Runner Up 1 Duta Wicara Jatim, Aliya Zahra Tunjukkan Anak Muda Sumenep Bisa

Senin, 24 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Prestasi membanggakan datang dari generasi muda Kabupaten Sumenep. Aliya Zahra, mahasiswi Universitas Annuqayah berusia 21 tahun asal Kecamatan Ganding, berhasil meraih posisi Runner Up 1 dalam ajang Duta Wicara Jawa Timur 2025. Kompetisi ini diselenggarakan oleh HAMD Public Speaking bekerja sama dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang di Malang Creative Center, Ahad (23/11/2025).

Sejak kecil, Aliya sudah menunjukkan minat besar di dunia wicara publik. Pengalaman sebagai pembicara, MC, voice over, hingga host acara menjadi modal penting yang mengantarkannya ke panggung prestasi tersebut. Motivasi utamanya adalah mengharumkan nama Sumenep sekaligus memperkuat kontribusi nyata bagi daerah kelahirannya.

“Proses menuju panggung final penuh tantangan, tapi banyak pelajaran berharga. Saya ingin membuktikan bahwa anak muda dari daerah bisa bersaing di tingkat provinsi,” ujar Aliya .

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain prestasi, Aliya mengusung misi penting: “Jawa Timur Progresif, Berantas Buta Aksara dengan Wicara.” Menurutnya, kemampuan berbicara di depan umum bukan sekadar keterampilan, tetapi juga sarana mendorong budaya literasi dan meningkatkan kepercayaan diri generasi muda.

“Saya ingin wicara publik menjadi gerakan yang memperkuat literasi. Berani berbicara berarti terdorong untuk membaca, memahami, dan menyampaikan informasi dengan benar,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Aliya juga memanfaatkan panggung ini untuk mempromosikan Sumenep, wilayah di ujung timur Pulau Madura yang kaya potensi alam dan budaya. “Sumenep indah dan kaya. Saya ingin lebih banyak orang mengenal potensi kami, termasuk tantangan unik di daerah kepulauan,” tuturnya.

Dengan prestasi dan komitmen dalam advokasi literasi, Aliya Zahra menjadi inspirasi generasi muda Sumenep yang kreatif, berani, dan berdedikasi. Ia berharap pencapaiannya membuka lebih banyak peluang untuk mengembangkan literasi dan public speaking di Kabupaten Sumenep.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Tangis Haru dan Gelak Tawa Warnai Penutupan MPLS SDN Panaongan III, Bibit-Bibit Talenta Baru Mulai Bersinar
MPLS Hari Keempat SDN Panaongan III Sumenep Hadirkan “Mana-Mana” dan Tenaga Kesehatan Puskesmas, Tanamkan Etika Digital hingga Karakter Hidup Bersih Sejak Dini
MPLS Bernuansa Karakter! Pendongeng Nasional Kak Avan Ajak Siswa SDN Pasongsongan I Sumenep Tolak Bullying, Kepsek Tegaskan Pentingnya Empati Sejak Dini
SD Muhammadiyah 1 Bawean dan SMP Muhammadiyah 3 Sangkapura Gresik Gelar MPLS, Usung Tema “MELINGKARLAH” dengan Konsep Circus Show
GEBRAKAN AWAL TAHUN! MPLS Ramah SDN Panaongan III Dibuka Dua Pengawas Sekaligus, Luncurkan SAKOPENGAN dan Hotline PORAGUS
Wito GPN Bantah Tuduhan Terima Imbalan Rp5 Juta dan Disebut Jadi “Beking” Sekolah, Minta Hak Jawab Dipenuhi
PORAGUS Hadir di SDN Panaongan III, Kepala Sekolah Agus Sugianto Buka Hotline Pengaduan demi Pelayanan yang Responsif dan Melayani
Haflatul Imtihan LPI Imaduddin di Panaongan Sumenep Ditutup Pengajian Akbar, KH Kholil Yasin: Ilmu Tanpa Adab Kehilangan Keberkahan

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:40 WIB

MPLS Hari Keempat SDN Panaongan III Sumenep Hadirkan “Mana-Mana” dan Tenaga Kesehatan Puskesmas, Tanamkan Etika Digital hingga Karakter Hidup Bersih Sejak Dini

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:07 WIB

MPLS Bernuansa Karakter! Pendongeng Nasional Kak Avan Ajak Siswa SDN Pasongsongan I Sumenep Tolak Bullying, Kepsek Tegaskan Pentingnya Empati Sejak Dini

Senin, 13 Juli 2026 - 13:52 WIB

SD Muhammadiyah 1 Bawean dan SMP Muhammadiyah 3 Sangkapura Gresik Gelar MPLS, Usung Tema “MELINGKARLAH” dengan Konsep Circus Show

Senin, 13 Juli 2026 - 11:14 WIB

GEBRAKAN AWAL TAHUN! MPLS Ramah SDN Panaongan III Dibuka Dua Pengawas Sekaligus, Luncurkan SAKOPENGAN dan Hotline PORAGUS

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:02 WIB

Wito GPN Bantah Tuduhan Terima Imbalan Rp5 Juta dan Disebut Jadi “Beking” Sekolah, Minta Hak Jawab Dipenuhi

Berita Terbaru