Kekerasan Oknum Ajudan Kapolri Terhadap Jurnalis di Stasiun Tawang, PFI dan AJI Semarang Kecam Aksi Tak Terpuji

Minggu, 6 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ajudan Kapolri berbaju biru menghadap kamera

Ajudan Kapolri berbaju biru menghadap kamera

Semarang, detikzone.id — Usai lakukan pemukulan, ajudan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) terdengar mengeluarkan ucapan bernada ancaman kepada beberapa jurnalis Semarang dengan mengatakan “Kalian pers, saya tempeleng satu-satu”.

Menanggapi hal itu, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Semarang dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum ajudan Kapolri terhadap jurnalis.

Kejadian ini bermula saat Kapolri menyapa seorang penumpang di Stasiun Tawang Kota Semarang, Sabtu (5/4/2025) dan berujung aksi tidak terpuji yang dilakukan oleh salah satu oknum ajudan terhadap jurnalis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua PFI Semarang, Dhana Kencana, menyatakan bahwa sejumlah jurnalis dan humas mengalami intimidasi fisik dan kekerasan yang dilakukan oleh oknum ajudan Kapolri tersebut. Aksi kekerasan ini mencakup pemukulan dan pengancaman terhadap jurnalis yang sedang melaksanakan tugasnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Advokasi AJI Semarang, Daffy Yusuf, menambahkan bahwa tindakan tersebut menimbulkan trauma dan rasa tidak aman bagi para korban, serta keresahan di kalangan jurnalis lainnya.

Untuk diketahui, PFI Semarang dan AJI Semarang menyatakan sikap tegas dengan mengecam tindakan kekerasan tersebut, menuntut permintaan maaf terbuka, meminta Polri memberikan sanksi kepada pelaku, serta menyerukan dukungan dari media, organisasi jurnalis, dan masyarakat sipil untuk mengawal kasus ini agar tidak terulang di masa depan.

Penulis : Bimo

Berita Terkait

Demi Negara, KPK Didesak Bongkar Total Dugaan Skandal Pita Cukai di Sidoarjo, Bos Rokok Slava Bold H. Samsul Huda Disorot
Data Tak Sinkron di Lapangan, Warga Miskin Probolinggo Berdesil Tinggi, BPS dan Dinsos Saling Klarifikasi
Kasus Cukai Makin Panas, Sultan Pamekasan Haji Junaidi dan HJS Mdr Mencuat, KPK Didesak Bongkar Tanpa Sisa
Pusaran Gelap Pita Cukai Madura: Dugaan Pelanggaran Sistemik Seret PR HJS Mdr Pamekasan, KPK Dalami Jejak Skandal
Janji Busuk Pihak BTN Sumenep, Sertifikat Atas Nama Nasabah Hingga Kini Tak Diberikan Meski Rumah Lunas 4 Bulan Lalu
Sudah Kelewat Batas! Sertifikat KPR BTN Sumenep Tertahan 4 Bulan Meski Sudah Lunas
Polres Sampang Bongkar Jaringan Narkoba, Bandar Sabu 3 Kg Diciduk
Blak-blakan di KPK, Pengusaha Tembakau Pamekasan Haji Her: Saya Jawab Apa Adanya, Orang Madura Tak Berbelit-belit

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 19:03 WIB

Demi Negara, KPK Didesak Bongkar Total Dugaan Skandal Pita Cukai di Sidoarjo, Bos Rokok Slava Bold H. Samsul Huda Disorot

Senin, 13 April 2026 - 14:18 WIB

Data Tak Sinkron di Lapangan, Warga Miskin Probolinggo Berdesil Tinggi, BPS dan Dinsos Saling Klarifikasi

Senin, 13 April 2026 - 12:29 WIB

Kasus Cukai Makin Panas, Sultan Pamekasan Haji Junaidi dan HJS Mdr Mencuat, KPK Didesak Bongkar Tanpa Sisa

Minggu, 12 April 2026 - 20:14 WIB

Pusaran Gelap Pita Cukai Madura: Dugaan Pelanggaran Sistemik Seret PR HJS Mdr Pamekasan, KPK Dalami Jejak Skandal

Sabtu, 11 April 2026 - 16:48 WIB

Janji Busuk Pihak BTN Sumenep, Sertifikat Atas Nama Nasabah Hingga Kini Tak Diberikan Meski Rumah Lunas 4 Bulan Lalu

Berita Terbaru