Satpol PP Blitar Libatkan Ibu-ibu PKK Jadi Garda Terdepan Perangi Rokok Ilegal

Jumat, 14 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blitar, Detikzone.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Blitar terus berinovasi dalam upaya pemberantasan rokok ilegal. Tahun 2025, lembaga ini memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dengan menggandeng ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai ujung tombak sosialisasi Gempur Rokok Ilegal.

Program yang digelar sepanjang tahun ini dinilai sebagai langkah strategis dan inovatif, karena melibatkan peran aktif perempuan dalam menjaga lingkungan dari peredaran rokok tanpa pita cukai. Hingga November 2025, Satpol PP telah menggelar lima kali kegiatan sosialisasi di titik-titik rawan peredaran rokok ilegal di Kabupaten Blitar.

Kepala Bidang Penegakan Hukum Daerah Satpol PP Kabupaten Blitar, Repelita Nugroho, menjelaskan bahwa pelibatan ibu-ibu PKK merupakan pendekatan baru yang diyakini efektif dan bahkan menjadi yang pertama di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami melibatkan ibu-ibu PKK karena mereka punya kedekatan sosial yang kuat dan bisa menjadi informan terbaik dalam memerangi rokok ilegal. Saya rasa ini satu-satunya model sosialisasi seperti ini di Indonesia,” ujar Repelita, Jumat (14/11/2025).

Menurutnya, ibu-ibu PKK dipilih karena dinilai aktif, komunikatif, dan memiliki jaringan sosial luas di masyarakat. Dengan begitu, mereka diharapkan menjadi “mata dan telinga” pemerintah daerah dalam mendeteksi peredaran rokok ilegal di tingkat desa.
Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal tahun ini telah dilaksanakan di lima titik, yaitu:

5 Mei 2025 di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari
4 Juni 2025 di Kecamatan Wonodadi
24 Juni 2025 di Desa Tembalang, Kecamatan Wlingi
26 Agustus 2025 di Kecamatan Wonotirto
23 September 2025 di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bakung

“Dalam setiap kegiatan, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, termasuk sanksi tegas bagi pelanggar.
Repelita menjelaskan, pelaku peredaran rokok ilegal dapat dikenai pidana penjara 1–5 tahun dan/atau denda dua hingga sepuluh kali lipat nilai cukai yang seharusnya dibayarkan.

“Biasanya sosialisasi kami tujukan untuk linmas dan pedagang. Namun tahun ini, fokus kami beralih ke ibu-ibu PKK karena mereka lebih responsif dan komunikatif. Kami ingin mereka berperan aktif sebagai pengawas sosial,” tambahnya.

Selain sosialisasi, Satpol PP juga aktif menghimpun informasi lapangan mengenai titik rawan peredaran Barang Kena Cukai (BKC) ilegal.

“Informasi yang dikumpulkan dari kegiatan ini akan menjadi dasar bagi operasi gabungan bersama Bea Cukai Blitar sebagai langkah lanjutan penegakan hukum,” pungkas Repelita.(Adv/Kmf)

 

Penulis : Basuki

Berita Terkait

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura
Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura
Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026
Diskominfo Sumenep Sukses Dorong Kampanye Digital Lewat Gerakan “Nongtong Bareng” di Festival Musik Tong-Tong
JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik
Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757
Hari Jadi Sumenep ke-757, Cak Fauzi Dorong Gotong Royong Jadi Kekuatan Pembangunan
Fajar Baru Kamtibmas Probolinggo: Lepas AKBP Rico dengan Pendekatan Humanis, Sambut AKBP Lucky dengan Sinergi

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:14 WIB

JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB