KEDIRI – Bupati LSM LIRA Kediri, Alief Bahari Djunaedi, turut menanggapi ramainya perbincangan publik terkait viralnya foto dan video Gus Fahmi yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @fahmi_chusaini.
Dalam unggahan tersebut tampak botol-botol minuman keras dan suasana hiburan malam yang diduga berada di berbagai wilayah, diantaranya Pulau Dewata, Bali.
Dalam keterangannya, Alief menegaskan bahwa status “Gus” bukan hanya gelar, melainkan juga tanggung jawab moral dan sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, setiap perilaku tokoh publik dari seorang yang menyandang gelar tersebut harus mencerminkan sikap dan akhlak yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Terlebih karena Gus Fahmi dikenal luas oleh kalangan santri dan masyarakat sebagai salah satu pengurus aktif Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur, organisasi kepemudaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Menurut saya, seorang yang sudah disebut atau menyandang status ‘Gus’, maka semua tingkah laku ataupun kegiatan dalam kehidupan bermasyarakat harus mencerminkan sikap yang sesuai dengan kaidah Islam,” ujar Alief, Minggu (22/6/2025) Siang.
Ia menambahkan bahwa meskipun setiap orang memiliki hak pribadi atas kehidupannya, tetapi dalam konteks ini terdapat nama besar yang ikut terbawa, yakni Nahdlatul Ulama (NU). Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar yang menjadi panutan masyarakat, tindakan individu yang dikaitkan dengan NU dapat berdampak pada marwah organisasi tersebut.
“Walaupun itu merupakan hak pribadi setiap manusia, akan tetapi di sini ada nama lembaga yang cukup besar dan menjadi panutan, yaitu NU. Yang tentunya bisa membuat marwah dari NU itu hancur,” tegas Alief.
Menanggapi pertanyaan mengenai perlunya klarifikasi dari Gus Fahmi, Alief mengatakan bahwa pihaknya akan segera mendatangi Pondok Pesantren Salafiyah Al Misbar, Karangnongko, Mojokerto untuk melakukan konfirmasi langsung.
“Kita akan klarifikasi langsung ke pondoknya (dalam waktu dekat -red) dan memastikan kebenaran daripada akun (medsos -red) tersebut,” ujar Alief.
Lebih lanjut, Alief menyampaikan harapannya agar kejadian ini tidak menjadi contoh buruk yang diikuti oleh para “Gus” lainnya. Ia berharap para penerus tokoh agama tetap menjaga perilaku dan menjaga nama baik NU di mata masyarakat.
“Harapan saya, hal seperti ini tidak ditiru oleh para Gus lainnya. Mari bersama-sama menjaga marwah NU agar tetap terhormat dan menjadi contoh kebaikan bagi umat,” pungkasnya.
Pernyataan ini disampaikan Alief sebagai bentuk keprihatinan sekaligus ajakan untuk menjaga etika publik, terlebih bagi tokoh-tokoh agama atau yang dianggap mewakili institusi keislaman.
Jurnalis media Detikzone berupaya mengkonfirmasi, belum terhubung. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Gus Fahmi secara terbuka terkait kabar kurang sedap yang menimpa dirinya.
Penulis : Bimo







