DBHCHT Dukung Petani Tembakau Blitar: Infrastruktur dan Produktivitas Meningkat Lewat Dana Rp 650 Juta

Rabu, 12 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blitar – Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Kabupaten Blitar terbukti memberikan dampak positif bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani tembakau. Hasil monitoring yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada Rabo (12/11/2025) di Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, menunjukkan bahwa pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Koordinator Sumber Daya Alam, Biro Perekonomian Setda Provinsi Jatim, Nurhayati, menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan untuk memastikan dana DBHCHT benar-benar digunakan sesuai dengan peruntukannya. Di Desa Mandesan, terdapat tiga program utama yang didanai melalui DBHCHT, yakni rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan gudang tembakau, dan pembangunan fasilitas pengeringan tembakau, dengan total anggaran Rp 650 juta.

Alhamdulillah, seluruh kegiatan sudah selesai dan dimanfaatkan dengan baik oleh kelompok tani. Kami melihat hasil yang sangat positif dari lapangan,” ujar Nurhayati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Kelompok Tani Tembakau Makmur Jaya, Suyatno, menyambut baik program ini. Ia menuturkan bahwa kehadiran fasilitas irigasi baru dan gudang tembakau sangat membantu petani dalam menjaga kualitas hasil panen.

Dulu saat musim kemarau, kami kesulitan air. Sekarang irigasi lebih lancar, dan hasil panen meningkat. Gudang dan alat pengering juga membantu kami menjaga kualitas tembakau agar tidak rusak karena hujan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blitar, Eko Prasetyo, mengatakan bahwa program DBHCHT bukan hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pemberdayaan petani.

“Ke depan kami akan dorong pelatihan pengolahan hasil tembakau dan manajemen pascapanen agar petani bisa menghasilkan produk dengan nilai jual lebih tinggi,” jelas Eko.

Pemerintah Kabupaten Blitar bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk terus mengawal transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program DBHCHT.

Diharapkan, melalui sinergi dan pengelolaan yang baik, sektor tembakau di Blitar dapat tumbuh berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat desa.(Adv/Kmf)

 

Penulis : Bas

Berita Terkait

Cetak Pemandu Berlisensi, Diskoparekraf Probolinggo Dorong Ekowisata Naik Kelas
Pemkab Blitar Gandeng Pemkab Sumenep, Perkuat Pasokan Pangan dan Kendalikan Inflasi
Menuju Probolinggo 2045, Dr. Aminuddin: Perencanaan Pembangunan Harus Berbasis Data, Bukan Tebakan
DLH Sumenep Jadikan WCD 2026 Momentum Bangun Kesadaran Lingkungan, 150 Peserta dari Berbagai Unsur Bersihkan Pantai Badur
Malam Ini, MEC 2026 Sumenep, Raja dan Sultan Nusantara Bakal Berdefile
Tak Sekadar Kejar Target Fisik, Dinkes Probolinggo Pastikan Mutu Layanan Kesehatan di Maron Berjalan Selaras
Saat Musik Melintasi Batas Negara Banyak Bunyik Republik Malaysia Siap Guncang Panggung ASH 2026 di Kaki Argopuro
Amanah Baru Salamet Supriyadi, Isi Kursi Kabag Perekonomian Sumenep yang Ditinggalkan Dadang

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 20:07 WIB

Cetak Pemandu Berlisensi, Diskoparekraf Probolinggo Dorong Ekowisata Naik Kelas

Senin, 21 September 2026 - 14:42 WIB

Pemkab Blitar Gandeng Pemkab Sumenep, Perkuat Pasokan Pangan dan Kendalikan Inflasi

Minggu, 20 September 2026 - 21:56 WIB

Menuju Probolinggo 2045, Dr. Aminuddin: Perencanaan Pembangunan Harus Berbasis Data, Bukan Tebakan

Minggu, 20 September 2026 - 21:19 WIB

DLH Sumenep Jadikan WCD 2026 Momentum Bangun Kesadaran Lingkungan, 150 Peserta dari Berbagai Unsur Bersihkan Pantai Badur

Sabtu, 19 September 2026 - 17:14 WIB

Malam Ini, MEC 2026 Sumenep, Raja dan Sultan Nusantara Bakal Berdefile

Berita Terbaru