PKDI Sumenep Bersatu dalam Haul Raja-Raja Madura, H. Ubaid Abdul Hayat Ajak Kepala Desa Teladani Spirit Leluhur

Senin, 27 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari kiri: Kepala Desa Panaongan Ahmad Saleh Harianto, Kepala Desa Pangarangan Miskin Legiyono, dan Ketua PKDI Sumenep H. Ubaid Abdul Hayat saat menghadiri Haul Akbar Raja-Raja Madura di Pendopo Agung Sumenep, Senin malam (27/10/2025).

Dari kiri: Kepala Desa Panaongan Ahmad Saleh Harianto, Kepala Desa Pangarangan Miskin Legiyono, dan Ketua PKDI Sumenep H. Ubaid Abdul Hayat saat menghadiri Haul Akbar Raja-Raja Madura di Pendopo Agung Sumenep, Senin malam (27/10/2025).

SUMENEP, 27 Oktober 2025 — Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Sumenep turut ambil bagian dalam kegiatan Haul Akbar Raja-Raja Madura yang digelar di Pendopo Agung Sumenep, Senin malam (27/10/2025).

Acara yang berlangsung khidmat dan penuh makna ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-756 sekaligus memperingati Hari Santri Nasional 2025.

Ribuan jamaah dari berbagai elemen masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk para ulama, santri, pejabat daerah, hingga ribuan kepala desa yang tergabung dalam PKDI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran PKDI Sumenep menegaskan komitmen para kepala desa untuk terus menjaga nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal sebagai fondasi kepemimpinan di tingkat akar rumput.

Ketua PKDI Sumenep, H. Ubaid Abdul Hayat, menyampaikan bahwa keikutsertaan PKDI dalam Haul Raja-Raja Madura bukan hanya bentuk penghormatan terhadap leluhur, tetapi juga refleksi bagi para pemimpin desa agar terus meneladani nilai kepemimpinan yang beradab dan berjiwa pelayanan.

“Para raja Madura dahulu memimpin dengan hati, dengan tanggung jawab kepada Allah, dan dengan kasih kepada rakyatnya. Nilai itulah yang perlu kita hidupkan kembali dalam kepemimpinan desa hari ini,” ujar H. Ubaid Abdul Hayat usai menghadiri acara tersebut.

Menurutnya, Haul Raja-Raja Madura menjadi momentum penting untuk mengingat bahwa pembangunan sejati di tingkat desa tidak cukup hanya dengan infrastruktur, tetapi juga dengan pembangunan karakter, moral, dan spiritual masyarakat.

“Desa yang kuat adalah desa yang warganya berakhlak, beriman, dan saling peduli. Jika pemimpinnya meneladani nilai spiritual leluhur, maka kemajuan lahir dan batin akan menyertai,” tambahnya.

H. Ubaid juga mengapresiasi Pemkab Sumenep atas terselenggaranya kegiatan besar ini yang mempertemukan ulama, umara, dan masyarakat dalam satu majelis doa dan kebersamaan.

Ia berharap kegiatan semacam ini terus dilestarikan sebagai wahana memperkuat identitas budaya dan religius Madura.

 “Haul ini bukan hanya tradisi, tapi pengingat bahwa kekuatan Madura terletak pada iman, adab, dan kebersamaan. Kami, para kepala desa, siap meneruskan semangat itu dalam pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Haul Raja-Raja Madura di Pendopo Agung Sumenep berlangsung penuh khidmat dan menggugah kesadaran bersama bahwa membangun Madura tidak hanya soal kemajuan ekonomi, tetapi juga membangun manusia yang berkarakter dan berjiwa spiritual.

Kehadiran PKDI Sumenep dalam Haul Akbar Raja-Raja Madura bukan hanya sebagai bentuk partisipasi seremonial, tetapi sebuah penegasan bahwa para kepala desa memiliki kesadaran spiritual dan tanggung jawab moral dalam menjaga warisan kepemimpinan Madura.
Di tengah arus modernisasi dan tantangan birokrasi yang semakin kompleks, nilai-nilai luhur para leluhur seperti kejujuran, keberanian, dan kasih sayang terhadap rakyat harus menjadi fondasi kepemimpinan di tingkat desa.

Langkah H. Ubaid Abdul Hayat yang menekankan pentingnya kepemimpinan berbasis akhlak menjadi cermin bahwa pembangunan tidak boleh kehilangan ruh spiritualnya. Pembangunan fisik memang penting, tetapi tanpa jiwa, pembangunan itu hanya menjadi bangunan tanpa makna.

Desa akan benar-benar maju bila para pemimpinnya memiliki kesadaran moral dan ketulusan untuk melayani, bukan sekadar memerintah.

Melalui Haul Raja-Raja Madura, PKDI Sumenep menunjukkan arah baru kepemimpinan di tingkat lokal, kepemimpinan yang berpijak pada nilai-nilai sejarah, spiritualitas, dan kemanusiaan.

Madura, dengan tradisi religius dan budaya yang kuat, membutuhkan pemimpin desa yang tidak hanya cerdas secara administratif, tetapi juga arif secara moral.

Jika nilai-nilai ini dijaga dan diteruskan, maka bukan tidak mungkin Madura akan bangkit sebagai daerah yang tidak hanya maju dalam pembangunan, tetapi juga bermartabat dalam akhlak dan budaya.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

93 Hari Berbagi Tanpa Jeda di Sumenep, Detikzone.id Buktikan Jurnalisme Tak Sekadar Memberitakan
Gedor 18 OPD Teknis, Pemkab Probolinggo Kunci Target Serapan APBD 80 Persen di Oktober
Siswa SMKN 1 Sumber Wringin Kreatif Bikin Macan-Macanan, Pesanan Tembus Luar Bondowoso
Dorong Perempuan Berprestasi, Bupati Fauzi Perkuat Peran Perwosi Sumenep
Haji Her-Haji Mukmin Bersama Bupati dan Ulama Larut dalam Sumenep Bersholawat
Bersama Puluhan Ribu Jamaah, Bupati-Wabup dan Forkopimda Sumenep Larut dalam Sholawat
Anggota DPRD Sumenep Dukung Pembangunan Pos TNI Angkatan Laut di Masalembu
Nyanyikan “Zavira” di Hadapan Ribuan Peserta JJS di Pamekasan, Cara H. Ali Zainal Abidin Ungkapkan Kasih Sayang untuk Putri Tercinta

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:59 WIB

93 Hari Berbagi Tanpa Jeda di Sumenep, Detikzone.id Buktikan Jurnalisme Tak Sekadar Memberitakan

Rabu, 2 September 2026 - 19:38 WIB

Gedor 18 OPD Teknis, Pemkab Probolinggo Kunci Target Serapan APBD 80 Persen di Oktober

Rabu, 2 September 2026 - 19:14 WIB

Siswa SMKN 1 Sumber Wringin Kreatif Bikin Macan-Macanan, Pesanan Tembus Luar Bondowoso

Rabu, 2 September 2026 - 19:09 WIB

Dorong Perempuan Berprestasi, Bupati Fauzi Perkuat Peran Perwosi Sumenep

Rabu, 2 September 2026 - 13:10 WIB

Haji Her-Haji Mukmin Bersama Bupati dan Ulama Larut dalam Sumenep Bersholawat

Berita Terbaru