Kades Tiktoker Tambaagung Barat Sumenep Gerakkan BUMDes Bunga Desa, Targetkan 46 Kambing untuk Ketahanan Pangan

Sabtu, 6 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kandang kokoh milik BUMDes Bunga Desa, simbol komitmen Desa Tambaagung Barat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional

Kandang kokoh milik BUMDes Bunga Desa, simbol komitmen Desa Tambaagung Barat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional

SUMENEP – Program ketahanan pangan yang menjadi salah satu fokus pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto kini mendapat gaung hingga ke pelosok desa.

Desa Tambaagung Barat, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, menjadi salah satu contoh nyata desa yang bergerak cepat mendukung program tersebut melalui penggemukan kambing.

Inisiatif ini digagas langsung oleh Kepala Desa Tambaagung Barat, SY. Syamsul Arifin. Dengan menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bunga Desa, Syamsul memulai program peternakan kambing yang diproyeksikan mampu menopang ketahanan pangan sekaligus meningkatkan taraf ekonomi masyarakat desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai langkah awal, desa telah membangun kandang kambing berbahan kayu jati dan akasia.

Kandang modern ini memiliki sembilan ruang, dengan ukuran masing-masing 5 meter x 16 meter. Bangunan yang kokoh dan tertata rapi tersebut disiapkan untuk menampung kambing dengan sistem pemeliharaan intensif dan berstandar.

“Anggaran tahap pertama sebanyak 13 ekor. Kita targetkan 46 ekor kambing yang akan digemukkan melalui BUMDes Bunga Desa,” jelas Syamsul Arifin kepada wartawan di Lotus Café, Sabtu, 6/09/2025.

Pria yang akrab disapa masyarakat dengan julukan Kades Tiktoker dan Kades Pelayan ini menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya sekadar menjalankan instruksi dari pemerintah pusat, tetapi juga bagian dari strategi desa dalam membangun kemandirian ekonomi.

Menurutnya, ketahanan pangan harus dimulai dari akar rumput, yakni desa. Jika desa memiliki kekuatan pangan sendiri, masyarakat tidak akan mudah goyah menghadapi dinamika ekonomi global.

“Ketahanan pangan itu fondasi. Kalau desa kuat pangan, masyarakat lebih tenang, lebih sejahtera, dan tidak gampang bergantung pada luar,” tegasnya.

BUMDes Bunga Desa yang menjadi motor penggerak program ini, disebut Syamsul bukan sekadar lembaga formal, tetapi harus menjadi pusat kegiatan ekonomi desa. Melalui penggemukan kambing, desa diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus membuka peluang kerja bagi warga sekitar.

“Kami ingin tunjukkan, BUMDes bukan hanya papan nama. BUMDes harus benar-benar jadi ruang usaha produktif. Program penggemukan kambing ini akan kita kelola dengan transparan, dan hasilnya harus bisa dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Langkah Syamsul Arifin dinilai sejalan dengan semangat Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya kedaulatan pangan nasional. Dengan program sederhana namun terarah, Desa Tambaagung Barat berharap bisa menjadi pionir desa mandiri pangan di wilayah Sumenep.

Sosok Syamsul sendiri dikenal unik di kalangan masyarakat. Julukan Kades Tiktoker melekat padanya karena sering menggunakan media sosial untuk berinteraksi secara akrab dengan warga. Sementara sebutan Kades Pelayan tercermin dari gaya kepemimpinannya yang selalu hadir melayani, bukan sekadar memimpin.

Dengan target awal 46 ekor kambing, Syamsul optimistis program ini akan berkembang di masa mendatang. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta dalam pengelolaan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan bersama.

“Dari desa kita mulai. Kalau semua desa bergerak, insyaAllah cita-cita besar ketahanan pangan nasional akan terwujud. Ini bukan hanya tentang kambing, tapi tentang masa depan desa dan bangsa,” pungkasnya.

 

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura
Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura
Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026
Diskominfo Sumenep Sukses Dorong Kampanye Digital Lewat Gerakan “Nongtong Bareng” di Festival Musik Tong-Tong
JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik
Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757
Hari Jadi Sumenep ke-757, Cak Fauzi Dorong Gotong Royong Jadi Kekuatan Pembangunan
Fajar Baru Kamtibmas Probolinggo: Lepas AKBP Rico dengan Pendekatan Humanis, Sambut AKBP Lucky dengan Sinergi

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:14 WIB

JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB