Bupati Sumenep vs Mafia Pungli Tajamara: Siapa yang Menang?

Kamis, 14 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tajamara Jadi Lahan Basah, PAD Hilang, Publik Desak Bupati Perangi mafia pungli

Tajamara Jadi Lahan Basah, PAD Hilang, Publik Desak Bupati Perangi mafia pungli

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo didesak segera turun tangan melakukan evaluasi total terhadap pengelolaan kawasan wisata kuliner Tajamara. Kawasan yang seharusnya menjadi ikon hiburan malam keluarga sekaligus penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini, justru terbelit dugaan pungutan liar (pungli) parkir yang telah berlangsung bertahun-tahun tanpa penertiban, Kamis, 14/08.

Praktik parkir di Tajamara disebut berlangsung tanpa karcis resmi, tanpa papan tarif, dan tanpa setoran ke kas daerah. Bobroknya, dugaan keterlibatan oknum pejabat daerah dalam mengamankan aktivitas tersebut kian santer terdengar.

Kondisi ini bukan hanya merugikan PAD, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap integritas pengelolaan aset wisata daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengelolaan parkir yang tidak transparan ini mencerminkan lemahnya pengawasan pemerintah. Padahal, potensi PAD dari Tajamara seharusnya besar. Faktanya, daerah justru tidak mendapatkan pemasukan sama sekali dari sektor ini.

Sejumlah pihak mendesak Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo untuk praktik haram ini,  hingga mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam pungli. Jika terbukti ada oknum pejabat yang ikut bermain, penindakan tegas dinilai mutlak dilakukan.

Tidak hanya terkait dugaan pungli parkir, Bupati juga diminta agar segera membentuk tim investigasi mengenai desas desus dugaan pungli bermodus iuran bulanan stand UMKM dan fulus jutaan bagi pelaku UMKM yang ingin menempati Tajamara.

Aktivis sosial Sumenep, Joko Syaiful, menegaskan persoalan ini bukan sekadar ulah juru parkir nakal. “Kalau tidak ada pembeking dari dalam, mustahil parkir liar di Tajamara bisa bertahan bertahun-tahun. Ini bukan retribusi resmi, tapi pemalakan halus yang dilegalkan secara diam-diam,” tegasnya.

Joko menyebut, pembiaran seperti ini mencoreng wibawa pemerintah daerah.

“Kalau terbukti ada pejabat bermental pengemis main, jangan segan untuk segera dipecat. Evaluasi total terhadap pengelolaan kawasan wisata kuliner Tajamara,” sebutnya.

Tajamara, yang dibangun dengan tujuan mendorong ekonomi malam dan pariwisata kuliner Sumenep, kini terancam menjadi monumen kegagalan tata kelola ruang publik.

“Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk memastikan setiap potensi PAD kembali ke rakyat, bukan masuk kantong pribadi segelintir orang,” tukasnya.

Sementara itu, Pemerhati ekonomi lokal, Farid Hasan, menilai persoalan dugaan pungli di kawasan wisata kuliner Tajamara harus menjadi atensi khusus Bupati.

“Ini antara Bupati vs Mafia Tajamara. Siapa nanti yang menang kita lihat saja kedepan,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa pengelolaan ruang publik harus berlandaskan prinsip good governance. Jika dugaan keterlibatan oknum pejabat benar, maka hal ini bukan hanya merusak keuangan daerah, tetapi juga menghancurkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Sumenep.

“Investor akan berpikir dua kali untuk menanam modal jika melihat aset publik dikuasai oleh segelintir orang demi keuntungan pribadi. Ini bahaya, karena akan menghambat pertumbuhan ekonomi lokal,” ucapnya.

“Kalau Bupati bisa bersih-bersih Tajamara, ini akan jadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah serius memerangi kebocoran PAD. Tapi kalau dibiarkan, ini akan menjadi bom waktu yang merusak keuangan dan nama baik daerah,” pungkasnya.

Hingga berita ini terbit, pihak pengelola parkir misterius belum memberikan klarifikasi. Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan (LLA) Disperkimhub Sumenep, Toyyib, juga tetap bungkam meski sudah dua kali dikonfirmasi. Alih-alih memberikan penjelasan, upaya konfirmasi yang dilakukan media justru menyebar ke orang lain menandakan kepanikan.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Diduga Setubuhi Anak Penyandang Disabilitas, Lansia 69 Tahun Diamankan Polresta Tuban
Outlet Miras HWG di Pantura Diduga Masih Buka Tersembunyi, Membuat Geram Warga, Tokoh Agama dan DPR-RI Rizal Bawazier
6 Bulan Buron, Pelaku Pembobolan Rumah di Situbondo Ditangkap di Pulau Dewata
LSM Gelora Cinta Negeri Minta Pertamina Jatimbalinus Klarifikasi Status Lahan SPBU Karangjati Ngawi
Ketua KAKI Jatim Gebrak Bupati Bangkalan: 3.000 Hektare untuk China, Tanah Rakyat Jangan Dijadikan Tumbal!
Kasus Biseksual Santri di Mojo Kediri: Pengurus Ponpes Minta Maaf, Polisi Periksa Saksi-saksi 
Pusaran Sabu di Bluto Terbongkar, Dua Pemuda Diciduk Satresnarkoba Polresta Sumenep
Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026, Sabu 4,28 Gram Berujung di Tangan Polisi Sumenep

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:08 WIB

Diduga Setubuhi Anak Penyandang Disabilitas, Lansia 69 Tahun Diamankan Polresta Tuban

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:59 WIB

Outlet Miras HWG di Pantura Diduga Masih Buka Tersembunyi, Membuat Geram Warga, Tokoh Agama dan DPR-RI Rizal Bawazier

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:26 WIB

6 Bulan Buron, Pelaku Pembobolan Rumah di Situbondo Ditangkap di Pulau Dewata

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:27 WIB

LSM Gelora Cinta Negeri Minta Pertamina Jatimbalinus Klarifikasi Status Lahan SPBU Karangjati Ngawi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:39 WIB

Ketua KAKI Jatim Gebrak Bupati Bangkalan: 3.000 Hektare untuk China, Tanah Rakyat Jangan Dijadikan Tumbal!

Berita Terbaru