PAMEKASAN, Detikzone.id -Tunjukkan kepedulian sosial, Ikatan Wartawan Online (IWO) Pamekasan melakukan takziah/melayat ke rumah almarhum M. Roif Robbani, korban ledakan petasan beberapa hari yang lalu di Desa Pangkrayan, Kecamatan Proppo.
Kegiatan takziah dipimpin langsung Ketua Umum IWO Dyah Heny A.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia datang bersama jajaran pengurus untuk memberikan ucapan belasungkawa sekaligus memberikan semangat kepada keluarga almarhum agar tabah menghadapi takdir di kediamannya di di Dusun Beltok, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan.
Sulaiman 40 tahun orang tua dari M. Roif Rabbani korban ledakan serpihan petasan menyampaikan terima kasih kepada IWO Pamekasan yang telah menunjukkan kepedulian sosial.
M. Roif Rabbani merupakan putra sulung dari tiga bersaudara.
Ia meninggal dunia di usia 18 tahun dan merupakan siswa kelas IIA di Ponpes Sumber Panjalin.
“”Almarhum sosok anak yang baik, aktif di lembaga pendidikan, patuh dan tidak pernah melakukan perbuatan yang merugikan orang lain maupun orang tuanya,” ujar Sulaiman.
Sebelum peristiwa nahas itu, almarhum melaksanakan sholat Ied. Kemudian bersilaturahmi saudaranya dan kerabatnya di Desa Klampar.
“Usai silaturahmi korban berpamitan ke saya bersama teman temannya akan menyaksikan pesta petasan di Desa Pangorayan,” katanya.
Sulaiman mengaku, sebelum putranya sulungnya meninggal dunia, ia tak memiliki firasat apa apa.
“Saat berpamitan akan menyaksikan pesta petasan sekitar pukul 15.30 wib bersama teman temannya juga tidak melihat gelagat yang aneh. Namun tak berselang lama saya menerima kabar melalui telepon kalau almarhum sedang berada di rumah sakit Panglegur. Tanpa menunggu, saya bergegas berangkat ke rumah sakit,” paparnya.
Setibanya dirumah sakit, Sulaiman shock karena melihat putra sulungnya terkapar dengan kondisi tak sadarkan diri dengan luka diatas telinga kanan dan di kepala.
Melihat kondisi korban yang tragis, dirinya lemas lunglai dan pingsan.
” Saya pingsan dari Rumah Sakit sampai di bawa pulang ke rumah hingga pelaksanaan pemakaman. Itupun saya benar benar belum tersadar diri,” jelasnya.
“Saya ikhlas karena ini sudah menjadi takdir Allah SWT. Kami sekeluarga tidak menuntut bentuk apapun dan inipun murni musibah yang telah menimpa putra kami,” tandasnya.
Penulis : Subaidi







