Blitar, Detikzone.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinperpusip) Kota Blitar terus berupaya meningkatkan literasi masyarakat melalui berbagai inovasi. Salah satunya, lomba bercerita Sebaek Paras Elok, yang melibatkan perangkat kelurahan dan kelompok B masyarakat untuk menggali potensi sejarah, budaya, ekonomi, pariwisata, dan kearifan lokal di wilayah mereka.
Wakil Wali Kota Blitar, Tjutjuk Sunario, mengapresiasi program ini, yang tidak hanya mendorong budaya membaca, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan potensi lokal yang dapat mendongkrak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Melalui lomba ini, para peserta diharapkan dapat menciptakan karya tulis yang mengangkat potensi daerah mereka dan menambah koleksi literatur di perpustakaan.
Selain itu, Dinperpusip juga menggelar berbagai program lainnya untuk mendorong literasi, seperti program wisata buku untuk siswa, layanan mobil perpustakaan keliling, dan Parenting Literasi yang mengajak orang tua aktif dalam mengembangkan minat baca anak-anak mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Program ini cukup inovatif. Melalui lomba ini, para lurah dituntut untuk mempelajari sejarah serta potensi ekonomi, budaya, dan pariwisata di wilayah masing-masing,” ungkap Tjutjuk Sunario, Senin (25/11/2024).
Lomba ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi lokal guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Selain itu, para lurah juga diharapkan dapat mengenalkan cerita khas di wilayah kelurahan mereka, sekaligus memaksimalkan potensi yangada untuk kesejahteraan masyarakat. Salah satu tujuannya adalah menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Blitar.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinperpusip) Kota Blitar, Njunariadi, menyatakan bahwa lomba Sebaek Paras Elok bertujuan untuk mendorong lurah dan perangkat desa agar lebih aktif menggali dan mengembangkan potensi sejarah, ekonomi, pariwisata,budaya, serta kearifan lokal di wilayah masing-masing.
Melalui lomba Sebaek Paras Elok diharapkan muncul karya tulis baru tentang potensi-potensi daerah. Karya-karya tulis tersebut akan menjadi koleksi baru literatur di perpustakaan.
”Tentunya juga akan meningkatkan nilai ekonomi penulisnya,” ungkapnya.
Sejumlah program lain untuk meningkatkan literasi dan gemar membaca masyarakat terus digulirkan. Di antaranya, ada program wisata buku.
Dinperpusip membuka kunjungan bagi siswa khusus jenjang TK dan SD. Program ini bertujuan untuk meningkatkan gemar membaca sejak dini.
Program lainnya yaitu layanan mobil perpustakaan keliling. Perpustakaan keliling ini berkunjung dari satu sekolah ke sekolah lain. Beroperasi setiap hari. Khusus Sabtu dan Minggu, dinperpusip membuka layanan di Taman Kebonrojo dan Sport Center.
Kemudian, program Parenting Literasi. Program edukasi mengenai pentingnya literasi serta mengajak para wali murid untuk aktif berliterasi.
“Kami mendorong para orang tua siswa ikut aktif berliterasi bersama anaknya. Lewat orang tualah anak harus diajak berliterasi,” ujar Njunariadi.
Khusus layanan kunjungan perpustakaan di dinperpusip buka setiap hari. Senin-Jumat buka mulai pukul 07.30 hingga 20.00 WIB. Kemudian, Sabtu dan Minggu buka pukul 08.00 sampai 14.00.
Sementara itu, bidang kearsipan memiliki program unggulan berupa Program Arsip Vital (PRO ARVITA) yang di-lauching pada Mei lalu untuk mewujudkan ”Gerakan Peta, Blitar Satria” atau “Gerakan Penyadaran Tertib Arsip Menuju Blitar Sadar Tertib Arsip”.
LYDIA ARVITA merupakan upaya implementasi “Saving dan Restoring Student Vital File Program” bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Blitar yang menjamin ketersediaan dan keselamatan data siswa yang otentik dan tepercaya.
Mengelola, melindungi, mengamankan, dan menyelamatkan ijazah siswa dari kerusakan, kehilangan, dan kemusnahan.
Layanan kearsipan dinamis berbasis elektronik merupakan layanan untuk mendukung tata laksana internal birokrasi dalam rangka meningkatkan kinerja dan akuntabilitas pemerintahan.
Salah satu unsur dalam pengukuran indeks SPBE adalah tingkat kematangan penerapan aplikasi umum bidang kearsipan dinamis (AUBKD), yaitu SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegras) dan Tingkat Digitalisasi Arsip (TDA), sebagai salah satu komponen pengungkit dalam indeks reformasi birokrasi.
Nah, di tahun ini, untuk kali pertama Dinperpusip Kota Blitar diusulkan mewakili Pemerintah Kota Blitar dalam penilaian Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Pada Selasa (12/11) lalu dilaksanakan field evaluation atau verifikasi lapangan oleh Anesia Ribka SAP MAP beserta tim penilai nasional dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
Verifikasi lapangan ini dilakukan untuk memastikan kebenaran dan integritas dari akuntabilitas kinerja, pengawasan, dan inovasi yang telah dipaparkan pada saat wawancara.(Adv/Kmf)
Penulis : Basuki








