Lawan Rentenir dan Perkuat UMKM, TPAKD Sumenep Gaspol Program Keuangan 2026

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep — Upaya memperluas akses keuangan bagi masyarakat terus digencarkan. Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah menggelar sosialisasi dan edukasi produk keuangan perbankan dan asuransi tahun 2026, sebagai langkah strategis mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Aula TP-PKK Kabupaten, Rabu (15/04/2026) ini bukan sekadar agenda seremonial. Di baliknya, tersimpan misi besar: memutus ketergantungan masyarakat terhadap praktik keuangan informal seperti rentenir, sekaligus membuka akses seluas-luasnya terhadap layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Kabupaten Sumenep, Dadang, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam memperdalam sektor keuangan daerah yang sejalan dengan arah pembangunan pemerintah pusat dan daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Program TPAKD 2026 difokuskan untuk memperluas inklusi keuangan, terutama bagi masyarakat pedesaan, agar mereka memiliki akses terhadap layanan keuangan formal yang aman dan berkualitas,” ujarnya.

Sejumlah program unggulan pun diperkenalkan, mulai dari Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) yang menyasar masyarakat desa, hingga program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) yang menjadi tameng bagi masyarakat kecil dari jeratan bunga tinggi.

Tak hanya itu, program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) juga menjadi perhatian serius dalam membangun literasi keuangan sejak dini, serta Kredit Pembiayaan Sektor Prioritas (KPSP) yang menyasar sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Dalam pelaksanaannya, TPAKD turut melibatkan berbagai lembaga keuangan, salah satunya BPRS Bhakti Sumekar yang menawarkan berbagai produk berbasis syariah.

Perwakilan BPRS, Imam Baihaqi, menjelaskan bahwa pihaknya menghadirkan beragam solusi pembiayaan bagi masyarakat, mulai dari modal usaha, pembiayaan tanpa agunan untuk pedagang kecil, hingga layanan gadai emas dan pembiayaan ibadah.

“Kami ingin masyarakat Sumenep yang mayoritas Muslim dapat memanfaatkan layanan keuangan berbasis syariah secara optimal dan sesuai prinsip muamalah,” jelasnya.

Di sisi lain, perlindungan sosial tenaga kerja juga menjadi fokus penting dalam kegiatan ini. BPJS Ketenagakerjaan turut memberikan pemahaman terkait pentingnya jaminan sosial bagi seluruh pekerja, termasuk sektor informal.

Account Representative BPJS Ketenagakerjaan Sumenep, Astri Paramitra, memaparkan berbagai program perlindungan seperti Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, hingga Jaminan Kehilangan Pekerjaan.

Menariknya, program ini juga menyasar pekerja bukan penerima upah (BPU), seperti petani, nelayan, pedagang, hingga tukang cukur—kelompok yang selama ini kerap luput dari perlindungan formal.

“Semua pekerja berhak mendapatkan perlindungan sosial, termasuk mereka yang bekerja secara mandiri,” tegas Astri.
Antusiasme peserta yang berasal dari pengurus TP-PKK kecamatan se-Kabupaten Sumenep pun terlihat tinggi. Mereka aktif berdialog dan menggali informasi terkait berbagai program yang ditawarkan.

Dengan berbagai program yang terintegrasi, TPAKD Sumenep optimistis mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif, memperkuat UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Langkah ini menjadi bukti bahwa akses keuangan bukan lagi sekadar layanan, melainkan kunci utama dalam membangun masa depan ekonomi masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya.

Penulis : Red

Berita Terkait

Optimalisasi Lahan Desa: Penanaman Jagung Hibrida dan Strategi Peningkatan Nilai Tambah di Natakoli
NU Bukan Komoditas! Muktamar Harus Murni dan Bersih dari Mainan Aktor Politik
PT Wijaya Maritim Agensi Tawarkan Layanan Keagenan Kapal Profesional di Gresik
Ketum PWO IN Hadir di Depok, Halal Bi Halal Jadi Ajang Konsolidasi dan Penguatan Soliditas Nasional
Konsolidasi Besar Partai Pelita, M. Din Syamsuddin Tegaskan Arah Baru Politik Nasional
Panen 45 Kg Lele, Rutan Pemalang Perkuat Pembinaan Kemandirian WBP
Tumbuhkan Rasa Nasionalisme,TNI AL Pemalang Berikan Materi Kepada Siswa Sekolah
Tak Ada Aliran Dana, Massa Tuntut Pembebasan Eks Kepala UPTD Gili Tramena Mawardi Khairi

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 22:53 WIB

Optimalisasi Lahan Desa: Penanaman Jagung Hibrida dan Strategi Peningkatan Nilai Tambah di Natakoli

Rabu, 15 April 2026 - 20:36 WIB

Lawan Rentenir dan Perkuat UMKM, TPAKD Sumenep Gaspol Program Keuangan 2026

Rabu, 15 April 2026 - 13:21 WIB

NU Bukan Komoditas! Muktamar Harus Murni dan Bersih dari Mainan Aktor Politik

Rabu, 15 April 2026 - 12:08 WIB

PT Wijaya Maritim Agensi Tawarkan Layanan Keagenan Kapal Profesional di Gresik

Rabu, 15 April 2026 - 08:53 WIB

Ketum PWO IN Hadir di Depok, Halal Bi Halal Jadi Ajang Konsolidasi dan Penguatan Soliditas Nasional

Berita Terbaru

Haji Khairul Umam (Haji Her) Pamekasan saat menghadiri undangan silaturahmi Presiden Prabowo Subianto bersama para kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta.

EKONOMI

Pemeriksaan KPK Warnai Upaya Realisasi KEK Tembakau Madura

Rabu, 15 Apr 2026 - 22:50 WIB