Blitar, Detikzone id – Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus memperkuat sektor pertanian tembakau dengan pendekatan ilmiah berbasis riset. Pada tahun 2025, program Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan pada pembinaan sosial, pelatihan petani, serta penelitian pemupukan bekerja sama dengan Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Pemanis dan Serat (BRMP TAS) Kementerian Pertanian RI.
Kepala DKPP Kabupaten Blitar, Ir. Setiyana, menjelaskan bahwa program DBHCHT tahun ini dirancang secara komprehensif agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani. Selain pembangunan infrastruktur pertanian dan bantuan sarana produksi serta bibit hortikultura seperti cabai, pemerintah daerah juga menggelar bimbingan teknis (bimtek) untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan petani tembakau.
“Bimtek ini mencakup budidaya, kemitraan, hingga penguatan kelembagaan. Salah satu kegiatan pentingnya adalah uji pupuk untuk menentukan dosis paling ideal bagi varietas tembakau lokal,” ujar Setiyana, Kamis (13/11/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, pengujian tersebut difokuskan pada varietas tembakau Selopuro, yang telah lama menjadi ikon pertanian Kabupaten Blitar. Kegiatan riset dilakukan di Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro — wilayah yang dikenal subur dan memiliki sejarah panjang dalam tradisi tembakau khas Blitar.
“Uji lapangan sudah selesai, sekarang tinggal menunggu hasil laboratorium dari BRMP TAS. Nantinya, hasil riset ini akan menjadi acuan ilmiah bagi petani dalam menentukan dosis pupuk paling sesuai untuk varietas tertentu,” Terangnya.
Ia berharap, hasil penelitian tersebut dapat menjadi pedoman bagi petani tembakau di Blitar dalam menerapkan praktik budidaya yang lebih efisien dan berkelanjutan. Dengan dosis pupuk yang tepat, diharapkan kualitas daun tembakau meningkat, sementara biaya produksi bisa ditekan.
Selain kegiatan riset, DKPP juga berkomitmen memperkuat kelembagaan kelompok tani melalui pelatihan manajemen usaha tani, pengembangan kemitraan, serta peningkatan akses petani terhadap program pembiayaan dan pemasaran hasil panen.”Jelasnya.(Adv/Kmf)
Penulis : Basuki






