Lahan dan Rumahnya Dieksekusi untuk Proyek Jalan Tol, Warga desa Tiron Kediri Kecewa Berat

Sabtu, 8 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Nur Asiyah (kiri) Kades Ina Rahayu (kanan)

Foto : Nur Asiyah (kiri) Kades Ina Rahayu (kanan)

Kediri, Detikzone.id — Warga Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, yang lahan dan rumahnya dieksekusi untuk proyek jalan tol mengungkapkan keberatan dan kekecewaannya.

Mereka mengaku sangat kecewa pada Kades Tiron, Ina Rahayu yang tidak peduli dengan nasib mereka.

Kepala Desa Tiron, Ina Rahayu, menurut mereka tidak memperjuangkan kepentingan warganya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kades Ina Rahayu lepas tangan, harapan warga tidak diakomodir dengan baik sehingga mereka tidak mendapat ganti rugi yang layak seperti yang diharapkan.

Salah satu warga terdampak, Nur Asiyah, mengungkapkan bahwa hingga saat ini dirinya masih menunggu kejelasan terkait harga ganti rugi yang layak.

Janji kenaikan harga tanah hingga hingga 2 kali lipat ternyata tidak sesuai kenyataan. Ia bahkan terpaksa tinggal di rumah saudaranya setelah rumah dan toko kelontong miliknya digusur akibat proyek ini.

“Kami tidak pernah mendapat pemberitahuan resmi. Tiba-tiba ada orang yang mengaku dari Satgas datang membawa patok dan langsung melakukan pengukuran tanpa koordinasi dengan kami sebagai pemilik tanah,” katanya, Sabtu (8/2/2025)

“Kami waktu itu diminta menghadiri sosialisasi di Hotel Insumo terkait harga tanah. Harga yang ditawarkan pada kami tidak adil karena terdapat perbedaan nilai antara wilayah barat dan timur desa. Kami meminta agar harga disamakan, tetapi hingga kini belum ada kejelasan. ” lanjutnya.

Nur Asiah menilai pernyataan Kades Ina Rahayu yang meminta warga memahami dan legowo dengan nilai ganti rugi yang tidak layak sangat mengecewakan.

“kami tidak mendapatkan pendampingan maksimal dari Bu Kades Tiron dalam memperjuangkan hak kami,”pungkasnya.

Sebelumnya, di hadapan para wartawan, Kepala Desa Tiron, Ina Rahayu, menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki wewenang lebih jauh karena keputusan telah ditetapkan melalui proses hukum. Ia meminta warga legowo dan memahami karena ini adalah proyek nasional dan sudah diputuskan di pengadilan.

Penulis : Bimo Gunawan

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru