Blitar, Detikzone id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Kabupaten Blitar berjalan baik dan sesuai peruntukannya. Untuk memastikan hal itu, Pemprov Jatim bersama Pemkab Blitar melakukan monitoring langsung ke lokasi kegiatan di Desa Mandesan, Kecamatan selopuro,Senin (10/11/2025.)
Hasil peninjauan menunjukkan sebagian besar program yang dibiayai DBHCHT telah dilaksanakan sesuai perencanaan. Beberapa fasilitas bahkan sudah berfungsi, seperti saluran irigasi yang kini dapat dimanfaatkan petani.
Koordinator Sumber Daya Alam (SDA) Bagian Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur, Nurhayati, menyampaikan bahwa berbagai program hasil pembiayaan DBHCHT telah dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani tembakau.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, apa yang kami targetkan bersama petani melalui dana DBHCHT sudah dimanfaatkan dengan baik. Tidak ada penyimpangan atau penyalahgunaan, semuanya berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Menurut Nurhayati, Kabupaten Blitar termasuk salah satu daerah penerima DBHCHT yang dinilai sukses dalam pengelolaan dan realisasi program. Bantuan tersebut tidak hanya berupa dana langsung, tetapi juga pembangunan infrastruktur pendukung seperti gudang tembakau senilai Rp 374 juta, saluran irigasi Rp 150 juta, dan fasilitas pengering tembakau Rp 135 juta.
Ia menambahkan, sejauh ini pelaksanaan program di Kabupaten Blitar berjalan lancar tanpa kendala berarti. Para petani memanfaatkan bantuan sesuai kebutuhan, dan pihak provinsi tidak menemukan adanya penyimpangan dalam penggunaannya.
Meski demikian, Nurhayati mengungkapkan bahwa alokasi DBHCHT untuk tahun mendatang akan mengalami penurunan.
“Dana DBHCHT tahun depan turun sekitar 50 persen, tidak hanya untuk Blitar, tetapi untuk seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur,” jelasnya.
Hasil monitoring tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam rapat evaluasi di tingkat provinsi. “Insyaallah nanti akan kami evaluasi bersama. Jika ada hal yang perlu diperbaiki, tentu akan kami benahi. Tapi sejauh ini, semuanya berjalan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Slamet, salah satu petani tembakau asal Desa Mandesan, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Kelompoknya menerima bantuan pembangunan saluran irigasi sepanjang 226 meter dengan anggaran Rp 150 juta.
“Pekerjaannya dilakukan secara swakelola supaya hasilnya lebih bagus dan awet. Kami bersyukur bantuan ini sangat bermanfaat bagi kelompok tani,” ungkapnya.
Penulis : Bas








