Logo Pemkab Bogor Usung Tema Barengan, Akur dan Makmur

Jumat, 10 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cibinong, Detikzone.id- Tanggal 3 Juni 2024 mendatang Kabupaten Bogor akan memasuki usia 542 tahun, pada Hari Jadi Bogor (HJB) ke-542 tahun 2024 kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor usung tema “Babarengan, Akur dan Makmur”.

Hal itu ditegaskan Pj. Bupati Bogor Asmawa Tosepu, pada saat menghadiri Semarak Hari Pendidikan Nasional, di Lapangan Panahan Stadion Pakansari, Selasa (7/5/24).

Dengan tema “Babarengan, Akur dan Makmur” meneguhkan komitmen untuk terus memperkuat sinergi di antara berbagai elemen masyarakat, pemerintah daerah juga stakeholder terkait demi mencapai kemakmuran bersama. Semoga dengan semangat gotong royong dan kekeluargaan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Kabupaten Bogor menjadi pendorong utama dalam menjaga keharmonisan dan mempercepat pembangunan daerah ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Melalui perayaan hari jadi yang sarat makna ini, diharapkan semua pihak dapat semakin menyadari pentingnya memperkokoh persatuan dan kesatuan, menjaga kerukunan antarwarga, serta bersama-sama membangun Kabupaten Bogor menjadi daerah Maju, Berkeadilan dan Berkelanjutan sesuai dengan cita-cita Tegar Beriman,” terangnya Pj. Bupati Bogor.

Perlu diketahui bahwa, Logo HJB ke 542 melambangkan kebersamaan untuk terus bergerak maju dalam mencapai kemakmuran. Logo ini merayakan kebersamaan, kekompakan, serta keharmonisan antara masyarakat dan pemerintah dalam membangun Kabupaten Bogor.

“Logo ini memiliki banyak makna artinya bukan hanya sekedar simbol tetapi maknanya sangat luas yang tentunya mengandung kearifan lokal. Artinya bersama-sama dalam suasana kekeluargaan kita wujudkan Kabupaten Bogor yang sejahtera Kabupaten Bogor yang makmur,” jelas Asmawa Tosepu.

Sebagaimana diketahui bahwa, Angka “542” Hari Jadi Bogor Element angka 542 dengan ilustrasi yang dinamis dan mengarah ke atas bermakna adaptif untuk selalu maju.

Tugu Landmark Kabupaten Bogor sebagai identitas Kabupaten Bogor, diilustrasikan Logo Kabupaten Bogor yang dijaga oleh Kujang. Angka saling Berkaitan bergandengan antara semua elemen, baik masyarakat dan juga pemerintah bersinergi untuk membangun Kabupaten Bogor.

Sementara untuk ilustrasi totopong, merupakan ikat kepala khas Sunda menjadi sebuah identitas yang tidak terlupakan juga selalu menghargai sejarah dan kebudayaan Sunda.

Untuk skema warna, hijau melambangkan kekayaan alam yang melimpah yang dimiliki Kabupaten Bogor. Biru melambangkan ketentraman masyarakat dalam menjalankan hari-hari juga ketenangan pemerintah dalam mengambil kebijakan.

Lalu kuning melambangkan semangat mewujudkan kemakmuran juga mewujudkan cita-cita Tegar Beriman, dan merah melambangkan ingat akan sejarah, budaya, filosofi leluhur dan identitas yang selalu dijaga. Serta ungu melambangkan inovasi dalam pembangunan, memberikan pelayanan juga menciptakan pembangunan melalui inovasi yang adaptif dengan perkembangan zaman.

“Mudah-mudahan Tema Hari Jadi Bogor ke-542 ini dapat kita wujud nyatakan tidak hanya sekedar tulisan tapi bisa nyata dalam pelaksanaan tugas dan fungsi kita masing-masing,” tandasnya.

Berita Terkait

Eksistensi Fintech dan E-Wallet dalam Perspektif Syariah
Pasar yang Adil: Menggugat Mekanisme Bebas dan Menimbang Batas Intervensi dalam Islam
Gus Lilur Serukan Tritura Nelayan, Desak Pembentukan Satgas Berantas Penyelundupan BBL
Rumah Reyot Nyaris Ambruk di Kebumen, Letkol Eko Turun Tangan Bantu Lansia Alian
Lapak Gorengan TP-PKK Grujugan Sumenep Curi Perhatian, Kades Didik Susanto Turun Langsung Layani Warga
Kades Didik Susanto Turun Langsung Jual Gorengan, TP-PKK Grujugan Sumenep Jadi Contoh Desa Mandiri
Anak Pulau Go Internasional, Mahasiswa IDB Asal Gili Raja Sumenep Raih Prestasi Gemilang di ICSM Batch 5
Hiwalah: Konsep Alih Utang dalam Perspektif Ekonomi Syariah dan Transformasi Digital

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 00:24 WIB

Eksistensi Fintech dan E-Wallet dalam Perspektif Syariah

Senin, 11 Mei 2026 - 00:05 WIB

Pasar yang Adil: Menggugat Mekanisme Bebas dan Menimbang Batas Intervensi dalam Islam

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:51 WIB

Gus Lilur Serukan Tritura Nelayan, Desak Pembentukan Satgas Berantas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:44 WIB

Rumah Reyot Nyaris Ambruk di Kebumen, Letkol Eko Turun Tangan Bantu Lansia Alian

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:39 WIB

Lapak Gorengan TP-PKK Grujugan Sumenep Curi Perhatian, Kades Didik Susanto Turun Langsung Layani Warga

Berita Terbaru

NASIONAL

Eksistensi Fintech dan E-Wallet dalam Perspektif Syariah

Senin, 11 Mei 2026 - 00:24 WIB