Susahnya Transportasi Umum Pada Sore Hari Dikeluhkan Warga Pemalang Selatan

Kamis, 27 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang, Detikzone.id,- Warga masyarakat yang tinggal di beberapa Kecamatan bagian selatan kabupaten Pemalang, seperti kecamatan Bantarbolang, Randudongkal, Moga, Belik dan Watukumpul, terkendala kesulitan mencari transportasi bus umum ketika mau pulang ke tempatnya masing-masing pada waktu sore hari.

Pasalnya mini bus atau bus 3/4 yang melayani trayek Pemalang – Randudongkal – Purwokerto atau sebaliknya, jika menjelang sore hari sudah banyak yang pulang ngandang di garasi busnya masing-masing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jimmy ( 16 ) seorang pelajar SMK Negeri Pemalang warga Kecamatan Bantarbolang mengeluhkan sulitnya transportasi bus umum ketika pulang dari Pemalang Kota ke rumahnya.

“Dari jam 3 sampai 5 sore belum ada mikrobus yang lewat,” keluhnya.

Ditempat yang sama Sobari ( 50 ) seorang Sopir minibus yang berada di tempat pangkalan mikro bus depan taman Patih sampun pemalang, ketika ditemui pada Kamis siang ( 27/2 ) mengatatakan, memang kalau sore hari jarang, bahkan tidak ada mikrobus yang naik ke arah selatan Pemalang.

“Terakhir biasanya sore jam 5, sebab kalau selepas Maghrib ngga ada penumpang jadi kalau dipaksakan bus beroperasi akan merugi ngga nutup buat setoran dan beli solar,” terangnya.

Ditempat terpisah Kepala Bagian Bidang Transportasi Angkutan Umum pada Dinas Perhubungan Kabupaten Pemalang Unggul Budianto, ketika di konfirmasi melalui sambungan teleponnya belum memberikan jawaban mengenai hal ini

Terpantau banyak penumpang yang akan pulang ke daerah Pemalang sebelah selatan, di terminal bekas terminal lama Sirandu menumpuk, mereka berharap ada bus datang yang akan mengangkut mereka pulang ke rumahnya masing-masing.

Penulis : Ragil

Berita Terkait

Mahasiswa STMIK Tazkia Jalankan Business Coaching dengan Praktik Real-Bisnis dari Nol
Mantan Menparekraf Rekomendasikan E-Book “Yudi The Connector” Sebagai Bacaan Yang Inspiratif
Perubahan Ketiga UU Kepolisian: Meningkatkan Profesionalitas, Mempertegas Netralitas, dan Menyesuaikan Batas Usia Pensiun
Warga Pekalongan Pasang Banner Dukung Yakuza Maneges dan Polisi Usut Tuntas Kasus Pelecehan Seksual
Siasati Biaya Mahal, Kami Mahasiswa STMIK Tazkia Rintis ‘NusaLogic’ Buat Bantu Digitalisasi UMKM Mulai Rp350 Ribu
Dinilai Ancam Kerusakan Alam, Kades Belik Tegaskan Tolak Tambang Galian C di Desanya
Digitise Innovations Gandeng STMIK Tazkia, Gelar Business Coaching “Praktek Langsung dari Nol” untuk Digitalisasi UMKM
Pelatihan Startup Bisnis di STMIK Tazkia: Mahasiswa Belajar Bangun Bisnis Digital Langsung dari Nol

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:28 WIB

Mahasiswa STMIK Tazkia Jalankan Business Coaching dengan Praktik Real-Bisnis dari Nol

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:49 WIB

Mantan Menparekraf Rekomendasikan E-Book “Yudi The Connector” Sebagai Bacaan Yang Inspiratif

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:11 WIB

Perubahan Ketiga UU Kepolisian: Meningkatkan Profesionalitas, Mempertegas Netralitas, dan Menyesuaikan Batas Usia Pensiun

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:46 WIB

Warga Pekalongan Pasang Banner Dukung Yakuza Maneges dan Polisi Usut Tuntas Kasus Pelecehan Seksual

Senin, 8 Juni 2026 - 18:30 WIB

Siasati Biaya Mahal, Kami Mahasiswa STMIK Tazkia Rintis ‘NusaLogic’ Buat Bantu Digitalisasi UMKM Mulai Rp350 Ribu

Berita Terbaru