LAI-BPAN Kediri Resmi Hentikan Pendampingan Hukum terhadap Yuli Susanti: Komitmen Jadi Alasan Utama

Selasa, 6 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kediri, Detikzone.id – Lembaga Aliansi Indonesia – Badan Penelitian Aset Negara (LAI-BPAN) DPC Kediri secara resmi menghentikan seluruh bentuk pendampingan hukum terhadap Yuli Susanti (32), seorang warga yang sebelumnya meminta bantuan lembaga terkait sejumlah permasalahan hukum yang menimpanya.

Keputusan ini diumumkan secara terbuka oleh pihak lembaga dalam konferensi pers yang digelar di kantor sekretariat LAI-BPAN Kediri, Selasa (6/5/2025).

Ketua DPC LAI-BPAN Kediri, Didik Eko Prasetio, menyampaikan dengan tegas bahwa lembaganya sudah tidak lagi memberikan ruang pendampingan atau perlindungan kepada Yuli Susanti. Alasan utama yang mendasari keputusan ini adalah ketidakkomitmenan klien dalam menjalani proses klarifikasi dan penyelesaian masalah secara bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sudah mempertimbangkan dengan matang dan melalui proses internal sebelum mengambil keputusan ini. Lembaga kami berdiri untuk membela masyarakat yang memang ingin menyelesaikan persoalan secara transparan dan bertanggung jawab. Namun jika klien tidak menunjukkan itikad baik, apalagi terkesan melarikan diri dari masalah, maka kami tidak bisa melanjutkan pendampingan,” tegas Didik.

Lebih lanjut, Didik menyatakan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir klien yang berupaya memanfaatkan nama lembaga untuk menghindari tanggung jawab hukum. Ia menekankan bahwa pendampingan hukum yang diberikan lembaga harus sejalan dengan prinsip kejujuran, keterbukaan, dan komitmen untuk menyelesaikan persoalan, bukan sebagai tameng untuk kabur dari konsekuensi perbuatan.

“Jika memang terbukti bersalah, apapun bentuknya, klien harus berani menghadapi dan bertanggung jawab. Bukan justru menghindar. Ini soal integritas dan komitmen,” tambahnya.

Wakil Ketua DPC LAI-BPAN Kediri, Pribadi, turut memperkuat pernyataan tersebut. Ia menilai bahwa dalam menjalankan tugasnya, lembaga tidak akan memberikan toleransi terhadap individu yang ingin mencari perlindungan hukum tetapi tidak menunjukkan keseriusan dalam menjalani proses yang ada.

“Perlindungan hukum itu bukan hadiah, tapi bagian dari proses yang harus dijalani dengan komitmen. Kalau seseorang datang minta perlindungan, lalu ternyata bersalah dan tidak punya komitmen terhadap lembaga maupun proses hukum, ya tidak bisa kami teruskan pendampingannya,” ungkap Pribadi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Yuli Susanti mengenai pencabutan pendampingan ini. Namun pihak LAI-BPAN DPC Kediri menegaskan bahwa keputusan ini bersifat final dan tidak dapat dinegosiasikan kembali, kecuali ada itikad baik dan permintaan maaf secara resmi yang ditunjukkan oleh yang bersangkutan.

Keputusan ini menjadi penegasan bagi masyarakat bahwa LAI-BPAN Kediri akan tetap menjaga integritas lembaga serta komitmen dalam menjalankan tugas sebagai pelindung masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan bersedia menjalani proses hukum dengan jujur dan bertanggung jawab.

Jurnalis: Bimo Gunawan

Penulis : Bimo

Berita Terkait

Suami Bertahun-tahun Peras Keringat di Rantau, Dugaan Istri Main Hati dengan Pria Lain Berujung Laporan ke Polresta Sumenep
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Berawal dari Dasuk, Satresnarkoba Polresta Sumenep Buru Pemasok Sabu hingga Pamolokan, Dua Pria Diciduk
Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:28 WIB

Suami Bertahun-tahun Peras Keringat di Rantau, Dugaan Istri Main Hati dengan Pria Lain Berujung Laporan ke Polresta Sumenep

Rabu, 4 November 2026 - 18:36 WIB

Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Berawal dari Dasuk, Satresnarkoba Polresta Sumenep Buru Pemasok Sabu hingga Pamolokan, Dua Pria Diciduk

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Berita Terbaru