Dinas Perkim Kota Kediri Tangani Tiga Kawasan Kumuh Prioritas

Rabu, 6 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEDIRI, Detikzone.id – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) terus berupaya mengatasi persoalan kawasan kumuh di wilayahnya.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kumuh Kota Kediri tahun 2024 Nomor: 100.3.3.3/171/419.033/2004, terdapat tiga kawasan kumuh dengan luasan masing-masing antara 10 hingga 15 hektare yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Ketiga kawasan tersebut yakni Kelurahan Semampir, Ngronggo, dan Blabak. Penetapan ini merujuk pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 14 Tahun 2018 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Perkim Kota Kediri, Drs. Hery Purnomo, menyampaikan bahwa penanganan kawasan kumuh yang menjadi kewenangan provinsi kini sedang dalam tahap pembangunan fisik.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur, tengah melaksanakan pembangunan jalan dan drainase lingkungan di tiga kawasan tersebut. Ini merupakan kelanjutan dari penanganan kumuh yang telah dilakukan sejak tahun 2023,” jelasnya, Rabu (6/8/2025).

Hery menambahkan, bantuan dari Pemerintah Provinsi merupakan hasil dari usulan yang diajukan Pemerintah Kota Kediri melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi serta aplikasi SIKAWANKU.

Dalam pengajuan tersebut, Pemerintah Kota melengkapi proposal lengkap yang memuat kondisi eksisting dan rencana penanganan berdasarkan dokumen Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh (RP2KPKPK).

“Untuk mendapatkan bantuan dari provinsi, kesiapan pemerintah daerah menjadi kunci. Kami memastikan seluruh dokumen dan perencanaan yang diminta telah terpenuhi sesuai kriteria,” imbuh Hery.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri menunjukkan komitmen kuat dalam mengatasi kawasan kumuh yang berada dalam kewenangannya.

Upaya sinergi antara Pemprov dan Pemkot ini diharapkan mampu mewujudkan lingkungan permukiman yang lebih layak, sehat, dan tertata bagi masyarakat Kota Kediri.

Jurnalis: Purwasis

Penulis : Purwasis

Berita Terkait

Perluas Wawasan Pasar Modal, Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Kunjungi Bursa Efek Indonesia di Jakarta
Benteng di Akar Rumput: 10 Desa di Probolinggo Resmi Dideklarasikan Jadi Kampung Tangguh Antinarkoba
Kirab Budaya dan Kostum Unik Semarakkan Mango Carnival of Indonesia 2026 di Probolinggo
Mangga Duren Probolinggo Curi Perhatian di Mango Carnival 2026, Wali Kota Terpikat Cita Rasanya
Terpukau Seni dan Budaya Sumenep, Senator Ning Lia Sebut Media Expo 2026 Jadi Pintu Ekonomi Kreatif Mendunia
Bukan Sekadar Habiskan Uang Rakyat, Bupati Haris Warning OPD Probolinggo Soal Anggaran Rp801 Miliar
Media Expo 2026 Masuki Malam Keempat, Tongtong Lendhu Sagara hingga Tari Maharaya Meriahkan Hari Jadi Jatim dan Sumenep, Yuk Ramaikan Malam Ini!
Hari Santri Nasional 2026, Ketua DPRD Sumenep Zainal Arifin Serukan Santri Jadi Penjaga Akhlak, Pejuang Ilmu dan Pilar Masa Depan Bangsa

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Perluas Wawasan Pasar Modal, Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Kunjungi Bursa Efek Indonesia di Jakarta

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Benteng di Akar Rumput: 10 Desa di Probolinggo Resmi Dideklarasikan Jadi Kampung Tangguh Antinarkoba

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:18 WIB

Kirab Budaya dan Kostum Unik Semarakkan Mango Carnival of Indonesia 2026 di Probolinggo

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Mangga Duren Probolinggo Curi Perhatian di Mango Carnival 2026, Wali Kota Terpikat Cita Rasanya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Terpukau Seni dan Budaya Sumenep, Senator Ning Lia Sebut Media Expo 2026 Jadi Pintu Ekonomi Kreatif Mendunia

Berita Terbaru