Demo Massa di Pemalang Berujung Aksi Pentas Kuda Lumping

Rabu, 3 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang, detikzone.id- Demo aksi Massa yang di gelar oleh ratusan elemen Masyarakat di depan kantor Bupati Pemalang, berujung aksi Pergelaran kuda Lumping,pada Rabu ( 3/9 ), Bahkan Koordinator aksi yang sekaligus juga sebagai ketua Dewan Kesenian Pemalang Andi Rustono mengajak Bupati dan jajarannya untuk Ngebek ( main kuda Lumping) bareng

“Bupati dan jajarannya kalau mau ngebek silakan,tidak usah malu-malu ini rakyatmu,” ujarnya dalam pembukaan orasi demonya

Dirinya juga mengajak Ormas dan Kepala Desa agar menampakkan diri ikut gabung dalam aksi demo yang diselingi pentas seni tersebut,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk para Kades jangan ngumpet, menyatu saja ke sini kita punya problem yang sama, punya persoalan yang sama mari kita tunjukan se- Nusantara bahwa Pemalang itu beda,” tambah Andi.

Terkair dengan aksi massa yang menjadi tanggung jawabnya,ia meminta kantor – kantor dinas Pemerintahan ngga usah takut,

“Dinas- Dinas ngga usah ngumpetin civiu komputer untuk di beresin, tidak ada bakar -bakaran, kami tidak akan melakukan hal hal yang bodoh,tidak akan melakukan hal hal yang tolol, karena kami adalah orang orang seni yang bisa memadukan bahwa kesemrawutan politik bisa di bebas kan dengan rasa seni,” tutupnya.

*Pernyataan sikap aksi gelar seni dan budaya*

Pemalang sebagai kabupaten termiskin nomor 4 di Jawa Tengah,tetapi punya gedung DPRD termegah di Indonesia untuk kabupaten atau kota punya tunjangan DPRD sangat besar yang kontras dengan rakyatnya miskin, hidup anggota dewan yang melimpah pada saat ini sedang memainkan peran memelas agar dipuji rakyat menolak kunjungan kerja (kunker), sementara eksekutif Bupati payah dalam membuat skala prioritas kebutuhan, jalan-jalan ekonomi pedesaan tidak diperhatikan justru membangun di pusat kota, Bupati sepertinya gagap tanpa arah lebih diutamakan pencitraan diri tapi gagal mengelabui rakyatnya.

kebijakan pembangunan yang belum merata dan kurangnya implementasi yang efektif juga menjadi penyebab ketimpangan pembangunan sejalan dengan keinginan sebagian besar masyarakat Pemalang, yang menghendaki agar tata kelola pemerintahan berjalan efektif serta memperhatikan kepentingan masyarakat .

Peraturan Bupati tentang tunjangan perumahan ketua DPRD Rp 40 000.000 wakil ketua RT 30 000.000 anggota 20, 450.000 segera cabut perbup, jangan pakai alasan ini itu perbup dari Bupati lama berani tidak Bupati Anom Wiidiyantoro mencabut demi efisiensi yang selalu digembar-gemborkan.

Dialihkan ke sektor yang jauh lebih strategis dan kebutuhan rakyat tidak akan berani melihat struktur politik Bupati sekarang Rabu yang hanya didukung satu partai yang punya kursi di parlemen sisi elektoral pada hasil pilkada hanya 20% pemilik jadi kita ingatkan bisa sampai 5 tahun ke depan saja sudah sebuah keajaiban dengan 20% pemilih dengan satu partai pendukung yang bisa Bupati lakukan adalah kompromi untuk menjaga kestabilan kekuasaan tanpa diganggu fraksi-fraksi di DPRD dengan cara tunduk pada kekuasaan legislatif jika tidak rentan di goyang legislatif jadi kelinci mainan yang tolol tanpa bisa lincah melompat lakukan pembenahan secara menyeluruh dinas-dinas / OPD agar tidak mengambil langkah (program) yang kontroversial jadi bulan-bulanan dan perhatian publik agar pola kerja tidak lagi jadi penghambat Bupati

Aksi gerak seni dan budaya yang kami lakukan di depan pendopo ini mencoba mengangkat kesenian tradisional yakni jaran Ebeg sintren ronggeng sebagai penelanjangan makna betapa pemda Pemalang begitu memprihatinkan kesenian tradisional dengan adanya tugu tugu jaran ebeg atau kuda lumping plat baja seperti di depan stadion Mochtar sirandu di pintu masuk exit gandulan hanya sebatas simbol belakang dari tahun ke tahun tanpa ada langkah konkret untuk bisa diplementasikan di tengah mordinisasi dan pengaruh budaya asing banyak kelompok
seniman dan kesenian tradisional yang hidup di ekonomi sulit tanpa akses yang memadai ke fasilitas dan sumber daya yang memadai untuk melatih dan mengembangkan keterampilan mereka berjuang sendiri di sisi lain kurangnya kesadaran kesadaran masyarakat akan nilai budaya budaya yang terkandung dalam kesenian tradisional dan dampak positif yang dapat di berikan pada pembangunan sosial ekonomis budaya

Di tengah gagap gempitanya aksi saat sekarang beragam tuntutan berujung pada tuntutan yang tidak sehat adanya tindakan destruktif pengrusakan-perusakan fasilitas umum dan sebagainya tidak bisa kita pungkiri Pemalang tidak ingin terjadi hal-hal seperti itu kita jaga bersama.( Ragil).

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Motor Karyawan Dispendukcapil Probolinggo Raib di Parkiran MPP, Aksi Pelaku Terekam CCTV
BAZNAS Sumenep Buka Beasiswa Cendekia 2026 Gelombang 2, Ini Syarat dan Jadwalnya
DWP Bakesbangpol Sumenep Gelar Halal Bihalal, Sri Sumarni Dzulkarnain Ajak Organisasi Lebih Aktif dan Solid
Sumenep Bidik Pasar Dunia, Rantai Pasok Perikanan Digenjot Lewat Kemitraan Strategis
DPRD Sumenep dan Pemkab Sinkronkan Arah Kebijakan Lewat Tiga Raperda 2026
Data Tak Sinkron di Lapangan, Warga Miskin Probolinggo Berdesil Tinggi, BPS dan Dinsos Saling Klarifikasi
Festival Ojung Sumenep Bangkitkan Warisan Budaya, Dari Ritual ke Daya Tarik Wisata
PSHT Kota Blitar Gelar Halalbihalal, Perkuat Persaudaraan dan Targetkan Prestasi Juara

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 13:24 WIB

Motor Karyawan Dispendukcapil Probolinggo Raib di Parkiran MPP, Aksi Pelaku Terekam CCTV

Selasa, 14 April 2026 - 12:22 WIB

BAZNAS Sumenep Buka Beasiswa Cendekia 2026 Gelombang 2, Ini Syarat dan Jadwalnya

Selasa, 14 April 2026 - 11:55 WIB

DWP Bakesbangpol Sumenep Gelar Halal Bihalal, Sri Sumarni Dzulkarnain Ajak Organisasi Lebih Aktif dan Solid

Selasa, 14 April 2026 - 00:41 WIB

Sumenep Bidik Pasar Dunia, Rantai Pasok Perikanan Digenjot Lewat Kemitraan Strategis

Senin, 13 April 2026 - 23:19 WIB

DPRD Sumenep dan Pemkab Sinkronkan Arah Kebijakan Lewat Tiga Raperda 2026

Berita Terbaru