Sumenep – Salah satu pengusaha rokok lokal di Sumenep mulai angkat bicara terkait pelaksanaan Forum Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Forum Pimpinan Media, yang semula diharapkan menjadi wadah strategis pembinaan dan penyelamatan industri rokok kecil.
Alih-alih menemukan jalan keluar atas tekanan yang dihadapi pelaku usaha, forum itu justru dianggap sebagai ajang seremonial yang tidak melahirkan solusi karena masih ada pihak yang melakukan manuver terhadap kebijakan Bupati.
Hal ini memunculkan kekecewaan di kalangan pengusaha, yang menilai FGD kehilangan makna dan berpotensi memperkeruh suasana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau pada akhirnya hanya untuk menyudutkan Bupati, lebih baik FGD itu tidak usah diadakan. Kami para pelaku usaha butuh solusi, bukan panggung konflik,” ungkap seorang pengusaha rokok yang namanya minta untuk dirahasiakan, Sabtu, 19/07.
Ia menyebut bahwa beban industri rokok kecil saat ini sudah sangat berat, mulai dari tekanan kebijakan cukai, pembatasan produksi, hingga lesunya pasar.

Harapan besar sempat disematkan pada forum FGD, tetapi ternyata tidak menghasilkan rekomendasi nyata bahkan kebijakan Bupati yang masih menangguhkan izin PR baru diserang.
“Kami bukan membela siapa-siapa, tapi kalau forum seperti ini hanya diisi manuver politik dan kritik sepihak, itu tidak berguna bagi kami yang sedang berjuang menjaga usaha tetap hidup. Saya yakin Bupati akan kembali membuka izin PR jika kita berkomitmen,” jelasnya.
Forum Group Discussion (FGD) yang semestinya menjadi ruang penyelamat justru menjelma jadi panggung serangan setelah kegiatannya selesai
Ironisnya, ketika industri rokok lokal sedang megap-megap di tengah jeratan regulasi dan tekanan pasar, sebagian pihak justru sibuk memoles panggung opini untuk menyerang kepala daerah. Alih-alih merangkul pemangku kebijakan untuk duduk bersama, energi habis pada retorika menyudutkan.
Jika agenda-agenda seperti ini terus digiring untuk kepentingan sempit dan bukan solusi kolektif, maka para pengusaha rokok Sumenep akan semakin dibuat pusing.
Penulis : Redaksi







