Kinerja Lemah dan Pengabaian Regulasi, Peran Satpol PP Kabupaten Bogor Disorot

Rabu, 19 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, 17 Maret 2025 – Kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor kini menjadi sorotan tajam masyarakat yang semakin resah.

Pasalnya, peran Satpol PP yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam penegakan Peraturan Daerah (Perda) kini dinilai lemah dan tidak maksimal. Ketidakjelasan tugas Satpol PP dalam menjaga ketertiban dan disiplin di lapangan semakin mencuat, terutama dengan terus terjadinya pelanggaran perda di berbagai sektor tanpa adanya langkah tegas dari pihak berwenang.

Selama ini, Satpol PP memiliki kewenangan untuk menegakkan peraturan daerah, namun respons mereka terhadap pelanggaran perda seperti kebersihan, kerusakan fasilitas umum, hingga kerusakan lingkungan terbilang lambat dan tidak sesuai dengan ekspektasi masyarakat. Dalam banyak kasus, masyarakat mempertanyakan keberadaan dan kinerja Satpol PP, karena banyak pelanggaran yang tidak mendapat perhatian serius dari instansi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu kasus yang memperburuk citra Satpol PP adalah tragedi banjir yang melanda kawasan Puncak, Bogor, yang mengakibatkan kerugian material dan korban jiwa. Tragedi ini banyak disebabkan oleh pengabaian terhadap regulasi tata ruang, di mana kawasan resapan air yang seharusnya dilindungi malah dijadikan area wisata. Kejadian ini menunjukkan betapa lemah pengawasan terhadap pelanggaran perda, di mana Satpol PP terlihat tidak berfungsi secara optimal dalam menjalankan tugasnya.

Ketua Dewan Penasehat AIPBR Kabupaten Bogor, dalam wawancaranya, menegaskan bahwa Satpol PP seharusnya lebih tegas dalam menindak pengabaian regulasi ini.

“Jika Satpol PP tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik, bahkan dalam kasus seperti ini, sudah saatnya mempertimbangkan pergantian kepala Satpol PP,” ujar Ketua Dewan Penasehat tersebut.

Hal ini semakin diperburuk dengan maraknya pelanggaran izin di kawasan Puncak yang melibatkan oknum pejabat yang diduga menyalahgunakan wewenangnya.

Mantan aktivis, Leonard, juga menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP terhadap penerbitan izin yang berpotensi merugikan lingkungan dan masyarakat.

“Satpol PP tidak hanya bertugas menertibkan pelanggaran, tetapi juga harus aktif mengawasi penerbitan izin yang bisa berdampak buruk bagi masyarakat. Mereka gagal total dalam hal ini,” tegas Leonard.

Menurutnya, ketidakmampuan Satpol PP dalam melakukan pengawasan, yang seharusnya dapat mencegah potensi bencana, semakin memperburuk citra pemerintah daerah di mata publik.

Pemerintah Kabupaten Bogor, di bawah kepemimpinan Bupati Rudi Susmanto S.SI, didesak untuk mengevaluasi kinerja Satpol PP dan memastikan penegakan perda dilakukan dengan serius. Masyarakat berharap agar aparat yang tidak kompeten, terutama kepala Satpol PP, segera diganti demi kebaikan dan keselamatan rakyat. Pengawasan yang lebih ketat dan penegakan hukum yang tegas menjadi kunci untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.

Sebagai langkah konkret, pemerintah Kabupaten Bogor harus memprioritaskan peningkatan kinerja Satpol PP agar lebih berintegritas, profesional, dan aktif dalam menegakkan peraturan yang ada. Jika tidak, maka peran Satpol PP dalam menjaga ketertiban dan keamanan Kabupaten Bogor hanya akan menjadi simbol tanpa fungsi nyata. Sudah saatnya untuk bertindak tegas dan memberikan sanksi bagi mereka yang tidak menjalankan tugas dengan baik, bahkan hingga mempertimbangkan pemecatan Kasatpol PP jika diperlukan.

Penulis : Rahman

Berita Terkait

Pacu APBD 2026 Pemkab Probolinggo Tegaskan Serapan Anggaran Harus Berdampak Nyata bagi Warga
Owner CV Ayunda H. Bambang Budianto Ucapkan Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-66, Dukung Kejaksaan yang Berkeadilan dan Modern
DBHCHT Jadi Penopang Layanan Kesehatan, Pemkab Situbondo Gelontorkan Rp26,24 Miliar untuk Jaminan Kesehatan dan Kader Posyandu
Pemkab Situbondo Pastikan Dana DBHCHT Tepat Sasaran, Buruh Tani dan Buruh Rokok Jadi Fokus
Sambut HUT RI Ke-81, Semangat Gotong Royong Warga RW 05 Dander Ketami Kobarkan Nasionalisme Lewat Kerja Bakti
Bupati Sumenep Pasang Alarm Integritas, Kepala Inspektorat Baru Diminta Perketat Pengawasan dan Cegah Penyimpangan
Dobrak Layanan Digital, Pemkot Probolinggo Luncurkan Super App B Link dan Gelar PPID Awards 2026
Dari Pulau Gelap Menuju Pulau Terang, Perjuangan Listrik PLN di Masalembu Sumenep Memasuki Fase Penentu

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:41 WIB

Pacu APBD 2026 Pemkab Probolinggo Tegaskan Serapan Anggaran Harus Berdampak Nyata bagi Warga

Senin, 20 Juli 2026 - 17:39 WIB

Owner CV Ayunda H. Bambang Budianto Ucapkan Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-66, Dukung Kejaksaan yang Berkeadilan dan Modern

Senin, 20 Juli 2026 - 16:24 WIB

DBHCHT Jadi Penopang Layanan Kesehatan, Pemkab Situbondo Gelontorkan Rp26,24 Miliar untuk Jaminan Kesehatan dan Kader Posyandu

Senin, 20 Juli 2026 - 16:21 WIB

Pemkab Situbondo Pastikan Dana DBHCHT Tepat Sasaran, Buruh Tani dan Buruh Rokok Jadi Fokus

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:31 WIB

Sambut HUT RI Ke-81, Semangat Gotong Royong Warga RW 05 Dander Ketami Kobarkan Nasionalisme Lewat Kerja Bakti

Berita Terbaru