Pemkab Blitar Siapkan Program Cabai Off Season 2025 untuk Kendalikan Harga dan Perkuat Ketahanan Pangan

Minggu, 16 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blitar, Detikzone.id – Pemerintah Kabupaten Blitar menyiapkan program budidaya cabai off season melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2025 sebagai strategi menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Program yang dikembangkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) ini berfokus pada varietas cabai rawit yang dibudidayakan di luar musim tanam ideal. Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP, Siswoyo Adi Prasetyo, menjelaskan bahwa cabai merupakan komoditas sensitif yang kerap memicu inflasi akibat fluktuasi harga.

Karena itu, penanaman off season dijadwalkan pada musim hujan, saat pasokan umumnya menurun. “Penanaman kami jadwalkan Desember supaya panen pada Februari–Maret 2026, ketika harga cabai cenderung naik. Ini untuk membantu menjaga stabilitas harga,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini difokuskan di empat kecamatan—Doko, Talun, Nglegok, dan Srengat—dengan total lahan 16 hektare. Setiap kelompok tani mengelola sekitar empat hektare, lengkap dengan dukungan benih, pupuk, mulsa plastik, serta pendampingan teknis intensif. Siswoyo menegaskan bahwa budidaya cabai pada musim hujan memiliki tingkat risiko tinggi karena hama dan penyakit lebih aktif.

Ia menambahkan bahwa sasaran program adalah kelompok tani hortikultura berpengalaman, bukan petani tembakau. “Kami memilih petani yang siap dan terbiasa mengelola cabai. Tantangannya besar, terutama di musim penghujan,” katanya.

Saat ini, proses pengadaan sarana produksi tengah berlangsung untuk memastikan jadwal tanam tidak mundur. Jika program terbukti mampu menjaga pasokan dan menekan gejolak harga, Pemkab Blitar berencana memperluas cakupan pada tahun berikutnya.

Melalui strategi ini, Pemkab Blitar berharap DBHCHT tidak hanya mendukung sektor pertanian tembakau, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi stabilitas ekonomi masyarakat. Program cabai off season menjadi langkah adaptif pemerintah daerah dalam menghadapi perubahan iklim dan dinamika harga pangan nasional.(Adv/Kmf)

Penulis : Bas

Berita Terkait

Menanti Hasil Penilaian: TP PKK Pinggirpapas Sumenep Fokus Tingkatkan Kapasitas Kader dan Mutu Layanan
BKPSDM Sumenep Dorong Profesionalisme ASN Lewat Workshop Penilaian Kinerja
Sumenep Terapkan Belanja Publikasi Lewat E-Katalog Sesuai Perintah Pusat
Sosialisasi E-Katalog, Diskominfo Sumenep Atur Ulang Pola Kerja Sama Media
Situbondo Raih IGA 2025, Kemendagri Tetapkan sebagai Kabupaten Terinovatif Nasional
Aksi Bisu Dear Jatim di Polres Sumenep Simbol Ketidakpercayaan Publik Terhadap Penanganan Kasus Korupsi
Rp 1,8 Miliar untuk Festival Musik Hura-hura, Disbudpar Jatim Diduga Abaikan Prioritas Publik
Mas Rio Ngopi Bareng, Jalin Silaturahmi dan Dengarkan Aspirasi Rekanan

Berita Terkait

Kamis, 11 Desember 2025 - 15:54 WIB

BKPSDM Sumenep Dorong Profesionalisme ASN Lewat Workshop Penilaian Kinerja

Kamis, 11 Desember 2025 - 01:56 WIB

Sumenep Terapkan Belanja Publikasi Lewat E-Katalog Sesuai Perintah Pusat

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:45 WIB

Sosialisasi E-Katalog, Diskominfo Sumenep Atur Ulang Pola Kerja Sama Media

Rabu, 10 Desember 2025 - 13:22 WIB

Situbondo Raih IGA 2025, Kemendagri Tetapkan sebagai Kabupaten Terinovatif Nasional

Selasa, 9 Desember 2025 - 17:20 WIB

Aksi Bisu Dear Jatim di Polres Sumenep Simbol Ketidakpercayaan Publik Terhadap Penanganan Kasus Korupsi

Berita Terbaru