Menteri Imipas Kunjungi Rutan Pemalang
MEC 2026 Siap Hidupkan Pesona Keraton, Kadisbudporapar Sumenep: Momentum Memperkuat Jati Diri Budaya Sumenep
Polemik Penilaian Festival Tong-Tong, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Tegaskan Mekanisme Juri
Disbudporapar Dukung MEC 2026, Harapkan Pesona Keraton Sumenep Mendunia
Dorong Generasi Muda Sportif dan Berkarakter, Mbak Wali Buka Bahlil Minisoccer U-17 “Asyik Menuju Puncak” zona Kediri Raya
Audiensi Sudah Digelar, Warga Warpat Tagih Kejelasan Komisi I DPRD Bogor

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:29 WIB

Gak Jujur Gak SAE! Ribuan Warga Padati Integrity Run Puncak Probolinggo Anti Corruption Fest 2026

Jumat, 11 September 2026 - 15:55 WIB

Pastikan Layanan dan Fasilitas Berjalan Optimal, Tenaga Ahli Menteri Imipas Kunjungi Rutan Pemalang

Jumat, 11 September 2026 - 15:51 WIB

MEC 2026 Siap Hidupkan Pesona Keraton, Kadisbudporapar Sumenep: Momentum Memperkuat Jati Diri Budaya Sumenep

Jumat, 11 September 2026 - 15:32 WIB

Polemik Penilaian Festival Tong-Tong, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Tegaskan Mekanisme Juri

Jumat, 11 September 2026 - 15:18 WIB

Disbudporapar Dukung MEC 2026, Harapkan Pesona Keraton Sumenep Mendunia

Berita Terbaru

SOSBUD

Tempo Berjudi di Madura 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:59 WIB