Plasi Bawang Merah Dinilai Terlalu Tinggi, Petani di Dringu Probolinggo Menjerit, LSM Projamin Surati DPRD

Kamis, 3 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Probolinggo- Plasi bawang merah di Probolinggo kembali dikeluhkan,yaitu potongan timbangan yang diterapkan pedangang kepada petani di nilai terlalu tinggi membuat kondisi pendapatan petani berkurang

Elmidi (45) salah satu petani asal Kecamatan Dringu menyampaikan,plasi bawang merah saat ini mencapai 30 sampai 35 kilogram dari dua kuintal bawang,lebih tinggi dari ketentuan pemerintah sebanyak 24 kilogram per dua kuintal bawang

Ssmentara untuk biaya produksi bawang merah semakin meningkat mulai dari biaya pengolahan tanah,biaya tanam,pembelian obat-obatan dan biaya operasional lainnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Plasi yang tinggi berdampak besar pada pendapatan petani bawang merah yang berkurang sedangkan biaya operasional yang dikeluarkan semakin mahal”ujarnya

Banyak petani yang merugi,sebab pendapatan tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan mulai tanam hingga panen,karna harga bawang sekarang juga lumayan bagus Rp.30 ribu per kilogram kualitas tanggung besar

Menanggapi hal itu,Kepala Dinas Koperasi,Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kab.Probolinggo Taufiq Alami mengatakan,Tataniaga atau jual belinya berdasarkan kualitas bawang,karna tinggi rendahnya plasi tergantung dari kualitas barang

“Lebih baik tidak ada plasi,tapi sebelum dijual dikemas dengan kualitas baik agar dapat menawarkan dan mendapatkan harga yang mahal,kami sangat mendukung permintaan penurunan plasi untuk petani”,sebutnya (03/07/2025)

Mendengar itu,ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Projamin Probolinggo Budi Hariyanto,telah melayangkan surat permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta kepada pihak terkait untuk menurunkan nilai plasi yang tinggi serta membuatkan payung hukum

“kami minta kepada pemerintah untuk membuatkan peraturan agar petani dan pedangang tidak ada yg dirugikan”tandasnya

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Pengusaha Rokok Madura Kompak Melawan! Tolak SKM Golongan III Berlaku Nasional, Khawatir Industri Lokal Tumbang dan Ribuan Pekerja Kehilangan Harapan
Kue Ulang Tahun Picu Badai Etik! Kasat Reskrim Polres Sidrap Dilaporkan ke Propam Mabes Polri
Usai Menggetarkan Indonesia Lewat Sederet Aksi Kemanusiaan Secara Masif, Founder BIP Ali Zainal Abidin Kini Luncurkan LBH Gratis untuk Masyarakat Kecil
Bumi Pamekasan Terancam, PMII Desak Penertiban Tambang Ilegal
Operasi Rokok Ilegal di Candi Sidoarjo Tuai Sorotan, Pedagang Kecil Mengeluh, Pabrik Besar Belum Tersentuh?
Pengusaha Rokok Sidoarjo Haji Samsul Huda Mengemuka dalam Dugaan Skandal Cukai Rokok, KPK Didesak Tidak Tebang Pilih
Datang Ambil Kardus, Pria di Sapeken Sumenep Justru Diciduk Polisi
Skandal Kades Situbondo Kian Membara: 1 Dinonaktifkan, 4 Desa Dibidik Inspektorat, Dana Desa Rp15 Miliar Jadi Sorotan

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:12 WIB

Pengusaha Rokok Madura Kompak Melawan! Tolak SKM Golongan III Berlaku Nasional, Khawatir Industri Lokal Tumbang dan Ribuan Pekerja Kehilangan Harapan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:17 WIB

Kue Ulang Tahun Picu Badai Etik! Kasat Reskrim Polres Sidrap Dilaporkan ke Propam Mabes Polri

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:58 WIB

Usai Menggetarkan Indonesia Lewat Sederet Aksi Kemanusiaan Secara Masif, Founder BIP Ali Zainal Abidin Kini Luncurkan LBH Gratis untuk Masyarakat Kecil

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:09 WIB

Bumi Pamekasan Terancam, PMII Desak Penertiban Tambang Ilegal

Senin, 18 Mei 2026 - 14:07 WIB

Operasi Rokok Ilegal di Candi Sidoarjo Tuai Sorotan, Pedagang Kecil Mengeluh, Pabrik Besar Belum Tersentuh?

Berita Terbaru

Suasana live musik akustik di Arinna Cafe & Resto Sumenep yang berlangsung setiap malam mingguan. Alunan musik, pelayanan ramah, menu kuliner beragam, fasilitas ruang VIP, serta area bermain anak menjadi daya tarik yang membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati suasana bersama keluarga, sahabat, maupun pasangan.

EKONOMI

Masakan di Arinna Resto Sumenep Bikin Nagih

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:38 WIB