DPUPP Dituding Nabung Bencana di Hilir, Tumpukan Sampah Cemari Sungai, Sawah, hingga Program Swasembada

Jumat, 24 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SITUBONDO, Detikzone.id – Pemandangan di pintu air Jembatan Ardiwilis, Sumberkolak, Panarukan, Situbondo, sungguh memprihatinkan. Tumpukan sampah yang menggunung di lokasi tersebut bukan hanya sekadar pemandangan kotor, melainkan bukti nyata adanya praktik pengelolaan yang keliru dan berpotensi menimbulkan bencana lingkungan yang masif.

Menurut pengakuan Mujiono, seorang Pemerhati Lingkungan Hidup Situbondo, kondisi ini telah berlangsung selama lima tahun tanpa penanganan yang benar.

Mujiono menyoroti bahwa setiap kali sampah menumpuk, petugas pintu air di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPP) alih-alih mengangkatnya ke darat, justru memilih untuk menghanyutkannya ke hilir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Posisi sampah di pintu air Jembatan Ardiwilis saat ini Rabu, 22 Oktober 2025 semakin banyak. Padahal, kontainer sampah yang disediakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ada, tetapi tidak pernah difungsikan untuk menampung sampah yang diangkat oleh juru air DPUPP,” ungkap Mujiono.

“Tumpukan sampah sebanyak itu, yang biasanya terkumpul selama tiga hari, setara dengan satu dump truck penuh. Bila dihanyutkan ke hilir, maka ibaratnya kita menabung sampah di muara/pesisir pantai sebanyak satu dump truck. Tinggal dikalikan, berapa ratus dump truck sampah yang kita kirim ke laut setiap tahun hanya dari satu pintu air saja. Sangat miris,” imbuh Mujiono.

Praktik DPUPP yang menghanyutkan sampah ke hilir memiliki implikasi serius yang mengancam program-program strategis pemerintah, Ancaman terhadap Swasembada Pangan Sampah yang hanyut mencemari saluran irigasi menuju sawah, menyebabkan pendangkalan dan penyumbatan. Akibatnya, air tidak dapat mengalir lancar ke lahan pertanian.

“Bila hal ini terus terjadi, ini akan menghambat program pemerintah Swasembada Pangan,” tegas Mujiono, menyoroti bahwa pertanian di Situbondo langsung terdampak.

Sampah plastik yang mencapai pesisir dan laut akan membunuh ekosistem vital. Pohon mangrove dan terumbu karang yang merupakan benteng ekologi pesisir terancam mati.

“Ini jelas menghambat program pemerintah Ekonomi Biru, di mana kelestarian laut adalah kunci utama,” tambahnya.

Mujiono mendesak agar DPUPP Situbondo segera mengubah prosedur kerjanya. Juru air DPUPP harus secara konsisten mengangkat tumpukan sampah ke sempadan sungai, untuk kemudian diangkut oleh DLH ke TPA.

“Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) DPUPP adalah mengelola sungai. Namun, realisasinya, petugas pintu air tidak pernah mengerjakannya dengan benar, sampah-sampah justru dihanyutkan,” tutupnya.

Situasi di Jembatan Ardiwilis menjadi cerminan bahwa tanpa koordinasi yang efektif dan komitmen untuk tidak memindahkan masalah, pesisir dan laut Kabupaten Situbondo akan terus menjadi tempat sampah raksasa yang sewaktu-waktu dapat memicu bencana banjir besar. Pemerintah daerah dituntut untuk segera mengaudit kinerja dan menyatukan langkah antara DPUPP dan DLH.

Penulis : Anton

Berita Terkait

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura
Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura
Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Diskominfo Sumenep Sukses Dorong Kampanye Digital Lewat Gerakan “Nongtong Bareng” di Festival Musik Tong-Tong
JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik
Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757
Hari Jadi Sumenep ke-757, Cak Fauzi Dorong Gotong Royong Jadi Kekuatan Pembangunan

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:14 WIB

JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB