Dugaan Konspirasi Sistematis di Pamekasan: PR Subur Jaya Bebas Edarkan Rokok HJS Akali Pita Cukai

Senin, 13 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“PR. Subur Jaya Milik Haji Junaidi Diduga Akali Pita Cukai, Aparat hanya diam saja

“PR. Subur Jaya Milik Haji Junaidi Diduga Akali Pita Cukai, Aparat hanya diam saja

PAMEKASAN –Aparat Penegak Hukum (APH) setempat hingga Bea Cukai (BC) Madura kembali disorot. Keduanya diduga menutup mata bahkan bersekongkol dengan PR. Subur Jaya Pamekasan dalam praktik pengedaran rokok yang diduga kuat mengakali pita cukai. Senin (13/10/2025).

Bagaimana tidak, hingga kini pabrik rokok PR. Subur Jaya Pamekasan yang disebut-sebut milik Achmad Junaidi, atau yang akrab disapa Haji Junaidi, di Desa Tentenan Barat, Kecamatan Larangan, masih bebas beroperasi. Produk andalannya, SUBUR JAYA HJS Sigaret Kretek Mesin (SKM) isi 20 batang, justru beredar luas di pasaran dengan modus menempel pita cukai Sigaret Kretek Tangan (SKT) isi 12 batang, cara licik yang jelas merugikan keuangan negara.

Celakanya, meski kasus ini terang benderang, aparat seolah membiarkan PR. Subur Jaya beroperasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, menurut catatan Detikzone pada Mei 2025, PR. Subur Jaya bahkan terang-terangan menjadi sponsor dalam kegiatan Fun Football Kapolres Pamekasan Cup 2025, menimbulkan pertanyaan publik tentang hubungan antara bisnis ilegal dan institusi pemerintah setempat.

S, warga Pamekasan menyebut bahwa sekelas menteri Purbaya pun tidak akan berani menindak rokok HJS .

“Purbaya sekalipun tidak akan berani menindak rokok HJS dan bos-nya karena mereka dibekingi orang orang kuat,” ucap S.

Sementara, Kepala Bea Cukai Madura, Novian Dermawan, hingga kini belum memberikan klarifikasi terkait dugaan pembiaran ini. Begitu pula Achmad Junaidi, yang dikenal sebagai Haji Junaidi, pemilik PR. Subur Jaya, belum dapat dimintai keterangan.

Ahmadi, aktivis bea cukai, menyoroti anomali penegakan hukum.

 “Anehnya, produk ini begitu mudah ditemukan di pasar dan tokok kelontong. Kalau yang diperiksa hanya warung kecil, sementara pabrik besar dibiarkan, itu namanya pembiaran.” tegasnya.

Kritik terhadap Bea Cukai Madura semakin tajam karena operasi penindakan terkesan hanya menyasar pengecer kecil, sementara pabrik dan jaringan distribusi besar tetap bebas. Masyarakat menuntut pemeriksaan menyeluruh terhadap rumah produksi, gudang, hingga aktor di balik rantai distribusi lintas kabupaten.

Ahmadi juga mendesak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuktikan komitmennya memberantas rokok ilegal sampai ke level supplier dan marketplace.

“Pernyataan pusat tentang penindakan hingga level distribusi sejauh ini belum terlihat nyata di lapangan. Bahkan saking tidak beraninya menindak rokok HJS, keberadaan APH dan Bea Cukai Madura yang  berkantor di Pamekasan seakan tidak berguna. Saya menduga ada konspirasi sistematis di Pamekasan ini ,” tukasnya.

Pamekasan, yang semestinya menjadi zona penegakan hukum, kini justru menjadi sorotan karena praktik yang membayangi wibawa aparat.

Detikzone bersama tim investigasi akan terus menelusuri alur produksi, pemasok, dan jaringan distribusi yang memungkinkan peredaran rokok ilegal di Madura. Masyarakat diminta berpartisipasi dengan mengirimkan bukti foto, alamat gudang/pabrik, tangkapan layar penjualan online, atau informasi lain yang dapat membantu mengungkap praktik mafia rokok ilegal.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru