GMBI Pertanyakan Sikap Bupati Kediri, Tiga Kades Tersangka Dibiarkan Aktif Menjabat

Selasa, 26 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEDIRI, detikzone.id – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat – Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) Distrik Kediri Raya, Indra Eka Januar Gunawan pertanyakan sikap Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, terkait kasus dugaan rekayasa pengisian perangkat desa tahun 2023, saat berikan keterangan pers di kota kediri pada Senin (25/8/2025) siang.

Dikatakannya, meski tiga kepala desa telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Timur, hingga kini mereka masih aktif menjabat dan belum dinonaktifkan, tiga kepala desa sudah jadi tersangka, tapi masih dibiarkan aktif.

“Kalau seperti ini, publik bisa menduga ada pembiaran atau bahkan diduga mendapat perlindungan politik dari Bupatinya,” ucap Indra.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut kata dia, kasus rekayasa perangkat desa ini mencuat setelah adanya laporan dugaan pengondisian dalam seleksi perangkat desa serentak 2023.

“Polda Jatim kemudian menetapkan tiga kepala desa sebagai tersangka, yaitu Imam Jamiin Kades Kalirong, Kecamatan Tarokan, Sutrisno Kades Mangunrejo, Kecamatan Ngadiluwih, dan Darwanto Kades Pojok, Kecamatan Wates,” terangnya.

Indra menilai penetapan hanya tiga tersangka tersebut janggal, mengingat proses rekrutmen perangkat desa dilakukan serentak di seluruh Kabupaten Kediri.

“Kenapa hanya tiga tersangka? Padahal pelaksanaannya serentak. Ini berpotensi tebang pilih dalam penegakan hukum,” jelasnya.

Ia menegaskan, LSM GMBI akan terus mengawal proses hukum ini hingga tuntas. Selain itu, pihaknya meminta Pemkab Kediri bersikap tegas dengan menonaktifkan para kepala desa yang sudah berstatus tersangka demi menjaga marwah pemerintahan desa dan memastikan pelayanan publik tidak terciderai.

“Kalau Pemkab tidak segera bertindak, ini akan menimbulkan preseden buruk. Publik bisa kehilangan kepercayaan pada proses hukum maupun pemerintahan,” pungkasnya.

Dikutip pemberitaan sebelumnya saat meninjau megaproyek pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati Kediri, pada 4 Juli 2025 lalu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau akrab disapa Mas Dhito, telah menegaskan bahwa pengisian perangkat desa merupakan kewenangan kepala desa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014.

“Dalam proses ini tentunya pengisian perangkat desa sudah diatur dalam undang-undang yang mana menjadi kewenangan kepala desa, dan hal seperti ini kan tidak hanya sekali dua kali terjadi. Saya sebagai bupati, tidak mentoleransi pada hal-hal yang sifatnya suap menyuap, gratifikasi, apalagi KKN. Maka, kita dukung apa yang dilakukan oleh Polda Jatim,” kata Mas Dhito.

Penulis : Bimo

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru