Blitar, Detikzone.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada tahun anggaran 2025. Optimalisasi anggaran ini diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani tembakau sekaligus memperkuat sektor pertanian lokal.
Kepala Bidang Sarana Perkebunan DKPP Kabupaten Blitar, Suprayitno, mengatakan bahwa DBHCHT tahun depan akan difokuskan pada sejumlah program strategis, mulai dari peningkatan kualitas produksi tembakau, penyediaan sarana dan prasarana pertanian, hingga pelatihan dan pendampingan teknis bagi petani.
“DBHCHT akan kami manfaatkan secara maksimal untuk mendukung keberlangsungan pertanian tembakau yang lebih sejahtera dan berdaya saing,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Lukas, salah satu langkah prioritas yang dilakukan adalah penyediaan benih tembakau. Setiap musim tanam, petani kerap mengalami kesulitan mendapatkan bibit berkualitas. Melalui DBHCHT, DKPP menyiapkan benih yang didampingi lembaga berkompeten agar kualitas pertanaman dapat terjamin.
“Kami ingin memastikan anggaran ini benar-benar dirasakan petani. Salah satu fokus utama adalah menyediakan benih tembakau yang disertai pendampingan ahli,” jelasnya, Jumat (14/11/2025).
DKPP juga tengah mendorong tembakau lokal Blitar untuk memperoleh sertifikat resmi sehingga memiliki nilai jual yang lebih baik di pasar. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing tembakau daerah dan memperluas peluang pemasaran.
Selain itu, dana DBHCHT digunakan untuk kegiatan bimbingan teknis (bimtek) persemaian. Pelatihan ini penting agar petani mampu menyemai benih sendiri sesuai standar operasional prosedur (SOP). Pendampingan pasca panen juga digencarkan, mengingat setiap varietas tembakau membutuhkan perlakuan yang berbeda untuk memenuhi permintaan pasar.
“Ke depan, harapan kami jelas: anggaran DBHCHT ini benar-benar bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani tembakau,” tegas Lukas.
Berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK), penggunaan DBHCHT memang diprioritaskan untuk mendukung petani tembakau. Pada regulasi terbaru, anggaran ini juga dapat dimanfaatkan untuk petani cengkeh serta komoditas lain yang relevan.
DKPP juga berencana memperluas kerja sama dengan lembaga penelitian dan perguruan tinggi untuk mengembangkan varietas tembakau unggul yang cocok dengan iklim dan tanah di Kabupaten Blitar. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menghadirkan inovasi pengolahan pasca panen.” Ungkap Lukas.
Penulis : Basuki






