Blitar, Detikzone.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar terus menyalurkan bantuan bagi sektor tenaga kerja lokal melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Blitar kembali menggulirkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang secara khusus menyasar buruh pabrik rokok, buruh tani tembakau, serta buruh tani cengkeh.
Bantuan ini menjadi financial lifeline bagi ribuan pekerja menjelang akhir tahun. Meski nominalnya tidak besar, BLT tersebut dinilai cukup membantu meringankan beban ekonomi para buruh.
Kabid Perlindungan dan Jaringan Sosial Dinsos Kabupaten Blitar, Yuni Urinawati, menjelaskan bahwa penyaluran BLT tahun ini dilaksanakan dalam enam tahap, yang sudah dimulai sejak Juli 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sejauh ini, sudah dilakukan empat kali penyaluran. Tahap kelima diharapkan bisa dilakukan pada pertengahan November ini,” ujar Yuni Urinawati, Senin (17/11/2025).
Setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan selama enam bulan berturut-turut. Penyaluran dilakukan langsung ke rekening penerima melalui Bank Jatim.
Bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan daya beli sekaligus mendorong kesejahteraan para buruh yang menjadi tulang punggung industri tembakau dan cengkeh di Kabupaten Blitar.
Dengan adanya bantuan ini, kami berharap dapat menambah kesejahteraan para buruh, khususnya buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok,” jelas Yuni.
Program BLT DBHCHT tahun ini menunjukkan cakupan yang cukup besar, dengan jumlah penerima yang terus meningkat setiap bulan. Berdasarkan data Dinsos, pada Juli 2025 terdapat 4.705 penerima dengan total penyaluran Rp1,41 miliar. September tercatat 4.898 penerima, dengan total BLT mencapai Rp1,47 miliar.
Yuni menambahkan, dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah penerima bantuan mengalami peningkatan. Namun, ia memprediksi akan terjadi penurunan pada 2026 karena adanya efisiensi anggaran.
Penyaluran BLT tahap keenam yang menjadi penutup program tahun ini dijadwalkan berlangsung pada awal Desember. Dinsos Kabupaten Blitar menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh bantuan tepat sasaran dan efektif dalam meningkatkan kesejahteraan para pekerja.
Selain itu, Pemkab Blitar menilai program BLT DBHCHT bukan hanya bentuk kepedulian kepada para buruh, namun juga strategi untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah yang banyak bergantung pada sektor tembakau dan cengkeh. Dengan meningkatnya daya beli masyarakat pekerja, diharapkan perputaran ekonomi lokal tetap terjaga hingga akhir tahun.”tutup Yuni.(Adv/Kmf)
Penulis : Bas






