Rokok Bodong Pamekesan Terus Merajalela, Distributor Tantang Pemerintah: Purbaya Tak Akan Berani

Kamis, 6 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN — Di tengah gencarnya kampanye pemberantasan rokok ilegal oleh pemerintah, suara pedas justru datang dari salah satu distributor rokok ilegal asal Pamekasan. Ia menilai, penegakan hukum terhadap industri rokok tanpa cukai di Madura hanyalah formalitas tanpa keberanian nyata.

“Bea Cukai Madura hingga Menteri Purbaya sekalipun  gak mungkin berani mas. Banyak yang beking. Operasi mereka nyasarnya ke toko-toko, gak akan pernah ke bos-bosnya,” tegasnya tanpa ragu saat ditemui di kawasan Pamekasan, Kamis (6/11/2025).

Pernyataan lugas ini mencerminkan ironi besar di balik maraknya rokok bodong yang masih aman beroperasi di Madura, meski berulang kali digembar-gemborkan akan ditindak tegas oleh Bea Cukai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Faktanya, rokok tanpa pita cukai merek Ref Sold (RS) yang diduga kuat diproduksi di Desa Sentol, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, baru-baru ini terungkap di Banyuwangi, Jawa Timur. Barang bukti berupa ratusan bungkus rokok RS dipajang dalam konferensi pers Kejaksaan Negeri Banyuwangi bersama Bea Cukai Banyuwangi pada Kamis (23/10/2025).

Seorang pengedar, AT (38), warga Rogojampi, Banyuwangi, telah diamankan. Ia mengaku mendapat pasokan dari saudaranya berinisial J di Pulau Madura, yang kini buron dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Namun hingga kini, pabrik dan bandar besar di Madura yang disebut-sebut sebagai sumber produksi masih bebas beroperasi.

“Rokok itu milik Haji AM di Desa Sentol, Pademawu,” ungkap Ahmad, warga setempat, kepada wartawan.

Aktivis Madura, Hasan Basri, juga menyoroti keras lemahnya pengawasan aparat.

 “Sulit dipahami kenapa pabriknya tetap aman. Publik wajar menduga ada pembiaran, bahkan kongkalikong dengan oknum tertentu,” ujarnya.

Ia menegaskan, penindakan yang hanya menyasar pengedar kecil tanpa menyentuh pemain besar hanya akan memperpanjang lingkaran bisnis ilegal di Madura.

“Kalau yang ditangkap cuma orang kecil, dan yang punya modal besar gak disentuh, itu bukan penegakan hukum, tapi sandiwara,” tegasnya.

Hasan mendesak agar pemerintah pusat turun langsung menertibkan industri rokok ilegal di Madura.

 “Jangan biarkan Madura jadi zona kebal hukum. Kalau aparat takut, maka kepercayaan publik akan hancur,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Lecehkan Santri, Oknum Pengasuh Ponpes Al Qibtiyah Banyuwangi Diamankan Polisi Usai Didatangi Yakuza Maneges
Balap Liar di Jalan Argopuro Situbondo Kian Brutal, LSM Desak APH Bertindak
Istri Anggota Polisi Terjerat Kasus Arisan Bodong, Polres Kediri Jamin Proses Hukum Tanpa Pandang Bulu
Anggaran Triliunan Dipertanyakan, PMII Sampang Turun Jalan Desak Audit Total MBG dan Moratorium Koperasi Merah Putih
Diduga Tipu Korban Hingga Rp10 Miliar, Rumah Istri Anggota Polisi di Kediri Digeruduk Warga
Demi Keadilan, KAKI Minta Presiden dan Elit Negara Tak Intervensi Kasus Roy Suryo–Dokter Tifa
MBG: Malaikat Berjubah Gelap
Oknum Security Rusunawa Kediri Dandangan Terciduk Nyabu, Spill Chat di HP Bikin Dua Pengedar Lain Ikut Seret!

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:42 WIB

Lecehkan Santri, Oknum Pengasuh Ponpes Al Qibtiyah Banyuwangi Diamankan Polisi Usai Didatangi Yakuza Maneges

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:22 WIB

Balap Liar di Jalan Argopuro Situbondo Kian Brutal, LSM Desak APH Bertindak

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:23 WIB

Istri Anggota Polisi Terjerat Kasus Arisan Bodong, Polres Kediri Jamin Proses Hukum Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:26 WIB

Anggaran Triliunan Dipertanyakan, PMII Sampang Turun Jalan Desak Audit Total MBG dan Moratorium Koperasi Merah Putih

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:59 WIB

Diduga Tipu Korban Hingga Rp10 Miliar, Rumah Istri Anggota Polisi di Kediri Digeruduk Warga

Berita Terbaru