Mahasiswi Kaya di Sumenep Dapat Beasiswa, Mahasiswi Yatim Malah Tidak, Janji Pemerintah Seperti Bualan

Kamis, 6 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Anak Yatim yang saat ini menjadi Mahasiswi Universitas Wiraraja Sumenep  Sumenep inisial NH yang tidak pernah mendapatkan beasiswa hingga semester 4

Foto : Anak Yatim yang saat ini menjadi Mahasiswi Universitas Wiraraja Sumenep Sumenep inisial NH yang tidak pernah mendapatkan beasiswa hingga semester 4

Sumenep – Sejak SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi,  inisial NH (21), Mahasiswi yatim asal desa Longos, Kecamatan Gapura, Kabupeten Sumenep yang sejak kecil tinggal bersama paman dan bibinya seakan tersisih dan luput dari perhatian pemerintah lantaran tidak pernah mendapat beasiswa, Kamis, 06/03/2025.

Bahkan Mahasiswi Universitas Wiraraja (UNIJA) Sumenep ini  telah melakukan berbagai macam cara, namun segala upaya yang telah dilakukan berakhir sia sia.

Janji Pemerintah yang akan memberikan Beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa berprestasi, serta pelajar yang kurang mampu secara ekonomi bahkan yatim ternyata hanya Bualan belaka dan tak ada guna.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak kecil, NH bercita – cita ingin menunaikan amanah almarhum ayahandanya supaya jangan pernah putus sekolah dan melanjutkan pendidikan hingga kuliah.

Walau jadi anak yatim, NH terus mendapat motivasi dan dukungan dari paman dan bibinya sebagai pengganti ayahandanya yang telah menghadap sang khalik.

Walaupun sakit – sakitan, Abdullah, paman NH yang kesehariannya bekerja sebagai kuli bangunan tidak pernah mengeluh.

Bahkan meski sakit, Abdullah masih mencari nafkah demi keluarga dan biaya keponakannya yang saat ini mengenyam bangku kuliah berbayar di Unija hingga semester 4.

Menyikapi hal itu, aktivis pemerhati Pendidikan akan melakukan aksi demo besar besaran di Sumenep.

“Janji Pemerintah yang akan memberikan Beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa berprestasi, serta pelajar yang kurang mampu secara ekonom ternyata hanya pepesan kosong. Buktinya banyak ketimpangan yang terjadi yang mencoreng marwah dunia pendidikan, khususnya di Sumenep. Yang kaya raya malah dapat beasiswa dan yang miskin bahkan anak yatim tersisihkan,” tegas Ahmadi.

Aktivis kelahiran Kecamatan Batang – batang ini bahkan mengultimatum Pemerintah Daerah untuk memberikan solusi.

“Jika tidak ada solusi, maka kami akan membuka aib dunia pendidikan secara terang terangan kepada publik. Termasuk penerima  beasiswa yang tidak tepat sasaran,” tandasnya.

 

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Cuaca Ekstrem Mengancam, Kadindikpora Pemalang Minta Study Tour Ditunda
Tetap Khidmat di Bawah Terik Matahari, Upacara Bendera SDN Panaongan III Sumenep Tanamkan Pendidikan Karakter
KKG Gugus 2 Pasongsongan Sumenep Dorong Profesionalisme Guru, Bahas KBGO dan Digital Parenting dalam Workshop Inspiratif
KKG PAI Pasongsongan Sumenep Gelar Pertemuan Perdana Pasca Ramadan di SDN Panaongan I
Disrupsi Digital Mengancam, Sekda Sumenep Dorong Guru Bertransformasi
Sekda Sumenep: Konkerkab PGRI Kunci Lahirkan SDM Unggul
Mahasiswa Teknik UTM Dibekali Mental Kerja, Muhammad Romli: IPK Tinggi Tak Cukup
Ramadhan Penuh Makna di SDN Panaongan III Sumenep: Siswa Belajar Ibadah, Berbagi dan Peduli Sesama

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 21:14 WIB

Cuaca Ekstrem Mengancam, Kadindikpora Pemalang Minta Study Tour Ditunda

Senin, 13 April 2026 - 13:51 WIB

Tetap Khidmat di Bawah Terik Matahari, Upacara Bendera SDN Panaongan III Sumenep Tanamkan Pendidikan Karakter

Kamis, 9 April 2026 - 12:53 WIB

KKG Gugus 2 Pasongsongan Sumenep Dorong Profesionalisme Guru, Bahas KBGO dan Digital Parenting dalam Workshop Inspiratif

Rabu, 8 April 2026 - 12:32 WIB

KKG PAI Pasongsongan Sumenep Gelar Pertemuan Perdana Pasca Ramadan di SDN Panaongan I

Kamis, 2 April 2026 - 12:22 WIB

Disrupsi Digital Mengancam, Sekda Sumenep Dorong Guru Bertransformasi

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pemkab Sumenep Perkuat Sistem Aduan Digital hingga Desa

Sabtu, 18 Apr 2026 - 00:08 WIB