LPKSM LPKNI Korwil Kediri Agendakan Audiensi Kritis dengan Pertamina MOR V Jatim Terkait Laporan Kerusakan Mesin Kendaraan Konsumen

Sabtu, 8 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum LPKNI Korwil Kediri, Dwi Cahyono, bahwa permohonan audiensi didasarkan pada prinsip perlindungan konsumen

Ketua Umum LPKNI Korwil Kediri, Dwi Cahyono, bahwa permohonan audiensi didasarkan pada prinsip perlindungan konsumen

KEDIRI, Detikzone.id – Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Lembaga Pemberdayaan Konsumen Nasional Indonesia (LPKNI) Koordinator Wilayah (Korwil) Kediri mengajukan permohonan audiensi mendesak kepada PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) V Jawa Timur.

Audiensi ini diajukan menyikapi meningkatnya laporan dan keluhan konsumen di wilayah Kediri mengenai dugaan kerusakan mesin kendaraan yang diindikasikan akibat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.

Dalam surat resmi bernomor: 111/LPKNI-KDR/2025 perihal Permohonan Audiensi, LPKNI Kediri secara tegas meminta pertemuan untuk membahas permasalahan kualitas Pertalite yang beredar, yang diduga menjadi penyebab kerugian material bagi masyarakat pengguna kendaraan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum LPKNI Korwil Kediri, Dwi Cahyono, menyatakan bahwa permohonan ini didasarkan pada prinsip perlindungan konsumen dan kebutuhan mendesak untuk mencari solusi atas keluhan yang beredar luas.

“Kami mencatat adanya indikasi kerugian konsumen yang signifikan akibat isu ini. Pertamina sebagai penyedia wajib memberikan klarifikasi, pertanggungjawaban, dan solusi nyata,” tegasnya.

Pertemuan tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada Rabu, 12 November 2025, di Kantor PT. Pertamina Unit Pemasaran V Depot Kediri. LPKNI Korwil Kediri akan hadir bersama Maksimal 25 Anggota dari berbagai elemen Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kediri yang tergabung dalam Aliansi Bhimasakti. Rombongan dijadwalkan tiba pada pukul 10.00 WIB.

Melalui audiensi ini, LPKNI Korwil Kediri berharap dapat bertemu langsung dengan Kepala PT. Pertamina setempat untuk menyampaikan data keluhan konsumen dan mendiskusikan langkah-langkah konkret yang harus diambil Pertamina, termasuk mekanisme ganti rugi atau penyelesaian masalah teknis yang dialami konsumen.

“Kami tidak ingin ada korban baru lagi yang dirugikan. Pertamina harus segera menarik atau mengisolasi distribusi BBM yang terbukti bermasalah. Bagaimana caranya, itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab teknis Pertamina. Yang jelas, penyaluran BBM bermasalah harus segera dihentikan,” ungkap Dwi saat dihubungi Detikzone melalui WhatsApp, Sabtu (8/11/2025) pagi.

Terkait konsumen yang sudah menjadi korban, Dwi meminta Pertamina untuk menerapkan prinsip pertanggungjawaban mutlak (strict liability) dan segera memberikan kompensasi.

“LPKNI menuntut PT Pertamina (Persero) untuk mengganti rugi setiap kerusakan kendaraan yang terbukti diakibatkan oleh penggunaan BBM jenis Pertalite yang bermasalah. Kami memberikan batas waktu maksimal 5 (lima) hari kalender sejak audiensi terakhir untuk realisasi ganti rugi tersebut,” imbuhnya. “Dan apabila batas waktu 5 hari tersebut tidak dipenuhi atau tuntutan tidak diselesaikan secara menyeluruh, maka LPKNI bersama Aliansi Bhimasakti akan melakukan aksi pengawasan ketat di Pertamina hingga sebab akibat dan penyelesaian masalah BBM tersebut tuntas.”

Mengenai data konsumen, Ketua umum LPKNI menjelaskan bahwa laporan dari masyarakat sudah ada, namun diarahkan untuk diverifikasi melalui prosedur yang telah disiapkan.

“Kami memang telah menerima sejumlah aduan dari konsumen, namun langsung kami arahkan seluruh pelanggan yang mengadu untuk melengkapi bukti-bukti yang kuat (seperti bukti servis dan sisa BBM) dan mengajukannya ke posko pengaduan terdekat, yaitu SPBU Joyoboyo Kota Kediri. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap klaim memiliki dasar data yang valid sebelum dibawa ke meja perundingan dengan Pertamina,” pungkasnya.

Penulis : Bimo

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru