Dirjen Kemenkeu Sering Pamer Penindakan, Tapi Biang Kerok Rokok Ilegal Angker dan Newcestle Tetap Melenggang di Pamekasan

Senin, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, 10 November 2025 — Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Republik Indonesia kerap memamerkan hasil penindakan rokok ilegal, namun bandar besar yang menjadi biang kerok peredaran tetap bebas.

Akun resmi Bea Cukai baru-baru ini menampilkan penindakan di Bandung, di mana upaya peredaran 772.800 batang rokok ilegal berhasil digagalkan. Salah satu merek yang disebut adalah “Angker”, yang ditengarai diproduksi dan bersarang di Kabupaten Pamekasan, wilayah pengawasan Bea Cukai Madura.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Bandung, Yudi Irawan, menegaskan petugas terus menelusuri jaringan distribusi rokok ilegal untuk mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami berupaya menelusuri semua pihak yang terlibat dalam peredaran rokok ilegal,” ujarnya.

Namun sampai Senin (10/11/2025), bandar UM, yang ditengarai sebagai pemilik rokok ilegal merk Angker dan Newcastle, masih bebas melenggang tanpa tersentuh penegakan hukum. Padahal, rokok merk Angker pernah dimusnahkan Bea Cukai Madura pada Agustus 2025.

Warga Pamekasan, Suyitno, mengkritik sikap aparat .

 “Mereka sering pamer razia, tapi biang kerok peredaran tetap aman. Ini jelas mengecewakan masyarakat.” katanya .

“Rokok ilegal terus beredar, tapi yang besar-besar aman. Penegakan hukum harus tegas terhadap semua pihak, bukan hanya pedagang kecil.” tandasnya.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik tentang efektivitas pengawasan. Bandarnya tetap bebas, sementara rokok ilegal terus merugikan negara dan masyarakat di berbagai daerah.

 

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru